Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Angelina Di Rawat Di Rumah Sakit


__ADS_3

" Angelina." panggil seorang pria sambil menepuk - nepuk pipi Angelina.


" Kak Alvonso, Angelina pingsan lihat perutnya berdarah, kita bawa saja ke rumah sakit." ucap Alvian sambil menunjuk perut Angelina.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Dua pria itu adalah Alvonso dan Alvian yang bertugas menjaga Angelina di luar mansion karena banyaknya bodyguard yang berjaga di dalam membuat mereka berdiri tidak begitu jauh dari mansion milik Alex.


Alvonso bertugas di sisi sebelah kanan sedangkan Alvian berada di sisi sebelah kiri. Alvonso yang melihat ada seorang wanita meloncat - loncat dari satu pohon ke pohon lainnya dari sebelah sisi kanan membuat Alvonso menatapnya tanpa kedip ketika hampir mendekati luar mansion barulah kelihatan siapa wanita itu yang tidak lain adalah Angelina.


Alvonso menghubungi Alvian untuk datang di sisi sebelah kanan kemudian Alvonso mendekati pohon yang akan diloncati Angelina dari arah samping mansion. Ketika Alvonso memegang tangan Angelina, Angelina langsung tidak sadarkan diri membuat Alvonso menahan tubuh Angelina agar tidak jatuh ke tanah.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Ayo kita bawa sebelum di lihat anak buahnya Louis dan Alex." perintah Alvonso


" Baik kak." jawab Alvian


Alvonso menggendong Angelina ala bridal style menuju ke arah mobil sedangkan Alvian berjalan dengan cepat kemudian membuka pintu mobil di belakang kemudi agar Alvonso segera masuk ke dalam setelah kakaknya masuk ke dalam mobil Alvian menutupnya kemudian memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi sambil menutup pintu mobilnya.


Alvian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sedangkan Alvonso membuka pakaian yang tadi menyamar sebagai pemulung kemudian menggantinya dengan pakaian kemeja yang berada di kursi bawah.


" Sungguh merepotkan kalau menyamar jadi seperti pemulung." gerutu Alvonso


" Benar kak, apalagi aku masa pria tampan seperti ku harus menjadi pengemis buta." ucap Alvian


" Haish... tampan darimananya?" ucap Alvonso


" Jangan gitu kak wajah kita sama lho dan mirip daddy lagi kalau daddy tahu kakak menggerutu terus nanti Daddy bisa jewer kuping kakak." ucap Alvian


" Aish kamu juga tadi menggerutu." omel Alvonso


" Kak Alvonso apa yang sebenarnya terjadi dengan Angelina ya?" tanya Alvian mengalihkan pembicaraan.


" Tidak tahu kemungkinan di tusuk oleh musuh atau Angelina menusuk dirinya sendiri. Cepatlah Alvian darahnya tidak berhenti keluar." perintah Alvonso


" Baik kak, kakak juga hubungi paman Kennath agar kita datang sudah siap semuanya." pinta Alvian


" Ok, tumben kamu pintar dek." puji kakaknya.


" Aishhh kak, dari dulu memang aku pintar kali." omel Alvian


" Iya... iya... sudah diam kakak lagi menghubungi paman Kennath." ucap Alvonso


Panggilan pertama langsung di angkat oleh dokter Kennath.


" Hallo paman." panggil Alvonso


" Ada apa Al?" tanya dokter Kennath


" Paman, ini Angelina terluka tolong siapkan brankar di pintu belakang rumah sakit." ucap Alvonso


" Kok tumben ngga di lobby?" tanya dokter Kennath


" Masalahnya aku sama Alvian lagi menyamar menjadi pemulung dan pengemis buta kan malu paman masa dua pria tampan pakai pakaian lusuh begini." ucap Alvonso sambil cemberut.


" Pffftttt... hahahaha." tawa dokter Kennath pecah mendengar ucapan dua ponakan kesayangannya.

