
Max menggenggam erat tangannya dan menatap tajam ke arah Julia membuat Julia tertunduk takut dan nyalinya mulai menciut. Max menghubungi sahabatnya Charli.
" Hallo Charli ke ruangan biasa." perintah Max
" Ngapain mau melihat adegan live Baron?" tanya Charli malas
" Ya." jawab Max singkat
" Malas." jawab Charli singkat
" Kenapa?" tanya Max
" Yang ada adik kecilku ikutan tegang dan Baron tidak akan memberikannya sampai bosan. Kalau sudah bosan baru diberikan padaku jadi percuma kalau melihat." ucap Charli jujur.
" Kalau ada gadis lain mau tidak?" tanya Max
" Kalau itu aku mau memang ada?" tanya Charli dengan senyum merekah.
" Ada kesinilah." ucap Max
" Ok." jawab Charli bahagia.
tut tut tut tut
3 menit kemudian Charli sudah datang dan menatap gadis yang di bawa oleh Max. Matanya nanar menatap wajah cantik dan tubuh seksi gadis tersebut. Charli memalingkan wajahnya ke arah Baron yang masih bermain dan tidak memperdulikan mereka berdua.
" Lakukan seperti Baron, aku akan melihat kalian bermain." ucap Max santai
" Kamu tidak ingin melakukannya?" tanya Charli bingung
" Aku akan melakukan dengan istriku." ucap Max santai.
" Lakukanlah." sambung Max singkat
Tanpa menjawab Charli membuka seluruh pakaian hingga polos tanpa malu terhadap Max kemudian menarik tangan Julia.
Max tahu kalau ke dua sahabatnya mempunyai hawa nafsu yang sangat tinggi sama seperti dirinya hanya bedanya Max hanya dengan satu wanita yaitu Denisa sedangkan Baron dan Charli dengan semua wanita apalagi jika masih gadis mereka bermain sampai berkali - kali.
" Tuan aku mohon aku tidak mau melakukan ini." pinta Julia sambil menangis
" Lakukan Charli, gadis ini pantas mendapatkannya dan kamu terimalah hukuman" ucap Max dengan nada dingin tanpa menjawab permohonan Julia sekretaris
Tanpa menunggu lama Charli merobek pakaian Julia hingga polos tidak perduli permintaan dan makian Julia. Charli yang sedari tadi sudah menahan hasratnya melihat Baron bermain dengan seorang wanita.
__ADS_1
" Akh sakit..." teriak Julia ketika tubuhnya dimasuki secara paksa oleh Charli.
Charli bermain dengan kasar, jika Julia berteriak maka Charli mencubit membuat tubuh mulus Julia menjadi biru.
" Teriak sekali lagi saya tidak akan segan membunuhmu." ancam Charli sambil matanya menatap tajam
" Sakit." ucap Julia lirih
" Aku tidak perduli, awalnya memang sakit karena kamu masih gadis tapi lama - lama tidak." bisik Charli sambil menggoyangkan pinggulnya.
Selama satu jam mereka bermain setelah menumpahkan laharnya barulah Charli menarik kerisnya.
" Apakah kamu sudah puas bermain Charli?" tanya Max
" Belum, kenapa?" tanya Charli bingung
" Aku ingin menyiksanya." ucap Max
" Tunggu dua ronde lagi setelah itu siksalah." ucap Charli santai.
" Baiklah sambil menunggu aku pinjam bajumu." ucap Max
" Buat apa?" tanya Charli bingung
" Baiklah silahkan pilih pakaian yang kamu suka." ucap Charli
Tubuh Julia menggigil mendengar perkataan bosnya, dirinya sangat menyesal karena ambisi ingin memiliki bosnya malah berakhir seperti ini. Max berjalan keluar meninggalkan mereka berempat untuk mengganti pakaiannya.
Charlipun melakukannya kembali hingga dua ronde bertepatan dengan Max yang sudah datang menggunakan pakaian serba abu - abu.
