
Seminggu pun berlalu. Beberapa hari ini Yeni menghabiskan waktunya hanya berada di apartemen karena libur semeter telah tiba. Ia sangat malas harus keluar seorang diri karena Leon sudah mulai bekerja di kantor Paman Smith.
Pagi ini Yeni memasak omlet untuk sarapan karena Leon yang memintanya. Tapi saat sedang asik memasak ia dikagetkan Leon yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
" Eh mas " ucap Yeni kaget.
" Hmm " gumam Leon yang sepertinya baru bangun tidur setelah sholat subuh ia tidur kembali.
" Lepas mas. Aku lagi masak " ucap Yeni.
Leon tidak menghiraukan Yeni, ia malah mulai menciumi leher Yeni dan menciptakan sebuah tanda merah.
" Mas masih pagi gak usah mancing-mancing " ucap Yeni.
" Enggak " jawab Leon.
" Kamu mandi aja sekarang. Aku mau nyiapin sarapan sama baju kamu dulu. Kamu harus kerja kan. Ini udah siang mas " ucap Yeni.
" Tapi aku sedang ingin " ucap Leon mencium pipi Yeni.
" Nanti malam aja ya " bujuk Yeni.
Bukan ia tidak mau menuruti suaminya yang tadinya dingin tapi mulai berubah bucin itu tapi hari sudah semakin siang dan Leon harus pergi kantor.
" Baiklah " ucap Leon melepaskan pelukannya dan pergi untuk mandi.
Setelah menyiapkan sarapan, Yeni pun pergi ke kamar untuk menyiapkan baju ganti untuk Leon. Yeni mengambil sebuah celana panjang dan sebuah kemeja berwarna navy. Leon memang tidak mau berpenampilan terlalu formal.
Saat Yeni keluar dari ruang ganti bertepatan dengan Leon yang baru keluar dari kamar mandi.
" Ini mas baju gantinya " ucap Yeni meletakkan baju ganti Leon di atas tempat tidur.
" Tidak sekalian dipakaikan?" tanya Leon lalu duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Manja sekali. Kamu itu sudah besar. Sudah bisa pakai baju sendiri " jawab Yeni.
Saat Yeni hendak pergi kembali ke dapur, tiba-tiba Leon menarik tangan Yeni hingga Yeni jatuh di pangkuannya.
" Akhh " pekik Yeni.
" Apa-apaan sih mas" ucap Yeni.
" Kalau aku maunya dipakaikan kamu gimana?" bisik Leon.
" Mas ih. Pakai aja sendiri. Aku mau buat kopi dulu buat kamu. Kamu cepet pakai bajunya terus keluar. Kita sarapan" ucap Yeni.
Yeni pun beranjak dari pangkuan Leon dan kembali pergi ke dapur.
Sedangkan Leon masih duduk di atas tempat tidur sambil tersenyum.
" Jika tidak harus ke kantor aku pasti akan terus mengurungnya dalam pelukanku " ucap Leon tersenyum.
Beberapa saat kemudian Leon pun sudah rapi. Ia langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan. Terlihat Yeni yang baru saja meletakkan secangkir kopi untuk Leon. Leon duduk di salah satu kursi lalu Yeni mulai mengambilkan makanan untuk Leon.
Setelah mengambilkan makanan untuk Leon dan dirinya sendiri Yeni pun duduk di sebelah Leon. Mereka pun sarapan dengan tenang karena tidak ada yang berbicara saat makan.
" Aku sudah selesai" ucap Leon saat sudah menyelesaikan sarapannya.
" Mau berangkat sekarang?" tanya Yeni.
" Iya " jawab Leon.
Leon berdiri dan pergi keluar diikuti oleh Yeni dengan membawa tas kerja Leon.
" Aku berangkat" ucap Leon saat mereka sudah sampai di deoan pintu.
" Hati-hati ya mas " ucap Yeni.
__ADS_1
Kemudian Yeni pun mencium tangan Leon.
" Jika ingin pergi bilang sama aku " ucap Leon.
" Iya mas " jawab Yeni.
Leon pun mencium kening Yeni. Tapi setelah itu Leon masih tetap di tempatnya.
" Katanya mau berangkat " ucap Yeni saat melihat Leon diam saja.
" Aku belum mendapatkan balasanku " ucap Leon.
" Balasan apa?" tanya Yeni.
Leon pun menunjukkan pipi kanannya. Yeni yang mengerti maksud Leon pun tersenyum lalu mencium pipi pria kulkas yang dulunya kaku dan dingin sekarang mulai bucin.
Cup.
Leon pun tersenyum saat bibir Yeni mendarat di pipi kanannya.
" Udah kan sana berangkat" ucap Yeni.
" Assalamualaikum " ucap Leon.
" Walaikumsalam " jawab Yeni tersenyum.
Yeni pun melambaikan tangannya sambil tersenyum hingga Leon menghilang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir kr karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh "😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1