Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Jalan - Jalan Ke Mall


__ADS_3

Tidak berapa lama pesanan makanan pun datang. Daddy Alvonso memimpin doa sebelum makan selesai berdoa mereka makan dalam diam. Hanya saja Alex dan Leo merasa malu karena mereka tidak pernah berdoa ketika mereka makan.


Mereka makan dalam diam tidak ada pembicaraan sama sekali hanya suara sendok dan piring saling beradu. Selesai makan seperti biasa Alviana dan Debby merapikan piring - piring dan melap meja hingga meja yang tadi berantakan dan kotor menjadi bersih membuat Leo dan Alex menatap kagum Alviana dan Debby.


" Nanti malam kami ada acara syukuran putri kami Dennisa hamil, kalau mau datang silahkan."ucap mommy Laras


" Baik, pasti kami akan datang." ucap Leo senang.


" Mommy dan Daddy mau pulang Alviana dan Debby mau ikut kami pulang?" tanya mommy Laras sambil berdiri begitu pula dengan daddy Alvonso.


" Tidak mom, dad yang ada nanti kami jadi nyamuk." jawab mereka serempak


" Kalian berdua memang anak pintar." jawab Daddy Alvonso sambil tangan kirinya mengusap rambut Alviana dan tangan kanannya mengusap rambut Debby.


" Iya donk. Aish Daddy kebiasaan deh rambut kami berantakan tahu " jawab mereka serempak lagi sambil cemberut dan merapikan rambutnya yang di acak Daddy Alvonso.


Daddy Alvonso hanya tersenyum dan jari jemari Daddy Alvonso dan Mommy Laras saling bertautan.


" Maaf mommy dan Daddy ada keperluan, sampai bertemu nanti malam." pamit Daddy Alvonso.


" Hati - hati dad, mom." Jawab mereka serempak.


Alviana dan Debby berdiri untuk menyium punggung tangan mommy Laras dan Daddy Alvonso sedangkan Leo dan Alex hanya bersalaman. Kini tinggallah mereka berempat yang masih mengobrol. Tiba - tiba seorang pria tampan berjalan mendekati Alviana.


" Sayang, bagaimana meatingnya?" tanya seorang pria tampan sambil memeluk Alviana.


" Baik honey, kok tahu kami ada di sini?" tanya Alviana sambil memegang tangan pria itu.


" Tahu donk, apa sih yang ngga tahu dari suamimu ini." ucap Arlan


" Tahu pasti dari mommy atau daddy. Oh ya kenalkan ini suamiku Arlan." ucap Alviana memperkenalkan suaminya ke Leo dan Alex.


Arlan melepaskan pelukannya dan menyalami Leo dan Alex secara bergantian.


" Leo." membalas salaman Arlan


" Alex." ikut membalas salaman Arlan.


" Honey duduklah, honey sudah makan?" tanya Alviana.


" Sudah sayang, tadi sekalian bareng sama klien." jawab Arlan sambil mengusap rambut istrinya.


" Maaf kami mau pulang karena kami kangen sama anak - anak kami." ucap Alviana


" Debby mau bareng pulangnya?" tanya Arlan


" Tidak akh kak yang ada nanti Debby jadi nyamuk." tolak Debby secara halus


" Anak pintar." ucap Alviana dan Arlan serempak sambil mengacak rambut Debby.


" Ihhhh kak Alviana dan kakak ipar nyebelin rambutku berantakan tahu." ucap Debby dengan bibir bawahnya di maju ke depan sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


" Hehehehe." jawab mereka serempak


" Leo titip adikku ya, jangan macam-macam." ucap Alviana sambil menatap tajam ke arah Leo.


" Tenang saja kak paling satu macam saja." goda Debby


pletak


" Aduh." ucap Debby sambil mengusap kepalanya yang di jitak oleh kakaknya.


" Jangan kecentilan." ucap Alviana mengusap kepala adiknya kemudian mengecupnya.

__ADS_1


" Siap kak." ucap Alviana sambil tangan kanannya di angkat ke keningnya seperti menghormati bendera.


Mereka berempat tertawa melihat sikap Debby yang menggemaskan. Arlan dan Alviana pergi meninggalkan mereka bertiga.


" Deb, apa maksudnya menjadi nyamuk?" tanya Leo penasaran.


