Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
37. Memikirkan


__ADS_3

Leon melanjutkan motornya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di rumah menaruh motornya di garasi Leon langsung merasuki rumah dan menuju kamarnya. Leon melepas jaketnya dan melemparkannya ke sembarang tempat.


Kemudian Leon menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikiran melayang mengingat saat Yeni mengatakan suka padanya.


" Shit sial kenapa harus gadis itu yang muncul dalam pikiranku " ucap Leon.


Leon pun bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mandi dan menenangkan pikirannya.


Sedangkan di tempat lain Yeni baru sampai rumahnya setelah mendorong motornya cukup jauh.


" Huh capek banget " ucap Yeni.


Kemudian Yeni pun melepaskan sepatunya dan menaruhnya ke dalam rak lalu dia pun memasuki rumah.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi di ruang keluarga.


Yeni pun menghampiri kedua orang tuanya dan mencium tangannya.


" Kok baru pulang?" tamya Ayah Yendi pada Yeni.


" Tadi ban motornya bocor terus Yeni dorong sampai rumah " jawab Yeni.

__ADS_1


" Ya ampun pantas saja kamu kelihatan capek sekali sayang " ucap Bu Yosi.


" Iya bu. Emang capek banget. Yeni ke kamar dulu ya pengen mandi " ucap Yeni dan diangguki oleh kedua orang tuanya.


Yeni pun memasuki kamarnya. Setelah menaruh tasnya Yeni langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Yeni merebahkan tubuhnya di tempat tidur lalu memeluk guling kesayangannya.


Dia teringat penolakan Leon dan kembali meneteskan air matanya. Dia mengambil ponsel di dalam tas lalu membuka galerinya yang berisi beberapa foto Leon yang diambil secara diam-diam.


" Leon kenapa sih kamu selalu dingin sama aku. Aku tu suka sama kamu " ucap Yeni berbicara pada foto itu.


" Aku tahu kamu mungkin masih suka sama mba Tya. Tapi gak bisa kah kamu coba buka hati kamu buat aku " lanjutnya.


Yeni terus menangis sampai akhirnya dia tertidur karena terlalu lelah menangis sambil memeluk guling kesayangannya.


Di rumahnya, Leon sedang duduk terdiam di meja makan. Entah mengapa dia tidak bisa menghilangkan Yeni dari pikirannya sejak kejadian tadi.


Tanpa dia sadari Mama Rita memperhatikannya dari atas tangga. Mama Rita hendak mengambil air minum ke dapur dan melihat Leon yang duduk terdiam.


Mama Rita pun berjalan menghampiri Leon. " Sayang " panggil Mama Rita.


Leon pun langsung menoleh ke sumber suara. "Mama" ucap Leon.

__ADS_1


" Kamu sedang apa malam-malam di meja makan sayang ?" tanya Mama Rita lali duduk di sebelah Leon.


" Cuma duduk sebentar ma. Tadi Leon habis minum " jawab Leon.


" Tapi tadi mama lihat kamu melamun lo. Kamu sedang memikirkan apa? Atau jangan-jangan kamu sedang memikirkan Yeni ya " ucap Mama Rita.


Leon yang mendengarnya pun terkejut karena tebakan Mama Rita benar. Leon menjadi salah tingkah tapi mencoba menutupinya.


" Enggak lah ma. Ngapain juga aku memikirkan cewek ceroboh itu " jawab Leon.


" Tapi jika kamu memikirkan Yeni mama suka lo. Apalagi jika kamu berpacaran dengannya" ucap Mama Rita tersenyum.


" Apa sih ma " ucap Leon kesal.


" Mama tunggu kabar jika kamu pacaran dengan Yeni ya" ucap Mama Rita.


Leon tidak menjawab ucapan Mama Rita. Mama Rita tersenyum melihat Leon. Entah mengapa dia merasa yakin jika Leon dan Yeni akan berjodoh.


Kemudian Mama Rita pun berdiri dan mengambil air minum.


" Mama ke kamar dulu. Kamu juga cepat tidur. Malam sayang" ucap Mama Rita mencium kening Leon.


" Malam ma " jawab Leon.

__ADS_1


Kemudian Mama Rita menaiki tangga dan menuju kamarnya. Tak lama Leon pun menyusul menuju kamarnya sendiri.


__ADS_2