Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Angelina dan Louis


__ADS_3

" Iya, tadi kami ke kamar Inge tapi Inge tidak ada di kamarnya dan kami melihat rekaman cctv hotel kalau Inge di culik." ucap mommy Laras pura - pura menjelaskan.


" Kami pulang ya mom?" tanya Debby


" Tidak usah biar kami saja yang mencari, kamu rawatlah mommynya Leo." ucap mommy Laras


" Baiklah mom, kalau ada apa-apa kabarin kami." pinta Debby


" Ok." Jawab mommy singkat.


tut tut tut tut tut tut tut


Mommy Laras dan Debby langsung mematikan ponselnya secara bersamaan.


" Ada apa sayang?" tanya Leo


" Inge di culik, keluarga besar ku tadi mencarinya di kamarnya tapi tidak ada dan orang tuaku melihat di cctv Inge di culik." ucap Debby menjelaskan


" Keluargamu bisa meretas cctv?" tanya Alex gantian bertanya sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya pasalnya semalam dirinya ke sana.


" Tidak, kenapa?" tanya Debby


" Kenapa bisa tahu kalau Inge di culik?" tanya Alex penasaran.


" Hotel itu milik orang tuaku dan setiap lorong ada kamera cctv-nya jadi orang tuaku meminta petugas cctv-nya untuk melihat rekamannya makanya tahu kalau Inge di culik" ucap Debby menjelaskan.


Wajah Alex terlihat jelas kalau Alex menyembunyikan sesuatu tapi Debby dan Angelina pura - pura tidak tahu dengan bersikap biasa saja.


" Ada apa kak Alex?" tanya Debby berpura - pura bertanya dengan Alex


" Tidak apa-apa." jawab Alex berusaha menyembunyikan kegugupannya.


" Oh.. Aku sama Angelina mau masak dulu ya?" ucap Debby mengalihkan pembicaraan


" Ok." jawab mereka serempak


" Aku antar ya?" pinta Leo


" Ok." jawab Debby dan Angelina


Mereka bertiga keluar dari kamar mommynya Alex, Louis dan Leo. Leo dan Debby berjalan berdampingan sedangkan Angelina mengikuti dari belakang, mereka melewati anak tangga yang kebetulan dapurnya dekat dengan anak tangga tiba - tiba terdengar suara orang yang sedang membanting barang - barang.


prang


prang


brak


prang


prang


" Kak Leo suara apa itu?" tanya Debby dan Angelina kompak.


" Tidak ada apa - apa, ayo kita ke dapur." ajak Leo berusaha mengalihkan perhatian.

__ADS_1


Debby dan Angelina tahu kalau Leo sedang menyembunyikan sesuatu. Tidak berapa lama terdengar suara lagi.


Kak Leo, kita lihat yuk?" ajak Debby penasaran.


" Tidak." Jawab Leo tegas


" Honey, waktu aku ke sini honey juga seperti itu, aku tidak diijinkan untuk melihatnya apa honey menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Debby dengan tatapan sendu dan merubah lagi panggilan nya.


Leo memejamkan matanya karena tidak tega melihat tatapan sendu kekasihnya.


" Baiklah aku akan mengatakan sejujurnya padamu yang selama ini aku sembunyikan dari keluarga besarmu. Terserah padamu dan juga keluarga besarmu setelah mengetahui rahasia besar keluargaku apakah besok kita jadi menikah atau tidak." ucap Leo sambil membalikkan badannya.


" Katakanlah." jawab Debby penasaran.


" Sebenarnya aku mempunyai 2 kakak laki - laki yang pertama kak Alex dan satu lagi Louis. Kak Louis mengalami kecelakaan hingga lumpuh dan wajahnya cacat hal itu membuat kakakku selalu marah dan suka membanting barang - barang." ucap Leo


" Lalu apa hubungannya dengan pernikahan kita?" tanya Debby bingung


" Kamu anak orang kaya raya sedangkan aku kamu lihat sendiri aku saja numpang dengan kakakku kak Leo dan kakakku yang satunya kak Louis cacat dan lumpuh. Apa yang bisa aku banggakan untukmu?" tanya Leo


" Honey pandang mataku?" pinta Debby sambil air matanya keluar.


