Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Hukuman Dokter Cantik


__ADS_3

Kini mereka selesai mandi dan berpakaian mereka memakai pakaian santai.


" Sayang, aku pergi dulu ya?" pamit Max


" Mau kemana sayang?" tanya Denisa


" Ada masalah di kantor sayang." ucap Max berbohong


" Perlu bantuanku?" tanya Denisa menawarkan dirinya.


" Tidak sayang, kamu istirahat saja." ucap Max


" Kok memakai pakaian santai?" tanya Denisa sambil memicingkan mata dengan tatapan curiga


Max memakai celana jeans warna hitam dan juga kaos berwarna hitam.


" Aku ke kantor mengerjakan dokumen yang menumpuk dan hari ini tidak bertemu dengan klien karena itu memakai pakaian santai." ucap Max santai


cup


Max mengecup bibir manis istrinya yang sudah menjadi candunya.


" Percaya padaku sayang, aku hanya mencintaimu tidak ada wanita lain selain dirimu.


" Aku percaya padamu honey tapi jika honey menyalahgunakan kepercayaanku aku tidak segan - segan pergi dari kehidupanmu." ancam Denisa


" Terima kasih sayang kamu percaya padaku dan aku tidak akan menyalahgunakan kepercayaanmu." ucap Max sambil memeluk Denisa.


" Honey boleh aku meminta sesuatu darimu?" pinta Denisa sambil wajahnya ditutupi dengan tubuh Max.


Max mengangkat kepala Denisa dan menatapnya sambil tersenyum.


" Mau meminta apa sayang?" tanya Max lembut


" Aku ingin.. " ucap Denisa menggantung kalimatnya.


" Ingin apa?" tanya Max dengan sabar


" Ingin ini.." ucap Denisa sambil memegang ke arah bawah perut Max dengan tangan kanannya kemudian menarik tangannya kembali.


" Sayang serius?" tanya Max tidak percaya


" Iya sayang, aku tidak tahu kenapa ingin kita melakukan lagi padahal tadi di kamar mandi sudah." ucap Denisa sambil menutup matanya menahan malu hingga wajahnya memerah.


" Tidak usah malu sayang, aku sangat senang mendengar kamu mengatakan itu." ucap Max dengan nada mulai berat.


Merekapun melakukan kegiatan panas di pagi hari. Selesai melakukan kegiatan panas mereka membersihkan dirinya.


Kini mereka sudah berpakaian kembali, supaya istrinya tidak curiga Max mengambil pakaian kerja. Max memakai kemeja putih kemudian celana panjang hitam, Max mengambil jas hitam dan dasi berwarna hitam.

__ADS_1


Denisa mengambil dasi yang berada di tangan Max kemudian memakaikan ke leher Max.


" Honey katanya hari ini tidak meating kok pakai pakaian kerja?" tanya Denisa


" Aku pikir jika tiba - tiba ada klien datang masa aku pakai pakaian santai." ucap Max sambil memegang pinggang Denisa.


" Benar juga sich." ucap Denisa.


" Sayang jika merasa bosan kamu bisa kuantar ke mall untuk belanja." ucap Max


" Tidak honey aku ingin membereskan barang - barang kita karena sebentar lagi kita akan tinggal di Indonesia." ucap Denisa


" Ok, secepatnya aku akan pulang." ucap Max


cup


cup


Max mengecup kening istrinya kemudian dilanjutkan ke bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.


Max dan Denisa berjalan keluar kamarnya dan menuruni anak tangga sambil tangannya saling menggenggam.


" Sayang jaga dirimu baik - baik dan jangan lupa kunci pintunya." pinta Max


" Baik honey hati - hati di jalan." ucap Denisa sambil memeluk suaminya.


Max pun membalas pelukan Denisa sambil mengusap punggung istrinya.


" Iove You too, honey." bisik Denisa


Denisa dan Max melepaskan pelukan kemudian Max masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya. Denisa menatap kepergian Max hingga mobil tidak terlihat.


Denisa membereskan barang - barang yang akan dibawanya nanti. Barang - barang yang tidak di bawa seperti sofa dan lemari dan perabotan.