" Max itu pakaian kesayanganku." ucap Charli
" Kamu bilang terserah ambil yang mana saja dan aku melihat baju ini ya aku ambil. Belilah yang baru duitmu kan banyak. Apa duitmu kurang perlu sumbangan dariku?" ledek Max
" Aish sembarangan, sudahlah aku bisa beli baru lagi dan silahkan hukum gadis ini." ucap Charli sambil berdiri dan memunguti pakaian yang berserakan dan memakainya kembali.
" Tuan Ali aku mohon jangan siksa bunuh aku sudah cukup aku kehilangan mahkota berhargaku." ucap Julia lirih.
Adegan Mengandung Kekerasan Jika Tidak suka di skip saja.
Max mencengkram leher Julia sambil menatap dengan tatapan membunuh.
" Tidak ada ampunan buatmu, gara - gara kamu istriku menangis dan langsung pulang ke mansion jika seandainya kamu tidak mengusir dan diam saja istriku tidak akan langsung pergi dan ke dua anakku masih hidup." ucap Max menyalahkan Julia atas kematian ke dua anaknya yang belum dilihatnya.
__ADS_1
" Maafkan aku." pinta Julia sambil air matanya keluar
" Tidak akan aku maafkan dirimu, aku sangat membencimu." ucap Max sarkas dengan tatapan yang mulai menggelap.
Tangan kiri Max memegang bibir milik Julia sedangkan tangan kanannya mengambil pisau lipat yang berada di saku belakang Max.
" Bibir ini yang mengatakan sesuatu ke istriku membuat istri kesayanganku menahan air mata berharganya. Kamu tahu air mata istriku sangat berharga hal itu membuat hatiku sangat sakit dan aku tidak ingin istriku menangis selain itu aku harus kehilangan kedua anakku yang belum sempat aku lihat karena itu terimalah akibatnya." ucap Max sarkas dengan tatapan membunuh.
Max melepaskan tangan kirinya kemudian menarik rambut Julia yang berada di belakang agar menatap dirinya.
sretttt
akhh
Julia berteriak kesakitan ketika pisau yang tajam menggores bibirnya sampai ke pipi Julia. Darah segar mengenai kemeja Max milik Charli. Tangan kiri Max berpindah masing - masing ke ujung mata milik Julia.
" Mata ini yang menatap tajam ke arah istri kesayanganku." ucap Max sambil melepaskan tangan kirinya kemudian menarik rambut Julia yang berada di belakang supaya menatap wajah Max yang berubah menakutkan.
Srettt
akhhh
Srettt
akhh
Max mencongkel ke dua bola mata indah milik Julia hingga menggelinding di lantai membuat dokter cantik yang sudah tidak berdaya karena ulah Baron menjerit ketakutan karena baru kali ini melihat orang yang disukainya ternyata sangat sadis dan sangat menakutkan.
Dokter cantik itu sangat menyesal setelah mengetahui betapa kejamnya Max terlebih terhadap seorang wanita. Max sama sekali tidak bernafsu padahal gadis cantik itu padahal gadis itu tanpa menggunakan sehelai benangpun eh ralat wanita karena mahkota berharganya sudah di ambil oleh Charli. Sedangkan Baron dan Charli hanya menatap datar karena mereka sudah mengetahui kekejaman Max.
" Baron jika kamu bosan katakan padaku karena setelah ini dokter itu gilirannya." ucap Max dengan nada dingin.
" Ketua kalau sudah bosan berikan padaku aku juga ingin merasakan juga sebeluk dia mati." pinta Charli
" Bagaimana kita main bertiga aku ingin sensasi lain." ucap Baron ke wakil mafianya dengan nada santai
" Baik ketua." jawab Charli sambil membuka pakaiannya kembali.
Dokter cantik terkejut kalau sebentar lagi gilirannya akan mati belum lagi melayani nafsu bejat mereka berdua.
" Julurkan lidahmu cepat." bentak Max
Julia tidak membuka mulutnya tapi Max tidak kehabisan akal. Tangan kanan Max yang menggenggam pisau lipat yang berlumuran darah di taruhnya di depan lantai, tangan kiri Max mencengkram leher Julia membuat Julia membuka mulutnya hal itu tidak disia - siakan oleh Max tangan kanan Max menarik lidah Julia hingga keluar kemudian tangan kirinya mengambil pisau lipat yang berada di depan.
__ADS_1