Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
10. Mengerjakan Tugas Kelompok


__ADS_3

Leon kembali ke kamarnya saat setelah selesai makan siang bersama Mama Rita. Leon membaringkan tubuhnya di tempat tidur sampai akhirnya terdengar ponsel miliknya berbunyi. Leon mengambilnya dari atas nakas.


" Tya?" gumam Leon saat melihat yang menelponnya adalah Tya.


Leon pun menjawab panggilan tersebut. " Halo, Assalamualaikum" ucap Leon.


" Walaikumsalam" jawab Tya dari sebrang sana.


" Ada apa?" tanya Leon dingin.


" Aku udah minta izin sama ibuku" ucap Tya pada Leon. " Jadi hari kita jadi ngerjain tugas dirumahku ya" lanjut Tya.


" Iya" jawab Leon.


" Ya udah, aku tutup ya, Assalamualaikum" ucap Tya.


" Walaikumsalam" jawab Leon dan panggilan itu mati.


Hari minggu pun tiba, hari ini Tya, Ardi dan Leon akan mengerjakan tugas dari Bu Dewi. Mereka akan membuat miniatur kota dari kardus. Mereka telah mendiskusikannya kemarin.


" Leon kamu mau kemana?" tanya Mama Rita saat melihat Leon hendak pergi.


" Mengerjakan tugas kelompok ma " jawab Leon.


" Ya sudah hati-hati " ucap Mama Rita.


" Iya ma " jawab Leo lalu mencium pipi mamanya itu adalah kebiasaan Leon dari kecil.


Leon melajukan motornya menuju rumah Tya. Saat sampai rumah Tya ternyata Ardi juga baru sampai. Mereka berdua berjalan mendekati pintu dan mengetuknya.


Pintu pun terbuka dan Khaya adik dari Tya yang membukanya. Leon sudah mengenalnya karena beberapa kali dia pernah ke rumah Tya untuk mengerjakan tugas seperti ini.


" Eh kak Leon, mau kerja kelompok ya sama kak Tya" ucap Khaya.

__ADS_1


" Iya Khaya" jawab Leon.


" Dan kakak ini?" tanya Khaya sambil menunjuk Ardi.


Ardi pun tersenyum dan mengenalkan dirinya. " Gadis manis, kenalkan kakak Ardi teman kakakmu, kakak ini murid baru jadi mungkin kamu belum tau kakak" ucap Ardi.


" Dasar cari muka banget " batin Leon saat melihat Ardi mencoba akrab dengan Khaya.


" Oh, aku Khaya, ayo kak masuk, Kak Tya ada di ruang tengah" ucap Khaya mempersilahkan Ardi dan Leon masuk.


Mereka menuju ruang tengah tempat Tya berada. Sampai di ruang tengah, Khaya meninggalkan kakaknya bersama temannya.


" Hai Tya" sapa Ardi, sedangkan Leon hanya diam saja.


Tya yang sedang asik dengan ponselnya langsung melihat ke sumber suara.


" Eh Ardi, Leon. Silahkan duduk" ucap Tya mempersilahkan.


" Ini di taruh dimana?" tanya Leon dingin sambil memegang kantong plastik yang berisi keperluan mereka yang dia beli di jalan tadi.


Ardi dan Leon pun meletakannya di lantai yang sudah di lapisi karpet.


Ketika Tya hendak turun untuk duduk di lantai, Ardi mencoba membantunya.


" Biar aku bantu" ucap Ardi sambil memegang bahu Tya.


Leon yang melihat itu dadanya serasa sesak.


" Ngapain sih pake acara pegang-pegang kek gitu" batin Leon sambil melihat ke arah Tya dan Ardi.


Setelah Tya duduk Ardi pun duduk di sebelah Tya, sedangkan Leon di depannya.


Bu Sari menghampiri mereka dengan membawa minuman dan cemilan.

__ADS_1


" Eh nak Leon apa kabar?" ucap Bu Sari yang melihat Leon sambil meletakan minuman dan cemilan tersebut.


" Baik bi" jawab Leon yang sudah biasa memanggil Bu Sari dengan sebutan Bibi. Leon pun berdiri dan menyalami Bu Sari.


Ardi pun ikut berdiri dan menyalami Bu Sari. " Perkenalkan saya Ardi tante" ucap Ardi tersenyum.


" Teman baru Tya ya" tanya Bu Sari. " Panggil saja bibi jangan tante" lanjut Bu Sari.


" Iya tante, eh bibi" jawab Ardi.


" Ya sudah Bibi ke dalam dulu ya, jangan lupa di makan kuenya" ucap Bu Sari meninggalkan mereka. Ardi dan Leon pun duduk kembali.


" Kita mulai sekarang aja yaa" ucap Tya dan diangguki oleh Ardi dan Leon.


Mereka mngerjakannya dengan teliti supaya hasilnya juga bagus, Ardi memang yang pintar menggambar dia membuat pola gambar, Leon menggunting kardus dan Tya menyusun dan mengelem kardus yang sudah digunting Leon.


Dalam waktu satu jam akhirnya miniatur kota sudah selesai, hanya tinggal menunggu catnya kering saja.


" Akhirnya selesai juga" ucap Tya.


" Iya, capek juga ya" sambung Ardi.


Tya menuangkan minuman untuk Ardi dan Leon. " Ini kalian minum dulu" ucap Tya memberikan gelas kepada Ardi dan Leon.


Saat memberikan gelas kepada Leon, tangan Tya tidak sengaja di pegang oleh Leon. Mereka diam sejenak sedangkan Ardi tidak menyadari itu, dia sibuk menghabiskan minumnya karena memang dia sangat haus.


Saat tersadar, Leon melepas tangannya dan mengambil minuman dari tangan Tya. Leon langsung menghabiskan dengan buru-buru sampai dia tersedak.


" Uhuk uhuk" Tya langsung menepuk-nepuk Leon supaya lekas reda.


" Pelan-pelan kalo minum" ucap Tya.


" Iya kaya di kejar setan aja" ucap Ardi tertawa.

__ADS_1


" Apaan sih lo" ucap Leon ketus.


Tya hanya geleng-geleng dengan sikap Leon gak selalu begitu.


__ADS_2