
Satu bulan telah berlalu. Keadaan Yeni juga sudah benar-benar pulih. Kakinya juga sudah bisa berjalan dengan normal kembali. Hanya saja ia sekarang cepat sekali merasa lelah karena perutnya yang sudah semakin besar.
Selama satu bulan ini juga Leon tidak pernah meninggalkan Yeni sendirian di apartemen dengan waktu yang lama. Ia selalu meminta Mama Rita ataupun Siska untuk menemani Yeni saat ia kuliah ataupun bekerja. Mama Rita tetap tinggal di apartemen sebelah Leon dan Yeni agar ia bisa menemani menantunya itu. Sedangkan Bu Yosi sudah kembali ke Surabaya.Terkadang juga Nadia datang untuk menemani Yeni. Apalagi Nadia homeschooling hingga waktu luangnya cukup banyak. Yeni juga sudah mengajukan cuti selama hamil ini dan mungkin hingga anak mereka cukup besar nanti.
" Sayang, kita hari ini keluar yuk " ajak Leon.
" Kemana Mas? " tanya Yeni yang sedang menyisir rambutnya.
" Ada deh, tapi aku mau bawa kamu ke suatu tempat " jawab Leon tersenyum.
Leon menghampiri Yeni lalu mengambil alih sisir di tangan Yeni. Ia menyisiri rambut panjang Yeni dengan telaten lalu mengikatnya.
" Nah, sekarang pakai sepatu dulu baru kita berangkat " ucap Leon mengambil sepatu flat milik Yeni.
Leon kembali dengan membawa sepatu flat di tangannya. Ia ingin memakainya di kaki Yeni, tapi Yeni mencegahnya.
__ADS_1
" Biar aku pakai sendiri Mas " cegah Yeni.
" Aku pakaikan aja sayang. Kamu bakal susah membungkuk nanti " ucap Leon.
Yeni pun pasrah. Memang ia sudah susah untuk membungkuk karena terhalang perutnya yang besar. Untuk berdiri pun terkadang ia membutuhkan bantuan Leon.
" Makasih ya Mas " ucap Yeni tersenyum saat Leon sudah selesai memasang sepatu di kaki Yeni.
Leon membantu Yeni untuk berdiri lalu memeluk Yeni dari belakang. Leon melingkarkan kedua tangannya di perut besar Yeni.
Yeni memegang tangan Leon yang melingkar di perutnya. " Maaf ya Mas, aku ngerepotin kamu. Kamu harus pakein sepatu aku, bantu aku berdiri, kadang juga kamu masih sempat nurutin semua mau aku padahal kamu pasti capek banget seharian kuliah terus kerja. Harusnya kan aku yang melayani kamu " ucap Yeni pada Leon.
Leon pun langsung membalik tubuh Yeni untuk menghadapnya.
" Hust, kamu gak boleh ngomong kayak gitu sayang. Kamu tu gak ngerepotin aku, aku seneng ngelakuinnya buat kamu. Kamu juga kayak gini karena lagi mengandung anak-anak aku. Aku bakal lakuin apapun buat kamu. Perjuangannya kamu buat mengandung anak-anak aku gak bisa digantikan sama apapun. Yang aku lakuin ini gak ada apa-apanya sama apa yang bakal kamu kasih buat aku " ucap Leon pada Yeni.
__ADS_1
Yeni yang mendengar itu pun menjadi terharu. Ia langsung memeluk Leon dengan erat dan Leon membalasnya tak kalah erat.
" Pria kulkas yang aku kejar-kejar sekarang sudah mencair ya. Sama sekali gak dingin lagi sekarang. Malah sekarang jadi calon Daddy yang hebat banget. Lembut banget lagi sekarang sikapnya sama aku " ucap Yeni setelah puas memeluk Leon.
" Ini semua kan karena cinta kamu yang buat pria kulkas kamu ini mencair " jawab Leon tersenyum.
Leon pun memeluk Yeni kembali dan mencium puncak kepalanya beberapa kali.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1