Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
39. Usaha Yeni


__ADS_3

Hari telah berganti. Pagi-pagi sekali Yeni sudah bersiap ke sekolah. Yeni pun menuju dapur untuk mengambil air putih karena dia merasa haus. Setelah meminum air itu Yeni melihat roti dan beberapa sayuran di kulkas.


" Apa aku buatin Leon sandwich aja ya. Siapa tahu ini bisa buat aku lebih deket sama dia " ucap Yeni tersenyum.


Kemudian Yeni pun mengambil beberapa bahan dari kulkas dan mulai membuat sandwich untuk Leon. Setelah selesai Yeni pun menaruh sandwich buatannya ke dalam kotak bekal dan menuliskan sebuah surat untuk Leon.


" Semoga Leon suka " ucap Yeni tersenyum.


Kemudian Yeni pun kembali ke kamarnya untuk mengambil tasnya lalu pergi ke meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


Setelah selesai sarapan Yeni pun langsung berpamitan pada kedua orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Yeni memakai sepatunya lalu mengendarai motornya menuju sekolah.


Sesampainya di sekolah Yeni langsung menuju kelasnya dengan hati yang bahagia. Saat memasuki kelas Yeni melihat Ardi dan Tya yang sedang bermesraan.


" Hey kalo mesra-mesraan jangan di sekolah " ucap Yeni yang baru memasuki kelas.


Spontan Tya langsung mendorong tubuh Ardi supaya menjauh darinya. Wajah Tya menjadi sangat merah seperti tomat yang sudah matang. Sedangkan Ardi hanya tersenyum dan tampak biasa saja.


" Ganggu aja lo " ucap Ardi yang langsung mendapat cubitan di perut dari Tya.


" Aw sakit sayang " ucap Ardi sambil memegang perutnya.


Yeni pun tertawa. " Udah minggir sana " ucap Yeni mengusir Ardi dari bangkunya.


Kemudian Ardi bangkit dari duduknya dan menuju bangkunya sendiri. Yeni pun mendudukkan bangkunya setelah Ardi pergi.


Yeni membuka tasnya dan mengambil kotak bekal dari dalam tasnya. Kemudian dia berdiri untuk menaruhnya di laci meja Leon. Yeni berusaha untuk bisa meluluhkan hati Leon.


" Mau kemana dek?" tanya Tya saat melihat Yeni berdiri.


" Gak kemana-mana " jawab Yeni.


" Terus itu apa?" tanya Tya lagi saat melihat Yeni menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


" Bukan apa-apa kok " jawab Yeni gugup.

__ADS_1


Kemudian Yeni pun langsung pergi ke belakang saat perhatian Tya teralihkan oleh Ardi. Yeni diam-diam ke meja Leon dan menaruh kotak bekal yang berisi sandwich di laci meja Leon.


" Semoga Leon suka dan perlahan bisa buka hati buat aku " gumam Yeni tersenyum.


Kemudian Yeni kembali ke bangkunya sebelum ada yang melihat apa yang dilakukannya. Setelah Yeni duduk, Leon the genk memasuki kelas dan disusul teman-teman yang lain. Yeni diam-diam terus memperhatikan Leon.


Leon yang hendak duduk dikagetkan dengan sebuah kotak bekal di lacinya. Leon mengambil dan membuka kotak bekal tersebut. Kotak bekal itu berisi sandwich dan ada surat disana. Leon membuka surat itu.


" Aku harap kamu suka dan buka hati kamu buat aku " tulisan dalam surat itu.


Leon pun tahu siapa yang memberinya bekal itu. Leon melihat ke arah Yeni sehingga mata mereka bertemu kebetulan Yeni juga sedang melihat Leon. Leon menatap tajam Yeni kemudian meletakan kotak bekal itu dan duduk di bangkunya.


" Lo bawa bekal ?" tanya Risky saat melihat kotak bekal di meja Leon.


" Lo mau?" ucap Leon pada Risky.


" Dengan senang hati " ucap Risky kemudian mengambil kotak bekal yang berada di meja Leon.


Yeni melihat Leon memberikan sandwich buatannya pada Risky menjadi sedih.


" Huh harus cari cara lain. Ayo Yeni jangan menyerah " batin Yeni menyemangati dirinya sendiri.


" Sayang, Yeni kenapa itu ?" tanya Ardi. Posisinya berada di belakang Tya memudahkan mereka untuk mengobrol.


" Gak tahu juga, nanti aja aku tanya. Bentar lagi masuk " jawab Tya.


Dan benar saja lonceng masuk pun berbunyi. Mereka pun bersiap-siap menunggu guru masuk. Tak lama guru pun masuk.


" Selamat pagi anak-anak " ucap Pak Anton seorang guru Bahasa Indonesia.


" Pagi pak " jawab para murid bersemangat terutama murid perempuan. Pak Anton masih muda dan tampan sehingga banyak murid perempuam yang tergila-gila padanya.


" Baik hari ini bapak minta kalian membuat karangan pendek tentang sesorang yang berkesan dalam hidup kalian. Mungkin tentang keluarga, teman atau mungkin pacar " ucap Pak Anton.


" Kalo tentang bapak boleh gak?" tanya Lisa.

__ADS_1


" Boleh saja bila bapak berkesan buat kamu " jawab Pak Anton.


" Kalo jadi pacar bapak boleh gak pak?" tanya Sasa.


Seketika kelas pun menjadi riuh, sedangkan Pak Anton hanya tersenyum menanggapi ucapan salah satu muridnya.


" Dasar ganjen" ucap Dareen.


" Hey iri bilang bos " ucap Sasa pada Dareen yang mengundang tawa seisi kelas.


Dua jam berlalu, para murid pun sudah selesai mengerjakan tugas yang diberikan Pak Anton. Mereka mengumpulnya satu persatu ke depan.


" Baiklah anak-anak, bapak akhiri pelajaran bapak hari ini. Jangan lupa nanti hadir di kelas tambahan karena kalian sebentar lagi akan menghadapi ujian " ucap Pak Anton.


" Iya pak " jawab semua murid.


" Bapak permisi selamat siang" pamit Pak Anton.


" Siang pak " ucap para murid.


Pak Anton pun keluar dari kelas. Para murid berhamburan pergi ke kantin begitu pula dengan Leon the genk. Leon berjalan keluar melewati meja Tya dan Yeni. Setelah Leon sudah keluar Yeni berdiri akan melangkah pergi.


" Mau kemana dek ?" tanya Tya.


" Ke kantin " jawab Yeni.


"Gak bareng yang lain?" ucap Tya.


" Nggak mba, keburu laper ini " ucap Yeni kemudian langsung berlari.


Setelah Yeni pergi Tya pun melamun, dia merasakan Yeni sedikit berbeda.


" Kenapa Yeni jadi kaya beda gitu. Apa dugaanku bener dia udah ada hubungan sama Leon. Tadi juga setelah Leon keluar dia juga bilang mau pergi ke kantin " batin Tya.


Sedangkan Yeni tidak pergi ke kantin dia pergi ke taman sekolah. Dia masih sedih karena Leon memberikan sandwich buatannya pada orang lain.

__ADS_1


" Susah banget sih buat luluhin hati kamu " ucap Yeni.


Yeni berdiam disana hingga waktu istirahat habis dan lonceng masuk berbunyi dan Yeni baru kembali ke kelasnya.


__ADS_2