
Pagi hari Denisa seperti biasa sudah bangun pagi karena hari ini Denisa libur kerja Denisa membersihkan apartemen miliknya.
Sebelum membersihkan apartemen Denisa menyetel lagu - lagu romantis. Sambil bernyanyi Denisa memberesakan barang - barang, menyapu dan dilanjutkan dengan mengepel lantai.
Setelah selesai Denisa mengambil pakaian kotor untuk di cuci kemudian di jemur. Denisa yang merasa tubuhnya sangat lelah membuatnya malas untuk memasak, Denisa pun memesan makanan online.
Sambil menunggu pesanan Denisa datang, Denisa membuka pintu kulkas untuk mengecek bahan makanan.
" Ternyata bahan makanan banyak yang habis, habis makan langsung mandi dan pergi ke supermaket." ucap Denisa pada dirinya sendiri.
Pintu apartemen milik Denisa berbunyi, Denisa membuka pintu dan melihat seorang kurir yang mengantar makanan, Denisa memberikan tip kemudian menutup pintu apartemen.
Denisa menaruh makanan di atas meja karena dirinya ingin mandi terlebih dahulu. Selesai mandi dan mengganti pakaian baru Denisa memakan makanan yang tadi di pesannya.
Selesai makan dan mencuci piring Denisa masuk ke dalam mobilnya tapi sayang mobilnya tidak bisa dihidupkan.
" Kenapa tidak bisa dihidupkan sih." omel Denisa pada mobilnya.
Denisa melihat tanda bensin di dalam layar mobilnya membuatnya mendesah kesal.
" Pantas saja bensinnya habis, ya ampun kenapa aku bisa lupa sih seharusnya kemarin aku isi bensin." omel Denisa pada dirinya.
Denisa akhirnya keluar dari mobil dan memesan taksi online setelah agak lama datanglah taksi online. Denisa menaiki mobil sambil menikmati perjalanan.
Denisa asyik memilih bahan makanan dan tidak menyadari jika di belakangnya ada seorang pria yang sedang asyik memainkan ponselnya tanpa melihat jika di depannya ada Denisa.
bruk
akh
Pria itu tidak sengaja menabrak Denisa membuat Denisa hampir saja terjungkal ke depan jika pria itu tidak menangkap tubuh Denisa dengan menggunakan tangan kanannya.
" Maaf saya tidak sengaja menabrak." ucap pria itu sambil melepaskan tangannya.
Denisa membalikkan badannya sambil menatap pria itu sambil tersenyum.
" Tidak apa - apa." ucap Denisa sambil tersenyum.
deg
deg
Pria itupun ikut tersenyum dan berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.
" Permisi tuan, saya ingin melanjutkan belanja lagi." ucap Denisa sambil membalikkan badannya.
Baru saja beberapa langkah Denisa menghentikan langkah kakinya karena pria itu memanggilnya.
" Boleh kita berkenalan?" tanya pria itu
Denisa membalikkan badannya sambil tersenyum menatap wajah pria tampan itu.
"Boleh, kenalkan nama saya Nisa."ucap Denisa memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya.
" Ali." jawab Max singkat sambil membalas uluran tangan Denisa.
__ADS_1
Ya pria itu adalah Max, mereka berdua tidak saling mengenal karena waktu Denisa SMP hingga sekarang Denisa tinggal di luar negri jadi wajar saja Denisa dan Max tidak mengenal.
Jika Denisa pulang ke mansion daddy Alvonso dan mommy Laras selama 3 hari dan Max menginap di mansion milik almarhum daddy Zain dan mommy Angela selama 3 hari. Karena itulah mereka tidak pernah sekalipun bertemu.
" Apakah hari ini tidak ada acara?" tanya Max
" Maksudnya?" tanya Denisa bingung
" Maksudku hari ini saya belum makan siang, maukah aku ajak makan siang bersama?" tanya Max tanpa basa basi.
