
Sebulan telah berlalu. Hubungan Leon dan Yeni berjalan dengan baik walau belum banyak kemajuan karena Leon masih saja terus bersikap dingin. Intan juga kerap sekali mengganggu dan mendekati Leon.
Pagi ini Yeni sudah berada di kampus. Dia berangkat bersama Leon.
" Kenapa masih disini?" tanya Leon saat melihat Yeni tidak pergi menuju kelasnya.
" Aku menunggu Mba Tya dan Ardi " jawab Yeni.
Kemudian Leon pun pergi meninggalkan Yeni dan menuju kelasnya.
Setelah cukuo lama menunggu tapi Ardi dan Tya juga belum datang.
" Kemana sih mereka? Aku telepon aja deh " ucap Yeni mengambil ponsel di dalam tasnya.
Yeni pun memencet nomor Tya. Tak lama panggilan telepon itu pun dijawab.
" Halo Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Ardi dan Tya bersamaan disebrang telepon.
" Kalian kemana aja sih? Jam segini belum dateng. Aku dari tadi disini nungguin kalian" ucap Yeni kesal.
" Hari ini kita gak ke kampus Yen " jawab Ardi.
" Kenapa? Kalian sakit ?" tanya Yeni panik.
" Enggak. Tadi Tya pingsan jadi aku mau nemenin dia hari ini " jawab Ardi.
" Hah? Pingsan? Itu namanya sakit. Tapi kok mau tenang aja sih Ar " ucap Yeni.
" Hmm gini dek. Aku pingsan karena aku lagi hamil " ucap Tya.
" Apa? Hamil?" teriak Yeni.
" Gak usah teriak-teriak juga kali " ucap Ardi pada Yeni.
" Iya maaf. Beneran mba Tya hamil?" tanya Yeni belum percaya.
" Iya lah beneran " jawab Ardi.
" Asik gue bakal punya ponakan lagi " ucap Yeni senang.
" Aku tutup dulu. Nanti pulang kuliah aku langsung ke sana. Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Ardi dan Tya.
Kemudian panggilan telepon itu pun terputus. Yeni senang mendengar kabar bahwa Tya sedang hamil. Yeni pun langsung pergi ke kelasnya.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan kelasnya, Yeni berencana akan pergi ke rumah Ardi untuk menemui Tya. Saat Yeni sedang berjalan menuju keluar kampus ponselnya berbunyi. Yeni pun mengambil ponsel yang berada di dalam tas. Ternyata Leon mengirimkan pesan padanya.
" Aku tunggu di parkiran " ucap Leon dalam pesannya.
Yeni pun tersenyum setelah membaca pesan itu lalu dia melanjutkan berjalan menuju perkiraan. Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat ada yang memanggilnya.
" Yeni " panggil Aska berlari menghampiri Yeni.
Yeni pun menghentikan langkah dan membalikkan badanya.
" Eh lo ka. Ada apa?" tanya Yeni.
" Lo pulang kampus mau kemana?" tanya Aska pada Yeni.
" Gue mau ke rumah Ardi mau nemuin mba Tya. Mba Tya hamil " ucap Yeni senang.
" Apa ? Beneran?" ucap Aska dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Gue anter lo ya ke rumah Ardi " ucap Aska.
" Sorry banget ya Ka gue udah janjian sama orang " tolak Yeni.
" Gue duluan ya " ucap Yeni pergi meninggalkan Aska.
" Yeni ada janji sama siapa?" gumam Aska melihat kepergian Yeni.
" Kenapa lama sekali? " tanya Leon pada Yeni.
" Maaf ya baru keluar kelas soalnya " ucap Yeni.
" Hmm " jawab Leon lali menyalakan mesin mobilnya.
" Oh iya. Jangan langsung anter aku pulang ya. Anter aku ke rumah Ardi dulu " ucap Yeni pada Leon.
" Mau ngapain ke rumah Ardi?" tanya Leon.
" Aku mau ketemu mba Tya. Mau lihat keadaanya. Dia hamil " jawab Yeni.
" Serius?" ucap Leon dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Nanti anaknya pasti lucu banget. Aku jadi pengen " ucap Yeni membayangkan anak Ardi dan Tya.
" Kalo kamu pengen kita bisa buat " ucap Leon tersenyum smirk.
Yeni yang mendengarnya pun langsung memukul lengan Leon.
" Apaan sih ? Nikah aja belum mau main buat-buat aja" ucap Yeni kesal.
__ADS_1
Leon pun hanya tersenyum mendengar ucapan Yeni. Sikap dingin mulai berkurang saat berada di dekat Yeni.
Setelah sampai di kediaman Keluarga Wicaksono Leon dan Yeni pun langsung keluar dari mobil. Yeni memencet bel dan tak lama terlihat Mbok Inem membukakan pintu utama.
" Tuan Leon. Nona Yeni " ucap Mbok Inem.
" Iya Mbok. Ardi dan Mba Tya ada kan. Kami ingin bertemu mereka " ucap Yeni tersebut.
" Mereka berada di kamar nona. Silakan masuk " ucap Mbok Inem mempersilakan.
Leon dan Yeni pun memasuki rumah tersebut mengikuti Mbok Inem. Saat melewati dapur mereka melihat Ardi yang sedang mengambil air minum.
" Kalian kesini?" ucap Ardi.
" Iya. Mana mba Tya aku mau ketemu" jawab Yeni.
" Tya ada di kamar " ucap Ardi.
" Ayo kalo mau ketemu " lanjut Ardi.
Ardi melangkahkan kakinya menuju kamar diikuti oleh Yeni dan Leon. Ardi pun membuka pintu kamar.
" Ayo masuk " ucap Ardi.
Kemudian dia pun masuk diikuti oleh Yeni dan Leon. Terlihat Tya yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
" Mba" ucap Yeni langsung menghampiri dan memeluk Tya.
" Yeni lepasin mba gak bisa napas ini " ucap Tya pada Yeni yang terlalu erat memeluknya.
Yeni pun melepaskan pelukannya. " Maaf mba" ucap Yeni.
" Ini sayang minumnya " ucap Ardi memberikan segelas air pada Tya.
" Terima kasih mas " ucap Tya.
Tya pun meminum air itu karena memang dia sudah sangat haus. Setelah itu dia menaruh gelas iti di nakas.
Sedangkan Ardi mendudukkan tubuhnya di sofa bersama Leon.
" Selamat ya mba. Aku bahagia banget denger mba hamil. Aku bakal punya ponakan baru " ucap Yeni senang.
" Iya dek makasih ya " ucap Tya tersenyum.
Mereka pun mengobrol hingga hari menjelang siang. Setelah itu Yeni dan Leon pun berpamitan untuk pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘
__ADS_1