
Setibanya di Surabaya hari sudah menjelang senja. Leon dan Yeni serta Mama Rita dan Papa Axcel langsung pergi menuju rumah orang tua Yeni dari Bandara.
Setelah memakan waktu sekitar satu jam akhirnya mereka pun sampai. Yeni turun terlebih dahulu dan langsung menuju rumahnya diikuti Leon serta Mama Rita dan Papa Axcel.
" Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " terdengar jawaban dari dalam.
Tak lama pun terlihat Ayah Yeni membukakan pintu.
" Yeni?" ucap Ayah Yendi terkejut.
" Kamu kok pulang gak kasih kabar " lanjut Ayah Yendi.
Yeni pun mencium tangan ayahnya diikuti oleh Leon.
" Leon juga? " ucap Ayah Yendi.
" Selamat sore pak. Masih mengenal kami kan " ucap Papa Axcel pada Ayah Yendi.
" Tentu saja " jawab Ayah Yendi tersenyum.
" Mari silahkan masuk " ucap Ayah Yendi mempersilakan tamunya.
__ADS_1
Mereka semua pun masuk dan duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
" Yeni?" ucap Bu Yosi yang baru keluar untuk melihat siapa yang datang.
" Ibu " ucap Yeni menghampiri ibunya lalu memeluknya.
Setelah itu mereka semua pun duduk di ruang tamu.
" Sebelumnya saya minta maaf karena kedatangan saya dan istri saya ke sini tiba-tiba. Tapi ada suatu hal yang penting yang ingin saya bicarakan mengenai anak-anak kita " ucap Papa Axcel membuka pembicaraan.
Ayah Yendi dan Bu Yosi pun saling melihat. Sedangkan Yeni menundukkan kepalanya dan tangannya sudah gemetar karena takut.
" Tidak apa-apa pak. Apa yang ingin bapak dan ibu bicarakan ?" tanya Ayah Yendi.
" Begini pak. Anak-anak kita ternyata sudah menjalin hubungan. Tujuan saya ke sini adalah ingin melamar Yeni untuk putra saya Leon. Saya ingin mereka segera menikah" jawab Papa Axcel.
" Iya bu saya mengerti. Tapi saya dan suami saya ingin mereka segera menikah karena kami takut mereka akan melakukan hal tidak kita inginkan " jawab Mama Rita.
" Benar kata Bu Rita bu. Apalagi mereka berdua tinggal jauh dari kita. Walaupun Yeni bersama Yola tapi kan Yola memiliki keluarganya sendiri, tidak bisa mengawasi Yeni terus " ucap Ayah Yendi pada istrinya.
" Bagaimana sayang? Apa kamu mencintai Nak Leon dan mau menikah dengannya?" tanya Ayah Yendi pada Yeni.
Yeni pun mengangkat wajahnya lalu ia menatap Leon. Sedangkan merasa sangat gugup saat itu.
__ADS_1
" Iya yah. Yeni mau menikah dengan Leon " jawab Yeni.
Papa Axcel dan Mama Rita pun tersenyum. Leon juga merasa lega karena setidaknya orang tua Yeni juga sudah merestui mereka.
" Baiklah pak. Lamaran Nak Leon kami terima " ucap Ayah Yendi tersenyum.
" Syukurlah. Saya ingin mereka menikah lusa. Saya akan menyiapkan semuanya " jawab Papa Axcel.
" Apa? Lusa?" ucap Leon dan Yeni bersamaan.
" Apa tidak terlalu cepat pa?" ucap Leon pada Papa Axcel.
" Semakin cepat maka akan semakin baik " jawab Papa Axcel.
" Saya setuju " sambung Ayah Yendi.
Tak lama terdengar azan magrib berkumandang. Ayah Yendi mengajak Leon dan orang tuanya untuk sholat berjamaah dan makan malam bersama disana.
Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah mereka pun makan malam. Mereka makan malam sambil sesekali mengobrol. Terlihat sekali mereka sudah sangat akrab. Sedangkan Leon dan Yeni hanya diam.
Leon serta Papa Axcel dan Mama Rita langsung berpamitan setelah selesai makan malam. Setelah kepergian mereka Yeni pergi ke kamar untuk mandi dan beristirahat. Banyak sekali kejadian hari ini yang menegangkan untuk dirinyatapi ia juga bahagia karena akan menikah dengan orang yang ia cintai.
Sementara itu Ayah Yendi menghubungi sanak saudara tentang pernikahan Yeni.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05 😘