Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Debby dan Leo 2


__ADS_3

Pria itu mengambil ponselnya tanpa mengucapkan apa - apa malah meninggalkan Celine sendiri.


" Bersikaplah dingin denganku aku tidak perduli karena suatu saat aku yakin kamu akan bertekuk lutut padaku. Maaf Debby kamu memang sahabatku tapi melihat cowok tampan dan sepertinya sangat kaya di lihat dari jam, ponsel dan pakaian yang melekat di tubuhnya sangat bermerk membuatku melupakan apa arti sahabat." ucap Celine sambil memandang Debby dari kejauhan.


Celine berjalan menuju ke tempat duduknya.


" Bagaimana apakah wanita ini bisa cuti selama seminggu?" tanya Debby


" Tapi nona yang menggantikan selama satu minggu." ucap manager club.


" Ya saya akan datang selama seminggu tapi setelah seminggu saya tidak akan datang lagi. Saya juga hanya bisa datang dari jam 1 siang sampai jam 3 siang." ucap Debby menjelaskan


" Kenapa?" tanya manager cafe


" Karena saya pagi kuliah sampai jam 11 siang terus jam 5 sore sampai jam 8 malam saya kuliah malam." ucap Debby menjelaskan


" Baiklah tidak masalah nanti saya akan ubah jadwal penyanyi lainnya. Mengenai gaji kamu minta sama wanita ini karena dia sudah meminta semuanya." ucap manager cafe.


" Tidak perlu, saya hanya murni membantu." ucap Debby dengan nada tulus.


" Nona, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak karena telah menolongku." ucap wanita itu.


" Sama - sama sesama manusia harus saling membantu." ucap Debby sambil tersenyum.


" Nona kalau nanti saya ada uang saya akan membayarnya tapi maaf untuk saat ini uang dari menyanyi yang sudah di bayar sudah aku pakai buat bayar operasi ." jawab wanita itu dengan jujur.


" Tidak perlu, tapi kalau memang lebih uangnya berikan ke orang yang lebih membutuhkan. Maaf ini ada uang lebih buat anak kakak, terimalah uang yang tidak seberapa ini." ucap Debby sambil membuka dompet dan memberikan uang ke wanita itu.


" Tidak nona, nona sudah banyak membantuku." tolak wanita itu walau sebenarnya hatinya ingin karena wanita itu sangat membutuhkan uang untuk anaknya yang sakit.


" Tidak apa - apa santai saja." ucap Debby sambil memegang tangan wanita itu dan menaruh uangnya.


" Maaf saya ingin ketemu dengan sahabatku permisi." ucap Debby berpamitan.


Tanpa menunggu jawaban Debby pergi meninggalkan mereka. Tanpa disadari Debby kalau Leo memperhatikan dirinya dan Debby tidak tahu kalau cafe ini adalah milik Leo. Entah kenapa kaki Leo ikut melangkah mengikuti langkah Debby.

__ADS_1


Debby berjalan ke arah sahabatnya dan duduk saling berhadapan sedangkan Leo duduk membelakangi Debby. Apapun yang diobrolkan mereka berdua Leo dapat mendengarnya dengan jelas terlebih Leo memiliki telinga yang sangat tajam.


" Lama banget sih datangnya?" omel Celine


" Maaf, tadi ada masalah sedikit." ucap Debby


" Masalah sedikit tapi lama." ucap Celine dengan nada kesal.


" Sekali maaf, sudah pesan makanan?" tanya Debby


" Belum, aku lagi menunggu tapi kamu tidak datang." ucap Celine


" Sekali lagi maaf ya, jangan cemberut nanti cantiknya hilang lho, hari ini aku yang traktir ya." ucap Debby


" Wih, berarti tadi ke sana dapat duit donk makanya traktir aku ya? oh iya ingat ya tadi aku bantuin kamu memainkan pianonya jadi aku dapat cipratan duitnya." ucap Celine tanpa punya rasa malu.


" Tidak, aku murni membantunya dan aku tidak menerima uang sepersenpun." ucap Debby jujur.


" Kamu kenapa sich jadi cewek terlalu royal, membantu orang miskin, menolong orang yang sakit sampai di bawa ke rumah sakit plus dibayarin lagi. Duitmu bisa habis kalau kamu itu boros." cerocos Celine.


