Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Terungkap Kebenaran Dua


__ADS_3

Max kembali ke kamarnya dan melanjutkan pekerjaan dengan menggunakan laptop kesayangannya. Max mencari seorang yang bernama Zainal yang telah menyamar menjadi daddy Zain.


Tiga jam lamanya Max mengutak atik laptopnya dan akhirnya berhasil menemukan kebenaran.


" Ternyata yang dibunuh kak Alvian adalah Zainal yang menyamar menjadi daddyku. Ya Tuhan, kalau seandainya aku membalas dendam pada keluarga daddy Alvonso aku berdosa besar dan aku semakin bertambah bersalah. Tidak kakak tidak adik berdua sama - sama jahatnya. Zainal juga menyuruh bodyguard untuk membunuh paman Zul dan tante Helena dan bodyguard itu juga di bunuh oleh Zainal." ucap Max


" Sayang sekali nyawa kamu sudah keburu di cabut kalau tidak aku pastikan akan ku siksa sampai kamu memintaku untuk minta di bunuh." sambung Max sambil menatap tajam foto Zainal yang berada di laptopnya.


" Tapi tunggu dulu siapa yang membunuh daddy dan mommyku?" ucap Max bertanya pada dirinya sendiri.


Max kemudian mengutak ngatik laptopnya setelah 2 jam lamanya.


" Arghhhhh... ternyata orang suruhan Zainal yang membunuh mommy dan daddyku kemudian dia menyamar jadi daddy. Argggghhhh." teriak Max merasakan sesak di dadanya yang sedang naik turun merasakan amarah yang memuncak.


Beruntung kamar Max kedap suara sekencang teriaknya Max tidak ada yang akan mendengarnya.


" Berarti daddy, mommy, paman Zul dan tante Helena pelakunya sama yaitu Zainal yang menyamar jadi daddyku." ucap Max


Max mengambil ponselnya dan menghubungi temannya.


" Jasad Zainal di bakar saja kemudian abunya berikan padaku." perintah Max


" Ok." jawab temannya singkat.


tut tut tut tut tut


Max mematikan secara sepihak dan menaruh kembali ponselnya di atas meja. Max mengambil foto keluarga yang di bingkai berisi foto mommy Angela, daddy Zain dan dirinya waktu Max masih kecil di atas meja. Max mengambilnya waktu Max pergi ke mansion miliknya.


" Mommy dan daddy semoga tenang di sana Max sudah tahu siapa yang telah tega membunuh mommy dan daddy." ucap Max sendu sambil menatap foto keluarganya.


" Max berjanji akan melindungi keluarga besar daddy Alvonso dan mommy Laras yang sangat baik sama Max. Kasih sayang mereka sama seperti kasih sayang mommy dan daddy." ucap Max sambil memeluk foto itu.


12 Tahun Kemudian


Tidak terasa waktu telah berlalu dan kini usia Max sudah 27 tahun dan sudah lulus kuliah dan bekerja meneruskan usaha daddynya Zain Alionso.


Untuk Denisa sekarang berumur 20 tahun dan bekerja sebagai CEO di cabang perusahan di negara J


Seperti biasa setelah sarapan pagi keluarga besar Alvonso berkumpul di ruang keluarga.


" Mommy dan daddy, Max berencana membuka cabang baru di luar negri dan rencana Max tinggal di sana sekalian Max kuliah lagi S 2." ucap Max


" Di negara mana kamu Max?"


" Negara J, dad." ucap Max


" Berarti satu negara dengan Denisa. Kalau ada waktu mainlah ke tempat Denisa." ucap daddy Alvonso


" Jika Max ada waktu Max akan ke tempat Denisa, memang Denisa tinggal di mana?" tanya Max


" Di apartemen xx xxxx Jl. xx xxxxx ." ucap daddy Alvonso

__ADS_1


" Baiklah dad, Max akan sempatkan waktu untuk bertemu Denisa." ucap Max


Daddy Alvonso dan mommy Laras hanya tersenyum sambil menatap Max.


