
Teng teng teng.
Lonceng pertanda istirahat pun berbunyi. Semua murid berhamburan untuk pergi ke kantin. Yeni berniat ingin mengembalikan jaket milik Leon.
" Yen ke kantin yuk " ajak Lisa pada Yeni.
" Hmm kalian aja duluan nanti gue nyusul. Gue ada urusan sebentar " jawab Yeni.
" Ya sudah kita duluan ya " ucap Lisa dan diangguki oleh Yeni.
Lisa pun pergi ke kantin terlebih dahulu bersama Sasa dan Nisa.
Sedangkan Leon juga akan pergi ke kantin bersama Risky dan Dareen tapi Yeni memanggilnya.
" Leon " panggil Yeni.
Leon pun menghentikan langkahnya. " Kalian duluan aja. Entar gue nyusul " ucap Leon pada Risky dan Dareen.
" Oke " jawab Dareen.
Kemudian Dareen dan Risky keluar dari kelas dan meninggalkan Leon dan Yeni.
" Ada apa?" tanya Leon pada Yeni.
" Ini jaket lo. Makasih udah pinjemin gue waktu hujan kemarin " ucap Yeni memberikan jaket itu pada Leon.
" Hmm " ucap Leon.
Leon pun menerima jaket itu dari tangan Yeni lalu menaruhnya pada mejanya. Kemudian Leon pun pergi keluar kelas meninggalkan Yeni sendiri.
" Sabar Yeni. Cowok yang kamu suka itu jelmaan kulkas jadi dinginnya gak ketulungan " ucap Yeni mengusap dadanya.
Kemudian Yeni pun melangkahkan kakinya keluar kelas dan menyusul teman-temannya ke kantin.
Sedangkan Leon dia sudah berada di kantin bersama Risky dan Dareen.
" Tadi ada apa Yeni manggil lo?" tanya Dareen pada Leon.
" Dia balikin jaket gue " jawab Leon sambil menikmati bakso pesanannya.
" Jaket lo? Kok bisa sama Yeni?" tanya Dareen penasaran.
" Waktu hujan kemarin gue pinjemin jaket gue buat Yeni " jawan Leon.
" Apa? Jangan-jangan lo pacaran ya sama Yeni" ucap Dareen.
" Apaan sih. Enggak lah " ucap Leon.
" Jujur lo sama kita " ucap Dareen.
" Jujur apaan? Lo kalo masih ngomong lagi gue kirim ke Afrika " ucap Leon dan Dareen pun langsung terdiam.
__ADS_1
" Tapi kalo lo beneran pacaran sama Yeni gak papa lagi. Berarti lo udah move on dari Tya " ucap Risky.
Leon tidak menjawabnya dan melanjutkan makannya.
Yeni langsung bergabung bersama teman-temannya saat sudah sampai di kantin. Dia langsung memesan mie goreng kesukaannya pada bibi kantin. Setelah mie goreng itu datang Yeni pun langsung memakannya.
Tak lama Ardi pun datang setelah mengantarkan Tya yang sakit pulang. Ardi menuju meja dimana teman-temannya berada. Ardi duduk disebelah Aska.
" Bi bakso sama teh es ya " ucap Ardi pada bibi kantin.
" Oke mas " jawab bibi kantin.
" Gimana tadi keadaan Tya Ar?" tanya Aska pada Ardi.
" Demamnya sih udah turun tapi masih pusing tadi. Mungkin gara-gara kehujanan kemarin jadi dia demam" jawab Ardi.
" Tapi syukurlah kalo gak parah mah " ucap Reno dan Ardi menganggukkan kepalanya.
Kemudian pesanan Ardi pun datang. Ardi langsung memakannya karena memang dia lapar.
" Gimana kalo kita nanti jenguk Tya " ucap Nisa.
" Iya dia kan temen kita masa kita gak jenguk dia pas dia sakit " sambung Lisa.
" Gue setuju " ucap Ilham.
