
Leon masih menangis dan menelungkupkan kepalanya di brankar milik Yeni. Air matanya seakan tidak mau berhenti. Hari yang sudah ia rencanakan gagal karena takdir membuat Yeni terbaring koma di rumah sakit.
Leon mencoba menghentikan tangisnya saat mendengar suara memanggilnya.
" Om Leon " panggil suara tersebut.
Leon mengangkat kepalanya dan menoleh ke sumber suara. Ternyata disana ada Bagas keponakan Yeni bersama dengan Gilang dan Yola.
" Bagas " ucap Leon.
Leon pun langsung menghapus air matanya.
Mereka berjalan mendekati Leon. Gilang menepuk pundak Leon untuk menyalurkan kekuatan. Yola bahkan sampai meneteskan air mata melihat Leon yang begitu rapuh. Sosok laki-laki yang kuat dan dingin kini sudah tidak terlihat lagi pada Leon.
" Kamu harus kuat Leon " ucap Gilang pada Leon.
" Iya kak " jawab Leon dengan senyum yang dipaksakan.
" Aku mau sama Om Leon " ucap Bagas turun dari gendongan ibunya.
Bagas berjalan mendekati Leon dan ingin naik ke pangkuannya. Leon pun dengan cepat mengangkat tubuh kecil Bagas.
" Om Leon kenapa nangis? " tanya Bagas polos.
" Om Leon gak nangis kok " jawab Leon tersenyum pada Bagas.
" Om Leon pasti sedih ya karena Tante Yeni masih tidur " ucap Bagas melihat ke arah brankar Yeni.
Leon hanya diam menahan kesedihannya, Bagas yang masih kecil saja tahu.
__ADS_1
" Om Leon jangan nangis lagi ya, nanti Tante Yeni juga bangun kalo udah puas tidurnya " ucap Bagas.
" Iya Bagas, Om Leon enggak nangis kok " jawab Leon.
" Nanti Bagas bilangin deh biar Tante Yeni cepet bangun tapi Om Leon jangan nangis lagi " ucap Bagas membuat mereka yang disana tersenyum.
" Coba Bagas bilang sama Tante Yeni biar cepat bangun " ucap Yola.
Bagas yang masih berada dalam pangkuan Leon pun mencondongkan tubuhnya ke brankar Yeni.
" Tante Yeni cepat bangun ya jangan tidur terus kasian Om Leon gak punya teman. Nanti Om Leon malah nangis lagi. Bagas gak bisa temani Om Leon terus, kan rumah Bagas jauh. Jadi Tante Yeni cepat bangun ya " ucap Bagas dengan logat cadelnya.
Setelah itu Bagas memeluk dan mencium pipi Yeni.
Yola tidak bisa menahan air matanya melihat itu.
" Sudah kan, jadi Om gak boleh nangis lagi. Bagas sudah bilang sama Tante Yeni biar cepat bangun " ucap Bagas.
" Makasih ya Bagas " ucap Leon memeluk Bagas.
" Iya Om Leon " jawab Satria.
Gilang dan Yola tersenyum melihat anaknya itu.
" Om kok ada kue? " tanya Bagas.
" Oh iya ini kue dari Om Ardi dan Tante Tya. Hari ini kan Tante Yeni ulang tahun " jawab Leon.
" Wah jadi kita bisa rayain ulang tahun Tante Yeni sekarang " ucap Bagas antusias.
__ADS_1
Mereka pun merayakan ulang tahun Yeni walaupun Yeni masih koma. Mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Yeni.
" Sekarang kita tiup lilinnya sama-sama ya " ucap Leon.
Bagas pun menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka meniup lilin itu bersama-sama.
" Aku mau kuenya " ucap Bagas.
Yola pun memotong kue ulang tahun tersebut dan menaruhnya di piring kecil.
" Biar kakak bagikan ke suster dan dokter yang merawat Yeni nanti " ucap Yola.
" Iya kak " jawab Leon.
" Om Leon gak kasih kado buat Tante Yeni? " tanya Bagas sambil memakan kuenya.
" Om Leon sudah siapin kado kok buat Tante Yeni " jawab Leon.
Leon mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya lalu membukanya. Terlihat sebuah gelas emas dan terdapat inisial namanya disana.
" Pasangin ke Tante Yeni om " ucap Bagas.
Leon pun mengambil gelas tersebut dan memakaikannya di tangan Yeni. Gelang itu benar-benar cocok untuk Yeni.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