__ADS_1


" Aish .. paman nyebelin, sebentar lagi sampai jangan sampai lupa." ucap Alvonso


Tut tut tut tut tut tut


Alvonso yang sedang kesal langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Tidak berapa lama mobil Alvian sudah sampai dan dua orang perawat cantik sudah siap menunggu kedatangan mereka.


Alvian memarkirkan mobilnya kemudian membuka pintunya dengan cepat agar membuka pintu di belakang pengemudi supaya Alvonso bisa langsung keluar


Alvonso berjalan sambil menggendong Angelina dan dibaringkan ke brankar secara perlahan dan dua perawat yang cantik itupun membawanya ke ruang UGD agar segera ditangani.


" Kak Alvonso kita kemana sekarang?" tanya Alvian


" Kita pulang dulu badan kakak gerah nanti setelah itu kita ke sini lagi." ucap Alvonso


" Baik kak." Jawab Alvian


Merekapun masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil menuju ke hotel milik keluarga besar Alvonso.


Singkat cerita mereka sudah sampai di hotel dan masuk ke dalam kamar masing - masing.


Kamar Alvonso dengan Kelly


" Honey mau kemana?" tanya Kelly istri Alvonso melihat suaminya memakai pakaian santai dan memegang kunci mobil.


" Mau melihat Angelina sayang di rumah sakit, aku pergi sama Alvian." ucap Alvonso dengan jujur


" Mau aku temani honey?" tanya Kelly


" Boleh dengan senang hati sayang." ucap Alvonso sambil membelai rambut istrinya.


Setelah agak lama Kelly pun selesai memakai pakaian santai. Mereka berdua keluar kamar yang sebelumnya memesan pada baby sister nya untuk menjaga anak mereka.


Di kamar Alvian dan dokter Amelia


" Sayang, aku mau pergi sama kak Alvonso ingin melihat keadaan Angelina." ucap Alvian sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


" Aku ikut ya honey." pinta dokter Amelia


" Ok sayang." Jawab Alvian sambil tersenyum jahil.


" Honey, apa yang honey rencanakan?" tanya dokter Amelia sambil menatap dengan curiga.


" Tidak ada sayang, memangnya kenapa sayang?" tanya Alvian


" Dari senyuman honey aku tahu pasti ada yang honey rencanakan." ucap dokter Amelia


" Hehehehe... memang benar sayang, kalau sayangku ikut aku ingin bermesraan dengan istriku terus kakakku pasti kesal karena pergi ke rumah sakit sendirian tanpa bisa bermesraan seperti yang aku lakukan." ucap Alvian


" Aduh honey benar - benar sifatmu mirip dengan daddy senangnya usil." ucap dokter Amelia sambil menepuk keningnya.


" Ya namanya anak tidak jatuh dari pohonnya. Apa yang dilakukan Daddy pasti anaknya juga ikut menirunya." ucap Alvian sambil tersenyum


" Mudah-mudahan anak kita sifatnya jangan mirip papanya yang usil. Ayolah honey kita berangkat tidak enak dengan kak Alvonso." ucap dokter Amelia sambil menarik tangan suaminya.


" Ok." Jawab Alvian singkat sambil menggenggam tangan istrinya.


xxxxxxx

__ADS_1


Di Ruangan Kamar Daddy Alvonso


Daddy Alvonso dan mommy Laras sedang bercakap-cakap di ranjang sambil duduk bersandar di kepala ranjang.


" Uhuk...uhuk...uhuk... Aduh siapa sih yang ngomongin Daddy." omel daddy Alvonso.


" Lho apa hubungan batuk Daddy dengan orang yang ngomongin daddy?" tanya mommy Laras


" Karena dari tadi Daddy batuk dan sekarang batuk lagi pasti ada yang ngomongin daddy. Apa jangan - jangan Alvonso dan Alvian ya?" tanya daddy Alvonso pada dirinya sendiri.


" Bisa jadi dad." jawab mommy Laras.


" Kalau benar mau Daddy jewer mereka berdua." ucap daddy Alvonso.


Mommy Laras tersenyum mendengar ucapan suaminya.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2