" Kalau kami liburan tidak usah membeli lagi dan sepertinya barang - barang yang di apartemenku akan aku pindahkan di sini dan apartemenku akan aku jual. Kalau tidak di jual takut rusak karena mansion ini sangat luas dan keluarga besarku bisa berkumpul di mansion ini." ucap Denisa


Denisa mulai membereskan barang - barang yang akan di bawanya nanti sambil menunggu suaminya pulang.


xxxx


Max mengendarai mobil menuju ke markas mafia milik sahabatnya selama 3 jam barulah Max sudah sampai di markas yang berada dekat dengan hutan.



Semua anggota mafia menunduk memberi hormat sahabat ketua mafia. Max berjalan dengan aura membunuh membuat semua anggota menunduk takut karena mereka semua sudah tahu akan kekejaman Max yang sangat menyukai menyiksa orang.


tap


tap

__ADS_1


tap


tap


Bunyi suara sepatu pantopel milik Max berbenturan dengan marmer menggema di mansion. Max berjalan menuju ke ruangan luas yang penuh dengan penyiksaan. Seorang gadis tanpa busana di ikat kedua kaki dan tangan di ranjang besi. Matanya sayu menatap Max seperti meminta pertolongan agar dirinya di lepas. Max mendekati gadis tersebut.


" Kamu pikir dengan tubuh putih mulus dan tanpa busana membuat adik kecilku menegang hah!!!" bentak Max


" Aku hanya bisa bernafsu dengan istriku tidak ada wanita yang lain. Bersiaplah menerima hukuman Dokter Cantik." Sambung Max dengan nada sarkas sambil tersenyum menyeringai.


glek


" Maafkan aku." lirih gadis itu sambil menelan saliva dengan kasar.


Gadis itu adalah seorang dokter cantik yang membuat Denisa salah paham di kantor dan hampir saja Denisa tertabrak kalau bukan Max yang menolong. Tapi Max malah tertabrak dan terluka.


Max mencengkram ke leher gadis itu sambil menatap tajam.


" Gara - gara kamu aku hampir saja kehilangan istriku, bersiap - siaplah menerima hukumanku." ucap Max tersenyum devil


" Baron." panggil Max


Baron yang merasa di panggil datang menemui Max.


" Apakah kamu tertarik dengannya?" tanya Max


" Jujur iya, sejak dia datang dan di tawan di sini apalagi dengan tubuh polosnya adik kecilku sudah menegang tapi kamu bilang jangan di hukum tapi di obati. Kata dokter dia masih gadis belum tersentuh dengan pria." ucap Baron sambil menatap penuh nafsu ke dokter cantik tersebut.


Dokter cantik itu sangat terkejut dan merasa semakin takut, dirinya sangat menyesali karena keinginan yang sangat besar memiliki Max membuatnya dalam bahaya. Dirinya baru menyadari betapa bodohnya hanya karena pria tampan dan kaya membuatnya tidak berpikir jernih.


" Lakukanlah aku ingin melihat desahan kalian berdua." ucap Max dengan kata - kata vulgar


Kenapa ingin melihat kami?" tanya Baron terkejut sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Aku nanti mempratekkannya dengan istriku." ucap Max dengan nada santai.


" Apa adik kecilmu tidak menegang? lihatlah punyaku sudah menegang sejak tadi." ucap Baron tanpa menyaring kata - katanya.


" Adik kecilku menegang jika berdekatan dengan istriku. Apakah kamu mau melihatnya?" tanya Max santai sambil memegang resleting celananya.


Dokter cantik itu hanya membelalakkan matanya mendengar kata - kata ke dua pria vulgar tersebut tanpa ada rasa malu sedikitpun.


" Ah tidak, aku masih normal." tolak Baron


" Hahaha... aku juga masih normal. Lakukanlah aku ingin melihat dirimu bermain." ucap Max santai sambil ke dua tangannya dimasukkan ke dalam kantong celananya dan ke dua kakinya disilangkan.


Baron yang sudah tidak sabar ingin menuntaskan hasratnya membuka seluruh pakaiannya hingga polos membuat dokter cantik itu membulatkan matanya dengan sempurna dirinya semakin bertambah takut.


" Aku mohon maafkan aku jangan lakukan itu padaku." mohon dokter cantik itu.

__ADS_1


" Bukannya waktu dirimu di kantorku kamu membuka seluruh pakaianmu berarti kamu sudah siap bukan melakukan ini." ucap Max dengan nada sinis.


" Tapi aku maunya denganmu." ucap dokter itu tanpa menyadari perkataannya akan menjadi bumerang baginya.


__ADS_2