
Dua hari telah berlalu. Hari para siswa akan menerima hasil dari kerja keras mereka belajar selama setengah semester.
Yeni sedang makai sepatunya di teras rumah. Dia akan pergi ke sekolah dengan motor kesayangannya. Yeni melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Begitu juga dengan Leon setelah selesai sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tuanya, Leon pun berangkat ke sekolah. Leon hari ini tidak membawa motornya karena motornya tersebut sedang berada di bengkel.
Leon sampai di sekolah bertepatan dengan Yeni yang juga baru sampai di sekolah. Leon memarkirkan mobilnya di sebelah motor milik Yeni.
Leon keluar dari mobil dan melihat Yeni yang sedang melepas helmnya. Dia melihat ke arah Yeni sebentar lalu melangkahkan kakinya menuju kelas.
" Tu cowok ya. Coba liat cewek cantik gini disapa kek. Itu malah dilirik tajem gitu " gerutu Yeni.
Kemudian Yeni pun mengikuti langkah Leon menuju kelas mereka.
Setelah pengumuman hasil belajar mereka selama satu semester, mereka langsung pulang. Leon bersama kedua temannya berjalan menuju parkiran.
" Nanti malam keluar yuk" ucap Dareen.
" Ayok aja sih. Di deket taman ada kedai kopi baru. Kita kesana aja" ucap Risky.
" Lo ikut ?" tanya Dareen pada Leon.
" Hmm " jawab Leon lalu langsung masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan Yeni, dia berkumpul bersama teman-temannya dulu di kelas. Mereka berencana akan pergi bersama malam ini sekaligus membantu Ardi untuk menyatakan cintanya pada Tya.
Hari ini Yeni akan ikut ke rumah Tya dan menginap di sana. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah untuk meminta izin pada Paman Nadi.
Sampai di rumah Tya, Ardi dan Yeni memarkirkan motor mereka di depan rumah. Kemudian Ardi membawa Tya ke kursi rodanya lalu mendorongnya ke arah pintu.
Mereka pun mengetuk pintu kemudian mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikun" ucap mereka bersamaan.
Kemudian terdengar Paman Sari menjawab salam mereka kemudian pintu terbuka.
Ceklek.
__ADS_1
Mereka kemudian menyalami Bibi Sari bergantian.
" Ayo masuk" ucap Bibi Sari lalu masuk diikutin mereka dengan Ardi tetap mendorong kursi roda Tya.
Ternyata di ruang tamu sudah ada Paman Nadi yang baru saja pulang untuk sholat dan makan siang.
Mereka pun menghampiri Paman Nadi dan menyalaminya.
" Ayo Ardi duduk" ucap Paman Nadi mempersilahkan.
" Iya paman" jawab Ardi
Kemudian duduk di sofa tidak jauh dari Paman Nadi.
" Yeni gak disuruh duduk nih paman" ucap Yeni.
" Kamu tu, biasanya juga langsung duduk tanpa dipersilahkan" ucap Ayah Nadi tertawa.
" Hehe" cengir Yeni dengan memperlihatkan jajaran giginya.
Paman Nadi pun teringat bahwa hari ini mereka bagi rapot dan menanyakan hasilnya.
" Bagaimana hasil belajar kamu kak?" tanya Paman Nadi pada Tya.
" Alhamdulillah" ucap Ayah Nadi senang. " Kalo kalian gimana?" lanjut Paman Nadi pada Ardi dan Yeni.
" Alhamdulillah, satu di bawah Tya paman" ucap Ardi.
" Terus keponakan kesayangan paman ini?" ucap Paman Nadi melihat ke arah Yeni.
" Kalo aku lumayan lah naik satu peringkat" ucap Yeni.
" Bagus, lebih rajin lagi belajarnya" ucap Paman Nadi lalu diangguki oleh mereka.
Kemudian Ardi pun memberanikan diri untuk berbicara pada Paman Nadi.
" Paman ada yang ingin Ardi bicarakan" ucap Ardi pada Paman Nadi. Terlihat sekali Ardi sangat gugup.
" Iya nak Ardi bicara saja" ucap Paman Nadi.
__ADS_1
Belum sempat Ardi berbicara lagi, Bibi Sari datang membawa minuman.
" Ini diminum dulu" ucap Bibi Sari kemudian duduk di sebelah Paman Nadi setelah meletakan minuman di meja.
" Terima kasih bi" ucap Ardi lalu menyesap minumannya.
Bibi Sari menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Apa yang mau kamu bicarakan nak Ardi?" tanya Paman Nadi.
" Begini paman, saya ingin mengajak Tya pergi. Kami tidak hanya berdua kok, ada teman-teman yang lain juga. Jadi saya meminta izin pada paman" ucap Ardi.
" Kapan?" tanya Paman Nadi.
" Malam ini paman" jawab Ardi pada Paman Nadi.
" Kamu mau ikut pergi bersama mereka?" tanya Paman Nadi pada Tya.
" Iya yah" jawab Tya takut-takut.
" Sama Yeni juga kok paman. Mba Tya bakal Yeni jagain, kan sama Ardi juga paman" ucap Yeni berusaha meyakinkan Paman Nadi.
" Apa tidak merepotkan kalian jika mengajak Tya?" ucap Paman Nadi pada Ardi dan Yeni.
" Tidak paman, kami sangat senang jika Tya ikut" jawab Ardi.
Paman Nadi tampak berfikir, sedangkan Ardi berharap bisa mendapatkan izin dari Paman Nadi.
" Baiklah tapi ingat jangan pulang terlalu malam dan jangan macam-macam" ucap Pamam Nadi.
Ardi pun merasa lega mendengarnya, dia bisa mendapatkan izin untuk mengajak Tya pergi. Begitu pun dengan Tya dan Yeni.
" Terima kasih paman" ucap Ardi tersenyum.
Paman Nadi pun juga tersenyum.
" Ayah terima kasih" ucap Tya dia sangat senang mendapatkan izin dari Ayahnya.
Kemudian terdengar suara adzan berkumandang. Setelah azan selesai Ardi pun berpamitan pulang.
__ADS_1
" Kalau begitu Ardi pulang dulu, nanti Ardi bakal jemput Tya" ucap Ardi lalu menyalami Paman Nadi dan Bibi Sari kemudian dia pulang menuju rumahnya.
Sementara Tya dan Yeni menuju kamar Tya. Yeni juga sudah meminta izin kepada orang tuanya untuk menginap di rumah Tya.