
Matahari sudah menampakkan sinarnya pertanda pagi telah datang. Leon mengerjapkan matanya. Dia melihat ke jam dinding ternyata sudah menunjukkan jam lima pagi. Leon pun bangkit dari tempat tidurnya. Dia langsung pergi ke kamar mandi. Setelah itu Leon langsung melaksanakan sholat subuh di kamarnya. Leon langsung bersiap untuk ke sekolah setelah selesai sholat subuh.
Leoj keluar dari kamarnya dan menuruni tangga untuk menuju meja makan. Leon mengambil selembar roti dan meminum susu yang telah dituangkan oleh Mama Rita.
Leon meminum susu tersebut dan memakan rotinya.
"Kalau makan dan minum itu duduk sayang " ucap Mama Rita pada Leon.
" Iya ma" jawab Leon.
" Aku berangkat sekolah dulu " lanjut Leon mencium pipi Mama Rita.
Kemudian Leon pun keluar dari rumah dan menuju garasi untuk mengambil motornya. Leon menaiki motornya dan melajukannya menuju ke sekolah.
Leon berngkat sekolah lebih pagi dari biasanya. Saat sedang mengendari motornya Leon melihat ada seseorang yang sedang berkelahi di jalan dekat sekolahnya. Kemudian dia mendengar suara Tya memanggil Ardi. Leon menghentikan motornya.
" Tya " ucap Leon saat melihat Tya sedang diseret oleh seseorang.
Leon langsung turun dari motornya kemudian berlari menghampiri Tya.
" Lepaskan dia " ucap Leon pada orang yang menyeret Tya.
" Tuan Leon " ucap orang yang menyeret Tya.
Orang itu mengenali Leon karena Leon adalah keponakan tuannya. Ketiga orang yang memukuli Ardi pun mengalihkan pandangannya saat salah satu dari mereka menyebut nama Leon.
" Aku bilang lepaskan dia " ucap Leon emosi.
" Maaf tuan ini perintah dari tuan Smith kami harus membawa putra dari musuh tuan ke hadapannya " ucap pemimpin mereka.
Saat mereka mulai lengah Ardi bangkit dan menyerang mereka.
" Leon tolong selamat Tya " ucap Ardi sambil terus menyerang orang itu.
Leon pun langsung menendang orang yang menyeret Tya. Orang itu tersungkur lalu Leon pun langsung mengendong Tya mencari tempat yang aman.
" Leon tolongin Ardi " ucap Tya sambil menangis.
" Tapi kamu ..." belum sempat Leon menjawab Tya terus memohon.
" Aku gak papa. Tolong kamu bantuin Ardi " ucap Tya memohon.
Leon pun akhirnya menurunkan Tya di tepi jalan.
" Kamu disin, aku bakal bantuin Ardi " ucap Leon pada Tya.
__ADS_1
Tya pun menganggukkan kepala dan terus menangis. Dia bingung sekarang dan tidak tahu harus berbuat apa. Leon kemudian membantu Ardi berkelahi dengan anak buah pamannya. Mereka kewalahan karena yang mereka lawan adalah orang-orang yang terlatih.
" Kalo kaya gini terus kita bisa kalah. Mereka orang-orang terlatih" ucap Leon pada Ardi.
" Kita gak ada pilihan lain selain melawan mereka " ucap Ardi.
Sampai akhirnya sebuah mobil berhenti di dekat mereka dan itu adalah Angga bersama anak buahnya.
" Kalian bantu Tuan Muda Ardi" ucap Angga pada anak buahnya.
Kemudian mereka berlari membantu Ardi dan Leon. Hingga akhirnya mereka bisa dilumpuhkan dan diamankan oleh anak buah Angga. Sedangkan Angga menghampiri Tya.
" Anda tidak papa Nona? " tanya Angga pada Tya.
" Kamu siapa ?" ucap Tya ketakutan.
" Anda tidak perlu takut Nona. Saya berada di pihak Tuan Muda Ardi. Mari Nona saya akan membawa Nona ke tempat yang lebih aman " ucap Angga sopan.
" Tapi Ardi dan Leon" ucap Tya. Dia sangat mengkhawatirkan mereka.
" Mereka akan baik-baik saja dan Tuan muda Ardi akan menyusul Anda " ucap Angga meyakinkan Tya.