" Kapan berangkat Max?" tanya daddy Alvonso.


" Rencana nanti sore Max akan berangkat." ucap Max


" Mansion ini tambah sepi, satu demi satu anak mommy dan daddy pergi." ucap mommy Laras sendu dan tidak terasa air mata mommy Laras keluar dari ke dua sudut matanya.


" Mommy kan ada daddy, daddy akan selalu menemani mommy." ucap daddy Alvonso sambil mengusap air mata mommy Laras kemudian memeluknya.


" Mommy maafkan Max, bukannya Max tidak sayang sama mommy dan daddy tapi Max ingin mengembangkan usaha milik almarhum daddy Zain. Max ingin menjadi orang sukses dan bisa menjadi kebanggaan mommy dan daddy." ucap Max.


" Baiklah Max, tapi jika ada waktu mainlah ke sini." ucap mommy Laras


" Baik mom, Max akan sempatkan waktu untuk bermain dan menginap di mansion milik mommy dan daddy." ucap Max


xxxx


Tidak terasa hari sudah sore dan sesuai ucapan Max, Max pergi ke bandara dengan di antar mommy Laras dan daddy Alvonso.


Satu jam perjalanan lamanya menuju ke bandara, setelah sampai Max berpamitan dengan mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Mommy, Max berangkat doakan semoga Max sukses di negri orang." ucap Max


" Tanpa kamu minta mommy selalu mendoakan anak - anak mommy. Kamu hati - hati di negara orang." pinta mommy Laras sambil memeluk Max.


Mommy Laras dan Max saling berpelukan, ada rasa kesedihan di hati mommy Laras karena harus berpisah dengan Max yang sudah di anggap anak kandungnya. Setelah agak lama berpelukan mommy Laras dan Max melepaskan pelukan.


" Jaga dirimu Max. Jika ada masalah kabari kami." ucap daddy Alvonso sambil memeluk Max yang sudah di anggap anak kandungnya.


" Terima kasih dad." ucap Max


Max mencium punggung tangan daddy Alvonso kemudian dilanjutkan dengan mommy Laras. Max masuk ke dalam sambil menatap lurus ke depan.


Kini Max sudah berada di dalam pesawat, pikiran Max mengembara dimana waktu Max masih berumur 17 tahun.


xxxx FLASHBACK ON xxxxx


" Max, sekarang kamu sudah lulus SMA rencana mau kuliah dimana?" tanya daddy Alvonso


" Max ingin kuliah daerah sini saja dad." ucap Max


" Baiklah, nanti daddy daftarkan, Max daddy ingin bicara serius denganmu." ucap daddy Alvonso


" Membicarakan apa dad?" tanya Max bingung


" Selama ini daddy selalu mengajarimu tentang bisnis, maukah kamu meneruskan pekerjaan milik almarhum daddymu Zain Alionso." ucap daddy Alvonso.


" Maksud daddy?" tanya Max

__ADS_1


" Perusahaan itu milik almarhum daddymu, setelah daddymu meninggal daddy mengurus perusahaan milik daddymu dan mulai sekarang perusahaan ini kamu yang berhak mengelolanya. Daddy juga semakin tua untuk mengurus perusahaan jadi daddy ingin menikmati masa tua bersama mommy. Kamu tenang saja Max, selama dua minggu daddy akan mendampingimu." ucap daddy Alvonso.


" Terima kasih dad selama ini mengurus perusahaan milik daddyku. Max bersedia dad mengurus perusahaan sambil kuliah. Mohon bimbingan daddy." ucap Max


" Tentu saja Max, daddy akan selalu membantumu jika kamu memerlukan bantuan daddy." ucap daddy Alvonso


" Terima kasih daddy." ucap Max


Daddy Alvonso hanya tersenyum, kini hatinya sudah tenang dan bisa menikmati masa tuanya karena semua perusahaan sudah di bagi - bagi ke anak - anaknya kecuali Denis karena Denis lebih menyukai terjun ke dunia artis.


XXXX FLASHBACK OFF XXXX


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2