Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
223. Seblak Ala Leon


__ADS_3

Yeni baru saja selesai mandi saat pukul dua malam dan sekarang ia sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Leon benar-benar menggempurnya hingga semua tulangnya terasa remuk. Leon juga menyerangnya di dalam kamar mandi yang membuat Yeni bertambah kesal. Perutnya sudah sangat lapar karena belum makan malam dan langsung digempur oleh Leon hingga pukul dua malam.


" Sayang " panggil Leon yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya.


Yeni hanya diam karena ia masih sangat kesal pada Leon. Yeni berdiri dari duduknya setelah selesai mengeringkan rambutnya. Ia pergi ke ruang ganti untuk mengambilkan pakaian ganti untuk Leon.


" Sudah dong sayang, jangan marah " ucap Leon saat Yeni memberikan pakaian ganti kepadanya.


" Hmm " jawab Yeni.


" Sayang, aku minta maaf ya. Jangan marah " ucap Leon dengan wajah yang memelas.


Yeni pun menghela napasnya panjang. " Iya, sudah cepet pake baju. Aku sudah laper banget dan kamu harus masakin aku sesuai ucapan kamu tadi " ucap Yeni lalu beranjak keluar dari kamar.


" Iya sayang " jawab Leon.


Leon memang berkata akan memasakkan makanan untuk Yeni saat ia akan menyerang Yeni di kamar mandi.


Leon segera memakai pakaiannya lalu menyusul Yeni yang sudah keluar terlebih dahulu. Ia menghampiri Yeni yang sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


" Istri aku ini mau dimasakin apa? " tanya Leon pada Yeni.


" Seblak, sekarang aku lagi pengen makan seblak yang pedes banget" jawab Yeni.


" Oke, aku bakal masakin seblak tapi gak boleh pedes banget. Nanti perut kamu sakit terus kasian juga Baby Twins kalau minum ASI kamu nanti kepedesan " ucap Leon.


" Iya, tapi harus ada rasa pedesnya " jawab Yeni.


" Kamu tunggu dulu ya sayang " ucap Leon berdiri lalu mengecup puncak kepala Yeni.


Leon segera mengambil bahan-bahan untuk membuat seblak di dalam kulkas. Yeni terus memperhatikan apa yang dilakukan Leon untuk membuat seblak. Leon terlihat sudah biasa membuat seblak dan itu dapat dilihat dari cara ia mengulek bumbu dan menentukan bahan-bahan untuk seblak.


" Seblak ala Leon sudah siap " ucap Leon meletakkan mangkuk berisi seblak di hadapan Yeni.


Aroma seblak itu sungguh membuat Yeni ingin segera memakan seblak itu. Yeni pun memasukkan satu sendok kuah seblak ke dalam mulutnya. Mata Yeni langsung membulat sempurna saat merasa seblak di mulutnya.


" Gimana sayang? " tanya Leon pada Yeni.


" Enak banget ini Mas " jawab Yeni lalu kembali menyuapkan seblak itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Leon tersenyum melihat Yeni yang memakan seblak buatan dengan sangat lahap. Leon juga memakan seblak itu karena ia juga merasa sangat lapar.


" Aku gak nyangka Mas, kamu bisa masak seblak seenak ini " ucap Yeni setelah menghabiskan dua mangkuk seblak.


" Iya dong sayang. Dulu waktu masih di Surabaya, aku sering buat seblak sendiri kalau lagi pengen " jawab Leon.


Yeni ingin mencuci mangkuk dan peralatan masak yang tadi Leon gunakan tapi Leon melarangnya.


" Gak usah, biar besok Bi Ijum aja. Sekarang kita ke kamar aja terus tidur " ucap Leon pada Yeni.


" Iya Mas " jawab Yeni menurut.


Setelah itu mereka pun kembali ke kamar mereka untuk beristirahat sebelum waktu subuh tiba.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2