Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
52. Berharap seperti Mereka


__ADS_3

Setelah Isya Tya dan Yeni akan pergi ke rumah Ardi. Mereka berpamitan pada Paman Nadi dan Bibi Sari.


" Ayah ibu, Tya pergi ke rumah Ardi dulu ya " pamit Tya.


" Iya hati-hati sayang " jawab Bibi Sari.


" Yeni jagain mba mu ya " ucap Paman Nadi pada Yeni.


" Siap paman " jawab Yeni dengan tangan hormat pada Paman Nadi.


" Semoga berhasil " ucap Khaya pada kakaknya dan Tya pun menganggukkan kepalanya tersenyum.


" Kita pamit " ucap Tya kemudian mencium tangan kedua orang tuanya diikuti oleh Yeni.


" Assalamualaikum" ucap Tya dan Yeni.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Yeni dan Tya pun menuju rumah Ardi dengan menggunakan motor. Tya memegang kotak yang berisi kue buatannya. Tak lupa juga dia membawa hadiah untuk Ardi.


Setelah menempuh waktu perjalanan selama tiga puluh menit, mereka akhirnya sampai di rumah Ardi. Yeni membantu Tya ke kursi rodanya. Yeni memencet bel yang ada di sebelah gerbang.


Tak lama Mas Andi keluar membukakan gerbang, disana mereka memang tidak mengerjakan siapa pun. Hanya beberapa anak buah Angga yang berjaga-jaga disana.


" Assalamualaikum " ucap Tya dan Yeni setelah Mas Andi membukakan gerbang.


" Walaikumsalam " jawab Mas Andi. " Ayo masuk " lanjutnya mempersilahkan.


Tya dan Yeni pun memasuki rumah itu bersama Mas Andi. Ternyata ada Mba Rina dan Baby Alika di ruang tamu.


" Mba " ucap Tya.


" Eh Tya sudah datang " ucap Mba Rina yang memang sedang asik bermain dengan Baby Alika. Tya pun tersenyum.


" Ardi ada di halaman belakang. Mau sekarang aja?" tanya Mas Andi.


" Iya mas " jawab Tya.


Kemudian Tya mempersiapkan kuenya dibantu oleh Mba Rina. Sedangkan Baby Alika bersama ayahnya.


" Tya " panggil Mba Rina.

__ADS_1


" Iya kenapa mba?" jawab Tya.


" Ardi kamu apain sih, dari pulang sekolah tadi dia uring-uringan terus ? " tanya Mba Rina penasaran.


" Aku sedikit cuekin mba " jawab Tya.


" Kesel banget pasti tu dia " ucap Mba Rina.


" Jelas kesel lah mba, mba Tya kan jarang banget kek gitu sama Ardi. Asli kesel banget sih dia kelihatan dari mukanya " ucap Yeni tertawa lalu mereka bertiga tertawa bersama mengingat wajah kesal Ardi.


Setelah kue siap mereka menuju halaman belakang untuk memberikan kejutan untuk Ardi. Mas Andi memberikan kode Kak Teno untuk menghentikan latihannya dulu. Sedangkan Yeni menyalakan lilin


" Ar, kita istirahat dulu " ucap Kak Teno pada Ardi.


Ardi pun berhenti latihan tetapi saat dia membalikkan tubuhnya dia melihat Tya sedang memengang kue di tangannya dan tersenyum. Tya mendekati Ardi lalu menyanyikan lagu ulang tahun untuk Ardi.


" Selamat ulang tahun, Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Ardi. Semoga panjang umur " begitulah nyanyian Tya.


Ardi masih terdiam melihat kejutan yang diberikan Tya.


" Sayang " ucap Ardi.


Ardi mensejajarkan tubuhnya meniup lilin tersebut kemudian Ardi menatap Tya.


" Selamat ulang tahun sayang" ucap Tya tersenyum.


Ardi yang mendengar Tya memanggilnya sayang sangat senang.


" Maafin aku ya seharian ini cuekin kamu. Tapi aku gitu mau kasih kejutan buat kamu dihari spesial kamu ini " lanjut Tya pada Ardi.


Ardi langsung memeluk Tya. Tya membulatkan matanya terkejut tiba-tiba Ardi memeluknya.


" Makasih sayang " ucap Ardi masih memeluk Tya dan Tya tersenyum membalas pelukan Ardi.


Yeni ikut bahagia melihat Tya bahagia bersama Ardi.


" Semoga kamu selalu bahagia mba " gumam Yeni.


Kemudian Yeni serta Mas Andi dan Mba Rina juga Baby Alika mendekati mereka. Kak Teno dan Angga juga menghampiri mereka


" Ehem, udah pelukannya jangan lama-lama " ucap Mas Andi.

__ADS_1


Tya langsung melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Ardi agar menjauh darinya. Tya sangat malu, wajahnya benar-benar sangat merah seperti tomat matang.


Saking kerasnya Tya mendorong Ardi, Ardi pun sampai jatuh terjungkal.


" Sayang, tega banget sih dorong aku sampe jatuh gini " ucap Ardi sambil berusaha berdiri dibantu Angga.


" Maaf " ucap Tya merasa bersalah membuat Ardi terjatuh.


Semua yang ada disana tertawa melihat Ardi yang kesakitan karena terjatuh didorong Tya.


Mereka menuju yang sudah digelar oleh Angga di halaman belakang dan duduk disana. Mba Rina sudah masuk terlebih dahulu karena Baby Alika sudah mengantuk.


Tya memotong kue itu dan membagikannya ke semua orang. Tya juga memberikannya pada Ardi. Ardi pun memakannya.


" Enak gak?" tanya Tya pada Ardi.


" Enak banget ini " jawab Ardi menghabiskan kuenya.


" Kamu yang buat?" ucap Ardi.


" Iya dibantu Yeni " jawab Tya tersenyum.


" Ternyata kamu pinter buat kue " ucap Mas Andi.


" Gak juga kok mas. Aku juga baru belajar " jawab Tya.


" Tapi ini beneran enak loh. Liat Teno aja udah mau abis tiga potong " ucap Mas Andi sambil melirik ke arah Kak Teno yang sedang menghabiskan kue ketiganya.


Teno yang mendengar namanya disebut pun menoleh. Semua pandangan tertuju padanya. Teno menyengir kuda dan mengundang tawa semuanya.


" Terbukti kalo kue buatan kamu enak banget sayang " ucap Ardi dengan santainya. Sedangkan Tya sudah salah tingkah karena Ardi memanggilnya sayang di depan banyak orang.


Yeni tersenyum melihat romantisnya Tya dan Ardi. " Semoga aku dan Leon bisa seperti mereka suati saat nanti " batin Yeni tersenyum.


" Haduh panas, ada yang bucin-bucinan " ucap Yeni menggoda Tya dan Tya langsung mendelikkan matanya pada Yeni.


" Aku ke dalem rumah aja disini serem " ucap Yeni kemudian beranjak pergi ke dalam sambil tertawa.


Yeni pun memasuki rumah diikuti oleh Mas Andi. Yeni menunggu Tya dan Ardi di dalam rumah karena tidak mau mengganggu mereka. Sedangkan Mas Andi pergi ke kamarnya menyusul Mba Rina dan Baby Alika.


Setelah Tya dan Ardi memasuki rumah mereka pun pamit untuk pulang. Ardi mengantarkan pulang mereka sampai depan rumah. Karena lelah mereka pun langsung terlelap tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2