Angga membawa Tya ke mobil yang dibawanya tadi. Kemudian Angga berjaga-jaga diluar mobil. Setelah aman Ardi dan Leon serta anak buah Angga menghampiri Angga.
" Dimana Tya ?" tanya Ardi pada Angga.
Ardi langsung memasuki mobil dilihatnya Tya sedang duduk di dalam. Tya langsung memeluk Ardi saat Ardi sudah disampingnya sambil menangis. Ardi pun memeluk Tya dengan erat.
Leon melihat itu hatinya terasa teriris bagaimana pun dia masih memiliki rasa pada Tya.
" Gue harus buang rasa ini jauh-jauh biar hati gue gak sakit terus " batin Leon saat Tya memeluk Ardi.
Setelah puas menangis Tya melepaskan pelukannya. Tya mengusap wajah Ardi yang banyak lebam.
" Lihat kamu jadi jelek banyak lebamnya gini " ucap Tya.
Ardi pun tersenyum. " Gak papa yang penting kamu tetep sayang kan ?" ucap Ardi tersenyum. Tya diam tidak menanggapi ucapan Ardi. Ardi sudah kembali ke mode sok pedenya.
" Ar, gue pamit ke sekolah. Gue bakal izinin kalian ke guru. Kalian sebaiknya ke rumah sakit, obatin luka kalian " ucap Leon pada Ardi.
" Makasih banyak udah bantuin gue " ucap Ardi.
" Leon makasih " ucap Tya tersenyum tulus.
Leon pun menganggukkan kepalanya. Kemudian menuju motornya untuk menuju ke sekolah. Sedang Ardi dan Tya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah ternyata jam pelajaran telah dimulai. Ardi langsung menuju kelasnya.
Tok tok tok.
" Maaf saya terlambat pak " ucap Leon.
" Apa alasan kamu terlambat Leon?" tanya Pak Anton yang tengah mengajar saat itu.
" Tadi di jalan ada kejadian sedikit pak " jawab Ardi.
" Saya juga ingin meminta izin untuk Ardi dan Tya pak. Mereka sekarang sedang pergi ke rumah sakit. Tadi saat perjalanan ke sekolah saya melihat mereka sedang diserang oleh sekelompok orang jadi saya membantu mereka pak " lanjut Leon.
" Apa? Ardi sama Mba Tya diserang?" ucap Yeni.
" Lalu bagaimana keadaan mereka ? " tanya Pak Anton.
" Mereka mengalami luka ringan pak " jawab Leon.
" Baiklah. Tapi Leon karena kamu terlambat, kamu harus tetap menjalani hukuman. Sekarang silahkan lari memutari lapangan sebanyak sepuluh kali " ucap Pak Anton pada Leon.
" Baik pak " jawab Leon.
Setelah menaruh tasnya Leon pun keluar kelas untuk menjalankan hukumannya. Yeni dapat melihat jelas luka lebam pada wajah Leon.
" Ya ampun Leon sampe luka gitu " gumam Yeni.
Setelah jam pelajaran habis Yeni langsung pergi ke kantin untuk membeli air mineral dan plaster untuk Leon. Yeni pergi ke lapangan. Terlihat Leon yang sedang duduk di bangku di pinggir lapangan.
Yeni menghampiri Leon dan duduk di sampingnya.
" Nih minum dulu. Lo pasti haus " ucap Yeni memberikan air mineral pada Leon.
Leon pun mengambil air mineral itu dari tangan Yeni dan meminumnya.
Yeni yang melihat luka pada wajah Leon pun menjadi tidak tega. Yeni memegang wajah Leon lalu memasang plaster pada luka tersebut.
Leon terpaku pada apa yang Yeni lakukan padanya. Jantung kembali berpacu lebih cepat dari biasanya.
" Aduh jantung gue kok gini lagi " batin Leon masih memandang Yeni yang sedang memasang plester pada lukanya.
" Nah udah selesai " ucap Yeni saat sudah selesai memasang plester pada luka Leon.
" Terima kasih " ucap Leon.
Yeni pun tersenyum. " Sama-sama " jawab Yeni.
__ADS_1
Kemudian Leon pun berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Yeni sendiri. Setelah Leon pun pergi Yeni pun langsung memegang dadanya yang terasa berdegub kencang.