Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
100. Leon Sakit


__ADS_3

Saat sampai di depan kampus Tya langsung mengirim pesan pada Angga agar segera menjemputnya kebetulan juga Tya hanya mengikuti satu kelas hari ini. Yeni menemani Tya hingga Angga menjemputnya.


" Dek kamu kembali ke dalam saja " ucap Tya pada Yeni.


"Enggak mba. Aku temenin mba aja disini " jawab Yeni.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya Angga pun tiba. Angga turun dari mobil dan menghampiri Tya dan Yeni.


" Pulang sekarang nona muda ?" tanya Angga.


" Iya kak " jawab Tya.


" Dek mba pulang dulu. Makasih ya udah nemenin mba " ucap Tya pada Yeni.


" Iya mba hati-hati ya " jawab Yeni.


Kemudian Yeni membantu Tya menaiki mobil dan Angga menaruh kursi roda Tya ke dalam bagasi. Setelah itu Angga melajukan mobil itu menuju kediaman Keluarga Wicaksono.


Setelah itu Yeni berniat untuk langsung pulang karena dia hanya memiliki jadwal satu kelas hari ini. Tapi dia tiba-tiba teringat dengan Leon yang wajahnya pucat.


" Apa dia beneran sakit ya. Kok aku jadi gak tenang " ucap Yeni.


" Tapi kan aku lagi marah sama dia " lanjutnya.

__ADS_1


Saat Yeni sudah berada di parkiran untuk mengambil motornya, dia melihat Leon yang sedang menyandarkan tubuhnya di mobil miliknya dengan muka yang sangat pucat.


" Leon?" ucap Yeni lalu langsung menghampiri Leon.


" Kamu kenapa ?" tanya Yeni pada Leon.


" Ya ampun. Badan kamu panas banget. Kamu demam " ucap Yeni panik.


" Dingin " ucap Leon dengan bibir bergetar karena kedinginan.


" Aduh gimana ini?" ucap Yeni bingung.


Yeni melihat Leon yang sudah sangat kedinginan pun semakin tidak tega.


" Kita ke rumah sakit ya " ucap Yeni khawatir.


" Mana kunci mobil kamu. Aku antar kamu pulang " ucap Yeni.


Leon pun memberikan kunci mobilnya pada Yeni. Yeni membantu Leon masuk ke dalam mobil. Kemudian dia mulai menyalakan mesin dan melajukannya menuju apartemen milik Leon. Yeni tidak memperdulikan lagi motornya yang berada di parkiran kampus. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Leon.


Sesampainya di apartemen Leon, Ia membawa Leon masuk ke dalam kamarnya. Beberapa kali Leon pernah mengajaknya ke apartemennya jadi dia mengetahui pin dari apartemen itu.


Yeni membaringkan tubuh Leon di atas tempat tidur. Yeni melepaskan sepatu yang dipakai Leon lalu menyelimutinya dengan selimut yang tebal.

__ADS_1


" Kamu tunggu di sini ya. Aku buatin bubur sama teh dulu buat kamu " ucap Yeni.


Kemudian Yeni pun keluar dari kamar Leon dan menuju dapur. Yeni mulai membuat bubur untuk Leon. Setelah bubur itu matang, Yeni membuat teh hangat.


Yeni kembali ke kamar Leon dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas teh hangat. Yeni meletakkan nampan itu di atas nakas.


" Ayo kamu makan dulu setelah itu minum obat " ucap Yeni membantu Leon untuk duduk.


Yeni dengan telaten menyuapin Leon hingga bubur itu habis. Setelah itu Yeni memberikan obat penurun panas pada Leon.


Saat Yeni hendak mengembalikan bekas tempat bubur, Leon mencegahnya.


" Jangan tinggalkan aku " ucap Leon.


" Peluk aku. Ini dingin sekali " lanjutnya.


" Aku tidak akan meninggalkanmu " ucap Yeni tersenyum.


Yeni pun naik ke atas tempat tidur untuk menemani Leon tapi Leon malah memeluknya dengan sangat erat.


" Peluk aku " ucap Leon.


Yeni pun memeluk Leon hingga akhirnya mereka berdua sama-sama tertidur.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2