
Pagi itu di sebuah kamar kost di Jakarta Aska sedang bersiap-siap untuk menemui Yeni. Aska berniat untuk menyatakan perasaannya selama ini kepada Yeni.
" Huh semangat Aska. Yakin aja kalo Yeni pasti menerima cintaku " ucap Aska pada dirinya sendiri.
Kemudian Aska mengambil helmnya dan keluar dari kamar kost tersebut. Aska mengendarai motornya membelah jalanan Jakarta yang cukup lenggang pagi itu.
Setibanya di rumah kakak Yeni, Aska pun langsung mengetuk pintu rumah itu.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum " ucap Aska.
Tak lama pintu pun terbuka. Terlihat Yeni dengan menggunakan baju rumahannya.
" Walaikumsalam " jawab Yeni.
" Eh lo Ka. Ayo masuk " ucap Yeni.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah. Yeni mempersilakan Aska untuk duduk.
" Ada apa lo ke sini Ka?" tanya Yeni.
" Hmm gue mau ngajak lo keluar. Ada yang mau gue omongin sama lo penting " jawab Aska.
" Gak bisa ngomong disini aja " ucap Yeni.
" Ayolah Yen " ucap Aska.
" Gue siap-siap dulu " ucap Yeni dan diangguki oleh Aska.
Yeni pun pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
" Mau ngomong apa sih Aska. Kalo Leon tahu aku pergi sama dia kan bahaya. Tapi aku penasaran " gumam Yeni.
Setelah Yeni selesai bersiap, mereka pun pergi menuju suatu tempat dengan menggunakan motor milik Aska. Tak lama Aska memberhentikan motornya di sebuah taman.
Yeni pun turun dari atas motor Aska. Ia memberikan helm yang digunakannya pada Aska.
" Kita mau ngapain ke taman?" tanya Yeni pada Aska.
__ADS_1
" Udah lo ikut aja pokoknya " jawab Aska.
Aska pun menarik tangan Yeni untuk mengikutinya memasuki taman tersebut. Aska meminta Yeni untuk duduk di sebuah kursi dan ia ikut duduk di sebelahnya.
" Ternyata dalem tamannya bagus ya " ucap Yeni memperhatikan sekitarnya.
" Lo suka ?" tanya Aska.
" Iya gue suka " jawab Yeni.
Mereka pun terdiam hingga beberapa saat.
" Yen " panggil Aska.
" Iya Ka " jawab Yeni.
" Gue mau jujur sama lo " ucap Yeni.
" Soal apaan?" tanya Yeni.
" Soal perasaan gue " jawab Aska.
Yeni pun terkejut mendengar jawaban Aska. Ia merasa akan ada yang tidak beres.
" Lo tahu kan kalo gue dari dulu suka sama lo. Perasaan ini gak pernah hilang dari dulu Yen. Malah sekarang bertambah besar dan gue rasa gue udah cinta sama lo " ucap Aska.
Yeni pun hanya diam mendengarkan Arka. Arka melihat ke arah Yeni dan meraih tangan Yeni.
" Lo mau gak jadi pacar gue?" ucap Aska pada Yeni.
" Lo serius Ka?" tanya Yeni terkejut.
" Gue serius Yen " jawab Aska.
Yeni pun melepaskan tangan Aska. " Hmm maaf Ka. Tapi gue cuma nganggep lo sahabat gue. Gue gak bisa bales perasaan lo. Lagi pula gue udah cinta sama orang lain " ucap Yeni.
" Apa orang itu Leon ?" tanya Aska.
Yeni pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Oke gak papa kok. Gue udah lega ngungkapin ini semua ke lo " ucap Aska berusaha tersenyum.
" Maafin gue Ka. Gue harap setelah ini lo tetep jadi sahabat gue " ucap Yeni.
" Iya lo tenang aja " jawab Aska.
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Yeni. Orang itu tak lain adalah Leon.
" Leon?" ucap Yeni terkejut.
Leon pun terus menarik tangan Yeni tanpa memperdulikan yang lain.
" Leon sayang kamu mau kemana?" ucap Intan yang saat itu juga sedang bersama Leon dan berusaha menghalanginya.
" Minggir " bentak Leon.
Leon membawa Yeni ke sudut taman yang sepi. Yeni saat itu ingin marah karena Leon bersama dengan Intan dan Intan memanggilnya sayang.
" Berani-beraninya kamu pergi dengan laki-laki lain tanpa izinku. Dan lagi dia menyatakan cintanya" ucap Leon marah mencengkram kedua bahu Yeni.
" Aska memang menyatakan cintanya. Tapi aku menolaknya " ucap Yeni.
" Tetap saja. Dia itu mencintaimu dan kamu pergi bersamanya " ucap Leon.
" Lalu bagaimana dengan kamu yang pergi dengan ulet keket itu tapi memberitahu aku " ucap Yeni yang juga marah.
" Aku tidak sengaja bertemu dengannya " jawab Leon.
" Bilang saja jika kamu sudah tergoda dengannya " ucap Yeni.
" Hey jangan balik menyalahkan aku. Kamu yang jelas-jelas bersama laki-laki lain yang juga mencintaimu" ucap Leon emosi.
" Sudah aku bilang aku hanya menganggap dia sahabatku " jawab Yeni.
" Cih alasan " ucap Leon.
" Sudahlah terserah kamu. Aku juga kecewa padamu " ucap Yeni.
Yeni menangis dan kemudian pergi meninggalkan Leon. Ia menyetop taksi dan berniat langsung pulang. Sedangkan Leon masih terlihat emosi dia cemburu wanitanya dicintai laki-laki lain.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