
Keesokan harinya, seperti hari-hari sebelumnya Leon akan muntah-muntah dan badannya lemas setiap pagi. Yeni memegangin Leon yang sedang memuntahkan semua isi perutnya di wastafel kamar mandi.
" Ayo mas aku bantu ke tempat tidur " ucap Yeni saat Leon sudah selesai.
Yeni pun memapah tubuh Leon ke tempat tidur dan membantunya untuk bersandar.
" Mau aku buatin teh anget?" tawar Yeni.
" Enggak " jawab Leon lemah.
Yeni pun bergegas untuk mandi yang tertunda karena melihat Leon sedang muntah setelah ia memasak untuk sarapan tadi.
Saat Yeni hendak mengambil handuk, ia melihat kantong plastik berisik tespeck yang ia beli. Ia pun teringat untuk melakukan tes kehamilan dengan itu. Yeni membawa alat tes kehamilan itu ke kamar mandi.
Yeni mencelupkan semua alat itu dari beberapa merk yang ia beli agar hasilnya akurat.
" Semoga hasilnya memuaskan " ucap Yeni begitu berharap dirinya hamil.
Yeni pun mandi sembari menunggu alat itu memberikan hasilnya.
Beberapa saat kemudian Yeni sudah selesai mandi. Ia mengambil alat itu. Ia begitu terkejut saat melihat dua garis merah di semua alat tespeck yang ia beli dan menandakan bahwa dirinya tengah hamil.
" Aku hamil " ucap Yeni masih tidak percaya.
Yeni sampai meneteskan air mata karena begitu bahagia.
__ADS_1
Setelah bisa mengendalikan dirinya Yeni pun mengambil salah satu dari tespeck itu dan keluar dari kamar mandi.
" Mas Leon " panggil Yeni cukup keras.
" Ada apa sih ?" tanya Leon malas.
Yeni yang masih menggunakan handuk itu langsung menghampiri Leon. Ia terus tersenyum.
" Mas lihat ini " ucap Yeni menunjukan alat tes kehamilan itu.
" Ini kan alat tes kehamilan " ucap Leon cuek.
" Iya mas " jawab Yeni tersenyum.
Beberapa saat kemudian Leon baru sadar apa yang ingin ditunjukan Yeni. Yeni menggunakan alat itu dan dia terlihat bahagia. Leon pun bertanya untuk memastikannya.
" Iya mas. Aku hamil. Aku hamil ana kita " jawab Yeni begitu bahagia.
Leon langsung turun dari tempat tidur. Ia memegang kedua bahu Yeni.
" Kamu gak bencanda kan?" ucap Leon.
" Aku beneran hamil mas. Aku udah coba beberapa tespeck dan hasilnya positif semua " jawab Yeni.
Setelah mendengar jawab Yeni, Leon pun langsung memeluknya. Ia merasa begitu bahagia. Hatinya menjadi menghangat setelah mengetahui istrinya tengah hamil. Yeni pun membalas pelukan Leon.
__ADS_1
" Aku jadi daddy " ucap Leon.
" Iya mas. Aku juga jadi mommy " jawab Yeni.
" Kita ke dokter ya sekarang. Aku mau lihat anak kita " ucap Leon melepaskan pelukannya.
" Mas ini masih pagi. Badan kamu juga masih lemes. Nanti agak siangan ya. Biar kamu agak baikan dulu " ucap Yeni.
Leon begitu bersemangat sampai ia lupa bahwa sekarang dirinya sedang lemah.
" Baiklah " jawab Leon.
Yeni mengajak Leon untuk duduk di atas tempat tidur.
" Terima kasih " ucap Leon sambil mengusap perut Yeni yang masih rata.
Yeni pun tersenyum melihat itu. " Iya mas " jawab Yeni.
" Tumbuh lah dengan sehat disini dan cepatlah keluar. Daddy dan mommy menunggu kehadiranmu " ucap Leon pada janin di perut Yeni.
Yeni terharu sampai meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka bahwa Leon yang dingin dan datar bisa bicara lembut bahkan pada bayi mereka yang belum lahir.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampie ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