" Iya kapan kita ke rumah Tya?" tanya Ahsan.
" Iya tu jadi kita ketemu langsung di rumah Mba Tya aja ya " ucap Yeni dan diangguki oleh semuanya.
Mereka pun melanjutkan makan sampai lonceng masuk berbunyi dan mereka kembali ke kelas.
Jam pulang sekolah pun tiba, semua murid berhamburan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Leon. Leon menuju parkiran dan menaiki motornya. Leon memakai jaket miliknya yang dikembalikan Yeni tadi.
" Jadi wangi gini jaket gue " gumam Leon.
" Pasti dicuci sama tu cewek ceroboh " lanjutnya.
Kemudian Leon menyalakan motornya da melajukannya menuju rumahnya.
Hari pun berganti malam. Yeni sudah sampai di rumah Tya. Disana sudah ada Ardi dan teman-temannya yang lain. Setelah mereka masuk dan disambut oleh Paman Nadi dan Bibi Sari.
" Bi mba Tya mana?" tanya Yeni pada Bibi Sari.
" Tya ada di kamarnya. Coba kamu lihat dan minta Tya keluar " jawab Bibi Sari.
" Iya bi " ucap Yeni.
Kemudian Yeni pun pergi menuju kamar Tya. Setelah sampai di depan kamar Tya, Yeni langsung masuk ke kamar Tya.
Ceklek.
__ADS_1
Terlihat Tya yang sedang duduk dan bersandar di atas tempat tidur.
" Mba " panggil Yeni saat sudah masuk ke kamar Tya.
" Kamu dek " ucap Tya tersenyum.
Kemudian Yeni duduk di tepi tempat tidur Tya.
" Ada temen-temen di luar Mba mau jenguk Mba " ucap Yeni.
" Ya udah ayo keluar kasian mereka nunggu di luar " ucap Tya
Kemudian Yeni membantu Tya ke kursi roda dan mendorongnya keluar menuju ke ruang tamu. Ardi menghampiri dan mengambil alih kursi roda Tya.
" Maaf ya buat kalian nunggu " ucap Tya pada teman-temannya.
" Gak papa kok Tya kita juga baru aja " jawab Sasa.
" Gimana keadaan kamu ?" tanya Lisa.
" Aku udah baikan kok " ucap jawab Tya tersenyum.
" Masih pusing?" tanya Ardi pada Tya.
" Enggak " ucap Tya.
Kemudian Bibi Sari datang membawa minuman dan cemilan untuk mereka. Yeni membantu Bibi Sari membawa minuman.
" Ayo diminum " ucap Bu Sari mempersilahkan.
" Aduh jadi ngerepotin bibi nih "ucap Lisa.
" Kalo lo gak mau buat gue aja " ucap Reno kemudian hendak mengambil minuman milik Lisa.
" Enak aja lo " ucap Lisa menepis tangan Reno agar tidak mengambil minuman miliknya.
Bibi Sari tersenyum melihat Lisa dan Reno. " Bibi tinggal ke dalam dulu " ucap Bu Sari dan dibalas anggukkan oleh mereka.
" Tya ibu lo baik banget, kalo ada cemilan lagi bawa keluar aja nanti gue yang bantu abisin " ucap Reno sambil memakan cemilan yang disajikan Bu Sari.
" Eh elu tu ya, gratisan mulu " ucap Aska. Reno terus memakan cemilan tanpa memperdulikan ucapan Aska.
" Bangkrut gue Ren kalo lo minta gratisan terus " ucap Tya tertawa.
" Kan ada babang tampan lo itu. Dia kan duitnya banyak " jawab Reno pada Tya.
" Walaupun duit gue banyak ya bakal gue kasih ke pujaan hati gue gak buat lo " ucap Ardi.
" Ih dasar pelit lu Ar " ucap Reno.
Mereka mengobrol cukup lama sampai akhirnya hari semakin malam dan mereka memutuskan untuk pulang.
__ADS_1