" Maaf saya sudah makan." tolak Denisa halus.
Max memasang wajah kecewa dan Denisa mengerti akan hal itu karena terlihat jelas di wajah Max. Denisa yang merasa tidak tega melihat wajah kecewa Max akhirnya menyetujui keinginan Max.
" Baiklah, tapi bagaimana saya hanya memesan minuman." ucap Denisa
" Benarkah? boleh saja." ucap Max tidak percaya
" Ok, tapi saya ingin melanjutkan belanja saya dulu nanti baru kita memesan makanan, bagaimana tuan Ali?" tanya Denisa
" Panggil saja Ali, boleh tidak masalah buatku menemanimu belanja. Bagaimana kalau saya mendorong trolimu." ucap Max menawarkan bantuan
" Boleh, silahkan." ucap Denisa sambil tersenyum.
Denisa memilih bahan makanan dan menaruh di troli sedangkan Max dengan setia mengikuti kemana Denisa belanja setelah satu setengah jam belanja Denisa dan Max mengantri di kasir.
" Ali ngantrinya lumayan panjang bagaimana kalau kamu ke restoran nanti saya menyusul." usul Denisa
" Tidak biar saja aku menunggumu kita pergi ke restoran bersama - sama. Bagaimana jangan bilang saya tapi aku karena lebih enak kalau kamu dan aku." usul Max
" Ok." jawab Denisa singkat sambil tersenyum
" Ali, kenapa kamu yang bayar?" bisik Denisa karena tidak enak hati belanjaannya di bayar oleh Max
" Memang kenapa?" bisik Max
" Karena ini semua adalah barang belanjaanku, masa kamu yang bayar." bisik Denisa lagi
" Tidak apa - apa santai saja." bisik Max.
Selesai membayar Max dengan setia mendorong troli belanjaan milik Denisa menuju ke restoran. Max meletakkan troli di pojokkan pintu.
Tanpa sadar Max menggenggam tangan Denisa untuk mencari tempat duduk. Denisa terkejut tangannya di genggam oleh Max tapi karena merasa tidak enak karena sudah membantu mendorong troli terlebih belanjaannya di bayar oleh Max membiarkan tangannya di genggam oleh Max.
" Kita duduk di sana." ucap Max menunjukkan meja yang kosong dengan menggunakan jari telunjuk kirinya karena tangan satunya masih menggenggam tangan Denisa.
" Ok." jawab Denisa singkat
Mereka berdua berjalan ke meja yang di tunjuk oleh Max. Max tersadar ketika mereka sudah sampai di meja.
" Maaf aku..." ucap Max bingung melanjutkan perkataannya.
" Sudah lupakanlah, katanya lapar kita pesan makanan dulu. Mau pesan apa?" tanya Denisa sambil duduk di kursi dan mengambil buku menu.
" Menurutmu makanan yang enak di sini apa ya?" tanya Max
__ADS_1
" Hmm.. ikan gurame bakar tapi terserah dirimu saja." ucap Denisa
" Ya sudah pesankan makananku ikan gurame bakar dan minumannya samakan denganmu." ucap Max
" Ok." jawab Denisa singkat sambil tersenyum.
Denisa melambaikan tangannya ke arah pelayan kemudian pelayan itupun datang dan mencatat pesanan Denisa. Setelah mencatat pesanan Denisa pelayan restoran itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Ali, aku ingin ke toilet dulu ya." ucap Denisa
" Mau aku temani?" tawar Max
" Tidak terima kasih." ucap Denisa sambil mendelikkan matanya.
Denisa berdiri dan berjalan meninggalkan Max seorang diri sedangkan Max tersenyum melihat tingkah Denisa yang sangat menggemaskan.
Tanpa di sadari Denisa dan Max seseorang menatap tajam ke arah Max. Orang itupun pergi menemui pelayan restoran tersebut.
"
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx