Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Penyesalan Charli 2


__ADS_3

Charli melihat Mira memegang kepalanya dengan menggunakan ke dua tangannya membuat Charli panik.


" Sayang ada apa?" tanya Charli


" Kepalaku sakit sekali honey." ucap Mira


" Akhhh sakit!!" teriak Mira


Tidak berapa lama Mira tidak sadarkan diri.


" Sayang... sayang... sayang..." panggil Charli


hening


hening


Charli menekan tombol berulang - ulang hingga tidak berapa lama dokter dan perawat itu datang.


" Tuan harap menunggu di luar." pinta perawat


" Tapi aku ingin menemani calon istriku." pinta Charli


" Maaf tuan, untuk kali ini tidak bisa mohon tuan menunggu di luar." pinta perawat.


Charli akhirnya keluar dari ruang icu dan menunggu kabar baiknya.


Setelah lama menunggu dokter dan perawat keluar dari ruang perawatan. Charli mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan calon istriku dok?" tanya Charli.


" Akibat benturan di kepalanya membuat kepala nona sakit." ucap dokter tersebut


" Apakah bisa hilang sakit kepalanya?" tanya Charli


" Jika minum obat secara teratur rasa sakitnya akan berkurang." ucap dokter tersebut.


" Apa ada yang lainnya dok?" tanya Charli


" Jangan membuatnya stress dan sedih jaga perasaaannya mengingat nona mengalami kebutaan dan lumpuh." ucap dokter menasehati.


" Baik dok. Boleh saya menemuinya?" tanya Charli


" Nanti dulu karena akan dipindahkan ke ruang perawatan karena nona sudah sadar." ucap dokter itu


" Baik dok. Masukkan calon istriku ke ruang perawatan vvip." jawab Charli


" Baik." jawab dokter tersebut.


Dokter dan perawat pergi meninggalkan Charli dan berapa lama dua orang perawat membawa brangkar Mira untuk dipindahkan ke ruang perawatan.


Charli menghubungi salah satu pelayan wanita di mansion untuk datang ke rumah sakit dan menemui dirinya di ruang perawatan vvip.


Charli masuk ke ruang perawatan vvip dan melihat Mira masih setia memejamkan matanya. Charli duduk di kursi di samping Mira.


" Sayang, maafkan aku gara - gara aku tidak menahan emosiku kamu sangat menderita. Kenapa kamu tidak membenciku? padahal aku sudah menyiksamu habis - habissan." ucap Charli

__ADS_1


Charli mengingat ketika Charli melempar tubuh Mira di lantai dekat kolam renang, menarik Mira dari lantai satu menuju ke kamarnya dan berulang - ulang Mira terjatuh dan kepalanya mengenai anak tangga hingga berulang kali menyiksa Mira di kamarnya. Charli menangis dan menyesali perbuatannya. Dirinya berjanji untuk bisa menghilangkan jiwa psycophatnya bagaimanapun caranya.


Tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu kemudian membukanya. Seorang pelayan yang masih muda, cantik dan seksi mendekati Charli.


" Maaf tuan, kenapa tuan memanggilku?" tanya gadis pelayan itu.


" Temani calon istriku, aku mau pergi sebentar mau mandi dan mengganti pakaian." ucap Charli dengan nada dingin.


" Baik tuan." jawab gadis itu sambil tersenyum


Charlipun pergi meninggalkan mereka tanpa curiga. Satu jam kemudian Charli sudah sampai di pintu perawatan, matanya menatap tajam ke arah gadis pelayan itu.


" Aku memintamu untuk menjaga calon istrimu tapi kenapa kamu tunggu di luar!!" bentak Charli yang masih berdiri dan masih menatap tajam ke arah gadis pelayan itu yang sedang duduk di bangku.


" Maaf tuan tadi saya sudah menunggu calon istri tuan tapi tiba - tiba calon istri tuan kejang - kejang dan sekarang lagi di periksa." ucap gadis pelayan itu.


Charli terdiam hatinya berkecamuk ada perasaan takut teramat sangat. Takut kehilangan orang yang sangat dicintainya.


Tidak berapa lama dokter keluar bersama perawat. Charli membalikkan badannya ketika mendengar pintu kamar perawatan Mira terbuka.


" Bagaimana keadaan calon istri saya dok?" tanya Charli


" Tadi jantung nona sempat terhenti tapi sekarang sudah mulai stabil." ucap dokter itu


" Boleh saya menemuinya dok?" tanya Charli


" Silahkan, tapi ingat jangan membuatnya stres dan sedih." ucap dokter mengingatkan Charli.


" Baik dok, saya akan selalu mengingatnya." jawab Charli


Dokter itu pergi meninggalkan Charli dan Charli langsung masuk ke dalam tanpa memperdulikan gadis pelayan itu.


" Maafkan aku sayang, aku sangat dan sangat menyesal telah menyiksamu seperti ini." ucap Charli dengan nada lirih.


Perlahan jari jemari lentik Mira mulai bergerak membuat Charli sangat senang.


" Sayang kamu sudah sadar?" tanya Charli senang


" Kenapa gelap, ke kakiku kenapa tidak bisa digerakkan dan kamu siapa?" tanya Mira sambil menarik tangannya.


" Aku Charli sayang, calon suamimu?" ucap Charli


" Charli, calon suami sejak kapan?" tanya Mira dengan nada bingung


" Jangan bercanda sayang." ucap Charli


" Aku tidak bercanda tuan, aku sangat serius. Kenapa aku buta dan lumpuh tuan?" tanya Mira


deg


deg


deg


Jantung Charli berdetak kencang ketika Mira memanggil dirinya tuan sama seperti waktu mereka bertemu. Charli langsung menekan bel berulang - ulang hingga tidak berapa dokter dan perawat datang.

__ADS_1


Dokter itu memeriksa dan menanyakan beberapa hal ke Mira. Setelah selesai memeriksa dokter itu membalikkan badannya dan menatap Charli.


" Nona amnesia tuan atau hilang ingatan. Nona hanya mengingat waktu lulus kuliah dan mempunyai 2 sahabat bernama Denisa dan Amora. Kalau bisa tuan pertemukan 2 sahabatnya sambil mengingat apa yang terjadi setelah lulus kuliah.


" Tapi tuan mengingatnya jangan sekaligus karena bisa membahayakan nyawa nona." ucap dokter


deg


deg


Jantung Charli berdetak sangat kencang seakan dunianya runtuh. Bagaimana tidak kekasih yang dicintainya mengalami buta, lumpuh dan di tambah amnesia. Membuat Charli semakin merasa bersalah.


" Baik dok, terima kasih." jawab Charli


Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya dan pergi bersama perawat meninggalkan Charli dan Mira.


Charli berjalan mendekati Mira dan duduk di sampingnya.


" Tuan apakah masih ada di sini?" tanya Mira sambil meraba tangannya mencari tangan Charli


Charli yang mengerti langsung memegang tangan Mira.


" Ya aku masih di sini, perlu bantuanku?" tanya Charli


" Tolong ambilkan pisau." pinta Mira


Charli terkejut mendengar ucapan Mira.


" Pisau? buat apa?" tanya Charli dengan nada bingung


" Setelah berada di tangan tuan, aku meminta tuan atau suruh orang lain untuk membunuhku." pinta Mira


" Apa???" teriak Charli terkejut.


" Hiks... hiks..hiks... hiks... aku buta, lumpuh dan tidak ingat apapun hiks... hiks... tidak akan ada yang mau denganku." ucap Mira sambil menangis


" Siapa bilang, aku mau denganmu. Aku sangat mencintaimu apa adanya." ucap Charli tulus


" Tapi aku buta dan lumpuh, apakah tuan hanya mengasihaniku? setelah bosan tuan akan membuangku." ucap Mira


" Tidak mungkin aku membuangmu karena aku sangat tulus mencintaimu. Aku tidak mengasihanimu karena awal bertemu denganmu aku merasa nyaman dan pertemuan selanjutnya aku sangat mencintaimu. Karena itulah besok kita akan menikah." ucap Charli


Mira berusaha mengingatnya tapi bayangan hitam yang dilihatnya membuat kepalanya sakit.


" Akhhh... sakit." ucap Mira sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


" Sttt.. sudah jangan di ingat, pelan - pelan saja aku tidak sanggup melihatmu menangis dan menderita. Maafkan aku." ucap Charli menahan air matanya sambil memeluk Mira.


" Aku mohon tinggalkan aku, aku ingin sendiri." pinta Mira


" Tapi.." ucapan Charli terpotong oleh Mira


" Aku mohon padamu tuan." pinta Mira dengan ke dua tangannya di satukan.


" Baiklah, satu jam lagi aku akan menemuinya." ucap Charli.

__ADS_1


Mira hanya menganggukkan kepalanya dan Charli dengan berat hati pergi meninggalkan Mira sendirian.


xxxx Flash Back Off xxxx


__ADS_2