Leo membalikkan badannya dan menatap mata Debby yang sedang bercucuran air mata membuat Leo terkejut.


" Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Leo sambil mengusap air mata Debby dengan mengunakan ibu jarinya.


" Hiks... hiks... hiks... apakah honey tidak mencintaiku?" tanya Debby sambil terisak memeluk Leo


" Tentu saja aku mencintaimu sayang." jawab Leo sambil membalas pelukan Debby.


" Kalau honey mencintaiku jangan katakan itu lagi karena aku tidak suka mendengarnya dan jangan katakan itu lagi karena aku mencintaimu apa adanya honey." ucap Debby.


" Apakah honey sengaja meninggalkan semua dokumen yang diberikan untuk honey dan kak Leo?" tanya Debby


" Dari mana kamu tahu sayang?" tanya Leo penasaran.


" Karena waktu kita di kamar honey menaruh dokumen tersebut di meja dan ketika pergi honey tidak membawanya." ucap Debby


Tiba - tiba terdengar suara lagi orang membanting barang - barang.


prang


prang


brak


prang


prang


" Honey aku mohon, aku ingin melihat kak Louis." pinta Debby


" Apakah sayangku tidak takut?" tanya Leo


" Tidak, memangnya kenapa?" tanya Debby dengan nada bingung

__ADS_1


" Karena wajahnya sangat seram pasti kamu takut." jawab Leo apa adanya.


" Tidak, kumohon antarkan aku." pinta Debby


" Baiklah." jawab Leo pasrah.


" Aku ikut." pinta Angelina tiba - tiba.


" Baiklah." jawab Leo


Leo berfikir tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu ke Debby karena Debby pasti akan tahu. Leo menggengam tangan Debby menaiki anak tangga dan diikuti Angelina dari arah belakang.


ceklek


Leo membuka pintu kamar kakaknya, mereka melihat Louis sedang mengangkat vas bunga untuk di banting, Louis yang mendengar suara pintu terbuka langsung menatap ke arah pintu membuat Louis sangat terkejut ketika melihat adiknya dan juga melihat dua orang gadis menatap dirinya membuat Louis membalikkan badannya dengan menggunakan kursi roda lewat sensor suara sehingga otomatis kursi roda itu langsung berputar mengikuti perintah sambil menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya.


" Pergilah." usir Louis


" Bolehkah aku meminta untuk tinggalkan kami berdua?" pinta Angelina sambil menatap ke arah Leo


" Untuk apa?" tanya Leo dengan nada terkejut.


" Honey, aku mohon biarkan Angelina dan kak Louis mengobrol." pinta Debby


Leo menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian menatap Angelina.


" Baiklah tapi dengan syarat jangan sakiti kakakku." pinta Leo


" Baik aku janji." jawab Angelina.


" Pergi!!!" teriak Louis


Debby menarik tangan Leo sambil berbisik.


" Honey aku mohon percayalah dengan Angelina, kita masak saja, mommy lagi menunggu masakanku." bisik Debby


" Baiklah." jawab Leo pasrah.


Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Louis dan Angelina berdua di kamar Louis. Angelina berjalan dengan hati - hati karena di lantai penuh dengan pecahan vas bunga dan juga pecahan piring makanan yang belum tersentuh oleh Louis.


" Kenapa kak Louis marah - marah? apakah dengan marah bisa menyelesaikan masalah?" tanya Angelina dengan nada lembut sambil memegang punggung Louis karena posisi Louis membelakangi Angelina.


" Itu bukan urusanmu pergilah." usir Louis dengan nada kesal.


" Tidak sebelum aku mendapatkan jawaban dari kak Louis dengan suara lembut.


" Aku tidak mengenalmu dan terlebih apakah kamu tidak takut denganku?" tanya Louis dengan nada dingin.


grep


" Tidak, buat apa aku takut." jawab Angelina sambil memeluk punggung Louis.


Untuk pertama kalinya dirinya di peluk oleh seorang gadis walau dulu dirinya pernah mempunyai kekasih tapi tidak pernah ada kontak fisik karena Louis mempunyai penyakit kulit sensitif jika bersentuhan dengan lawan jenis maka kulitnya akan memerah.


" Jangan sentuh aku." ucap Louis sambil berusaha melepaskan pelukan Angelina.

__ADS_1


__ADS_2