" Oh itu, melihat orang bermesraan." ucap Debby


" Maksudnya?" tanya Leo


" Melihat berpegangan tangan dan mengecup punggung tangannya, kadang memegang pipi dan kadang ciuman dan terkadang ciumannya lamaaaaaaaa banget." ucap Debby dengan nada polosnya dan kata lama diucapkan dengan nada panjang.


" Oh, jadi kamu ingin ya melakukan itu." goda Leo


" Tidak juga sih tapi..." ucap Debby menggantung.


" Tapi pengen." ledek Leo lagi


Debby tersenyum malu dengan wajah memerah.


" Oh iya hari ini ada acara?" tanya Leo


" Tidak ada, kenapa?" tanya Debby


" Mau temani aku mencari kado buat acara syukuran adikmu?" tanya Leo


" Boleh." jawab Debby singkat


" Kalau begitu aku pergi ke kantor saja." ucap Alex tiba - tiba.


Baru saja berdiri ponsel Alex berdering membuat Alex duduk kembali. Alex mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya. Setelah tahu Alex menggeser tombol berwarna hijau, Alex sekali - kali tersenyum dan terkadang tertawa. Setelah selesai Alex menaruh ponselnya kembali.


" Aku ikut kalian saja kebetulan kekasihku ngajakin bertemu di mall." ucap Alex.


Debby, Leo dan Alex menuruni anak tangga menuju kasir.


" Maaf mba atas nama Tuan Alvonso Taylor." ucap Debby dengan nada ramah.


" Sudah di bayar oleh tuan Alvonso." jawab petugas kasir juga dengan nada ramah.


" Ok. Terima kasih." jawab Debby.


'' Sama - sama nona." jawab petugas kasir dengan ramah.


Mereka bertiga berjalan ke arah parkiran, Leo duduk di kursi kemudi sedangkan Debby di samping Leo karena Alex ingin duduk di belakang. Hanya 15 menit mereka sudah sampai di sebuah mall yang terkenal di negara itu. Debby, Leo dan Alex turun dari mobil dan posisi Debby berada di tengah - tengah ke dua pria tampan tersebut. Mereka Jalan - Jalan Ke Mall di siang hari, beruntung cuacanya tidak terlalu panas.


" Wih beruntung banget cewek itu berjalan di tengah - tengah pria tampan." ucap salah satu pengunjung mall.


" Iya benar, ku rasa ceweknya main dukun makanya ke dua pria tampan itu tergila - gila padanya." ucap seorang gadis yang iri.


" Dasar wanita murahan." cibir gadis lain


" Iya benar murahan." jawab yang lainnya


Dan masih banyak kata - kata pedas yang keluar dari para pengunjung mall.


Alex dan Leo mengepalkan tangannya dan hendak berjalan ke arah mereka yang sedang mencibir tapi ke dua tangan Debby menarik ke dua tangan pria tampan itu.


" Sudah biarkan saja." ucap Debby sambil memegang tangan Alex dan Leo.


Alex dan Leo hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Debby pun melepaskan tangan yang memegang tangan Alex.


" Hallo sayang." sapa seorang gadis berjalan mendekati Alex.

__ADS_1


" Hallo juga." panggil Alex.


" Sayang siapa dia?" tanya gadis itu


" Oh kenalkan dia pacar adikku." jawab Alex


" Hai, saya Debby." sapa Debby sambil tangannya diarah ke gadis itu tapi gadis itu cuek dan menarik tangan Alex.


Debby hanya tersenyum dan menurunkan tangan kanannya dan itu dilihat oleh Alex dan Leo membuat ke dua pria tampan itu menahan rasa kesal.


" Sayang, aku tadi bertemu dengan temanku dia memamerkan tas branded aku jadi ingin beli. Beliin donk sayang." pinta gadis itu manja.


" Ok. Leo kamu mau ikut?" tanya Alex


" Boleh." jawab Leo singkat.


Gadis itu menggandeng tangan Alex dengan manja sedangkan Leo menggengam tangan Debby. Mereka memasuki tempat penjualan tas dan sepatu. Gadis itu sibuk memilih tas setelah mendapatkannya gadis itu memilih sepatu. Sedangkan Debby hanya memilih sepatu buat adiknya Dennisa.


xxxxx


Maaf nama Leon author ganti nama Alex karena ada permintaan dari pembaca. Setelah author pikir benar juga terkadang author salah ketik nama adiknya tapi yang terketik nama kakaknya. Terima kasih atas komentarnya.


xxxxxxx


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2