
Hari berganti malam. Leon baru saja sampai di apartemennya. Ia masih memikirkan pertengkarannya dengan Yeni. Leon pergi ke kamar mandi dan mengguyyr tubuhnya dengan air dingin untuk mentralkan emosinya hingga ia tidak menyadari waktu telah menunjukkan tengah malam dan badannya mulai menggigil.
Sementara itu Yeni terus menangis setelah pertengkarannya dengan Leon. Ia pun sampai tak keluar kamar untuk makan malam. Ia mengaku bersalah karena telah pergi bersama Aska tapi dia juga marah karena Leon pergi bersama Intan.
Keesokan harinya Yeni pergi ke kampus tanpa semangat. Dia mengendarai motornya untuk menuju kampus. Saat sampai kampus dia melihat Ardi dan Tya. Yeni pun langsung menghampiri mereka
" Mba " ucap Yeni memanggil Tya.
Ardi dan Tya pun menoleh ke arah Yeni. Tya pun tersenyum pada Yeni.
" Akhirnya mba masuk ke kampus lagi " ucap Yeni senang.
" Iya dek " jawab Yeni tersenyum.
" Lo naik motor sendirian Yen?" tanya Ardi pada Yeni.
" Ya sendiri lah. Emang sama siapa lagi " jawab Yeni.
" Biasanya juga gue liat lo berangkat bareng Leon tu " ucap Ardi.
" Lagi males sama tu orang " ucap Yeni dengan wajah kesal.
" Kalian ada masalah ?" tanya Tya.
" Enggak kok mba. Udah lah kita masuk aja. Ngapain juga bahas dia " jawab Yeni.
Kemudian mereka pun masuk ke dalam kampus karena kelas yang mereka ikuti akan segera dimulai.
Setelah menyelesaikan kelasnya, Yeni pun akan pergi ke kantin. Dia masih belum berkomunikasi dengan Leon. Saat sampai kantin disana sudah ada Ardi dan Tya. Yeni pun segera menghampiri mereka.
" Kalian sudah di sini ternyata " ucap Yeni dan langsung duduk bergabung dengan Ardi dan Tya.
" Kamu baru keluar kelas dek?" tanya Tya pada Yeni.
" Iya mba " jawab Yeni.
Kemudian mereka pun memesan makanan pada penjaga kantin karena perut mereka sudah lapar. Tak perlu menunggu lama pesanan mereka pun datang. Mereka pun langsung memakannya.
Terlihat Leon memasuki kantin bersama dengan Risky dan Dareen. Mereka duduk di meja tak jauh dari Yeni serta Ardi dan Tya. Yeni mencoba tidak peduli pada Leon. Tya melihat Yeni yang tidak menghiraukan keberadaan Leon.
" Dek kamu kok kaya gak peduli sama keberadaan Leon? Kalian lagi ada masalah?" tanya Tya.
__ADS_1
" Enggak kok mba " jawab Yeni.
" Itu Leon kayanya lagi sakit mukanya pucet gitu " ucap Tya.
Yeni pun menoleh ke arah Leon dan terlihat memamg wajah Leon sedikit pucat.
" Kok dia pucet banget. Apa iya dia sakit " batin Yeni masih memperhatikan Leon.
" Coba lo tanyain dia Yen. Kasian kali dia di sini sendirian kalo beneran sakit gak ada yang rawat " ucap Ardi pada Yeni.
Yeni hanya diam dan terus memperhatikan Leon yang terlihat tidak ***** memakan makanannya. Sedangkan Ardi dan Tya melanjutkan memakan makanan mereka.
Saat mereka sedang asik makan Bela datang menghampiri mereka.
" Ardi kenapa sih kamu bawa dia ke kampus lagi kan kita gak bisa berduaan " ucap Bela bergelayut pada tangan Ardi.
Ardi pun langsung melepaskan tangan Bela dan menjauh darinya.
" Apaan sih lo " ucap Ardi.
" Si ulet keket dateng lagi " ucap Yeni.
Yeni tidak menjawab dia pura-pura tidak mendengar ucapan Bela.
" Ardi lihat dia bilang aku ulet keket " ucap Bela kembali mendekati Ardi.
Tya yang melihat itu sangat kesal. Dia sudah cukup sabar selama ini Bela selalu menggoda suaminya.
" Cukup Bela. Aku sudah tidak tahan lagi. Kenapa kamu selalu menggoda suamiku ha? Aku sudah cukup sabar selama ini tapi sekarang tidak lagi. Jangan pernah menganggu suamiku lagi " ucap Tya dengan suara tinggi karena emosi.
Ardi dan Yeni serta Leon dan teman-temannya terkejut mendengar Tya yang sedang marah.Tya tidak pernah seperti itu sebelumnya.
" Wih Mba Tya kok jadi galak " batin Yeni terkejut.
" Lo gak berhak ngelarang gue " ucap Bela.
" Jelas aku berhak. Mas Ardi adalah suamiku dan aku adalah istrinya. Mas Ardi juga ayah dari bayi yang aku kandung. Sedangkan kamu hanya perempuan yang suka sekali menggoda suami orang " jawab Tya.
" Hey jaga ucapan lo ya " ucap Bela hendak menampar Tya tapi tangannya dipegang oleh Ardi.
" Jangan pernah menyetuh istri gue dengan tangan kotor lo ini " ucap Ardi melepas tangan Bela.
__ADS_1
" Ardi " ucap Bela.
" Sekarang mending lo pergi dari sini dan jangan ganggu rumah tangga Ardi dan Mba Tya lagi " usir Yeni.
" Awas ya kalian dan lo Tya gue bakal pastiin Ardi jadi milik gue " ucap Bela menunjuk Tya.
" Aku tidak akan membiarkan itu " jawab Tya.
Kemudian Bela pun pergi dari kantin dengan marah. Sedangkan Ardi mencoba menenangkan Tya.
" Sudah sayang. Kasian anak kita " ucap Ardi.
" Kamu suka kan mas digodain sama dia terus " ucap Tya hendak menangis.
" Enggak sayang. Aku udah berusaha hindari dia " jawab Ardi.
" Kamu bohong. Buktinya dia terus deketin kamu. Jangan-jangan selama aku gak ke kampus kamu sering sama dia. Kamu jahat mas " ucap Tya menangis
" Enggak sayang. Aku... " belum sempat Ardi melanjutkan kata-katanya sudah dipotong Tya.
" Sudahlah aku ingin pulang " ucap Tya.
" Dek antar aku ke depan " lanjut Tya pada Yeni.
" Aku antar pulang " ucap Ardi.
" Tidak. Aku akan pulang bersama Kak Angga " jawab Tya.
" Ayo dek" ucap Tya.
" Iya mba " jawab Yeni.
Yeni pun berdiri dari duduknya lalu mendorong kursi roda Tya meninggalkan Ardi. Ardi yang menyusulnya dicegah oleh Yeni.
" Biar mba Tya tenang dulu " ucap Yeni.
Kemudian Yeni pun melanjutkan mendorong kursi roda Tya dan membawanya keluar kampus.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1