" Mommy sering mengajari ku untuk sering memberi daripada menerima. Masalah uang habis tidak juga buktinya sebanyak kita memberi ada aja rejeki malah berlebih. Misalnya di perusahaan milik daddyku, aku ikut tender dengan bersaing beberapa perusahaan dan aku memang." ucap Debby


" Tidak tahu yang aku tahu setiap aku memberi ada aja rejeki yang datang entah dari mana datangnya." ucap Debby


" Bukti nya aku memberi tidak ada satupun yang membalas ku jadi aku malas untuk berbagi." ucap Celine


" Kamu memberi nya ikhlas tidak? kalau kita memberi jangan berharap mendapatkan balasan." ucap Debby yang selalu bersabar menghadapi sahabatnya ini.


" Ikhlas lah tapi karena ngga ada buktinya, aku jadi malas memberi lagi." ucap Celine.


Debby menghembuskan nafasnya perlahan untuk merendam kekesalan.


" Sekarang kita mau makan atau mau ngobrol?" tanya Debby berusaha mengalihkan


" Makanlah mumpung dibayarin, aku pesan yang sangat mahal ya." ucap Celine tanpa punya rasa malu.

__ADS_1


" Silahkan." jawab Debby


Debby melambaikan tangannya ke arah pelayan kemudian memesan makanannya dan dilanjutkan oleh sahabatnya. Setelah di catat pesanan oleh pelayan cafe, pelayan cafe itupun pergi meninggalkan mereka berdua.


" Oh iya aku lagi cekak banget pinjam duit ya?" ucap Celine


" Maaf tadi uang cashku aku kasih semua ke wanita yang tadi." ucap Debby


" Wanita yang mana?" tanya Celine


Debby menceritakan semuanya termasuk kenapa dirinya bernyanyi dan Debby juga akan bernyanyi di cafe tanpa di bayar sampai memberikan uang untuk pengobatan anaknya.


" Aku itu heran banget sama kamu? kamu ingin dipuji sama orang ya makanya berbuat seperti itu." omel Celine


" Celine bisa tidak sich bicaramu tidak bikin orang kesal." ucap Debby yang mulai kehilangan kesabaran


" Bicaraku memang seperti ini, memangnya aku salah kalau kamu itu ingin pamer ke semua orang kalau kamu bisa memberikan uang ke orang miskin." ucap Celine tidak mau kalah


" Terserah kamulah, kamu makan sendiri aku mau pulang." ucap Debby sambil berdiri


" Eh tunggu dulu makanannya, katanya kamu yang traktir." ucap Celine


" Tenang saja aku bayar." ucap Debby


" Katanya ngga punya duit karena duitnya kasih orang. Apa jangan -jangan kamu bohong supaya ngga pinjamin aku uang." sindir Celine


" Pakai kartu kredit." ucap Debby


Debby langsung berjalan dengan cepat menuju kasir untuk membayar pesanan makanan yang tadi dipesannya juga pesanan sahabatnya. Selesai membayar Debby berjalan keluar menuju mobilnya. Debby duduk di mobil sambil kepalanya di sandarkan di stir kemudi sambil membuka kaca mobilnya agar tidak panas.


" Malas banget ketemu Celine, mulai sekarang dia bukan sahabatku dari dulu kelakuannya tidak pernah berubah. Apalagi mana ada sahabat yang hobbynya suka mencela. Pantas saja sahabatku yang lainnya menjauh. Aku mau bersahabat dengannya karena kasihan saja tidak ada satupun yang mau berteman dengannya karena sifat jeleknya. Mana aku lapar dan haus lagi habis menyanyi." omel Debby mengeluarkan segala kekesalan terhadap sahabatnya.


" Anda lapar dan haus nona?" tanya seorang pria tiba - tiba.


" Akhhh... kak Leo bikin aku kaget aja." ucap Debby sambil mengelus dadanya berulang - ulang saking terkejutnya.

__ADS_1


Leo tersenyum melihat tingkah Debby yang menggemaskan. Ketika Leo melihat Debby berjalan melewati dirinya langsung berdiri dan mengikuti Debby dari belakang. Setelah Debby membayar, diapun ikut membayar minuman yang tadi di pesannya. Setelah membayar Leo mengikuti Debby kembali sampai ke mobilnya dan mendengarkan semua curahan hati Debby.


" Hehehe... maaf.. apakah nona lapat?" tanya Leo ulang.


__ADS_2