Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
21. Kerja Sama


__ADS_3

Leon yang baru saja datang dari sekolah langsung menghampiri mamanya yang baru saja menelpon seseorang.


" Mama menelpon siapa?" tanya Leon setelah mau mau mencium pipi mamanya.


" Yeni sayang " jawab Mama Rita.


" Ada apa mama menelpon Yeni ?" tanya Leon lagi.


" Mama mengundangnya itu main ke rumah " jawab Mama Rita.


" Oh. Ardi ke kamar dulu ma " ucap Ardi dan Mama Rita pun menganggukkan kepalanya.


Ardi pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Keesokan harinya saat jam istirahat Leon pergi ke kantin bersama kedua temannya. Ardi duduk di bangku yang ada di kantin. Ia merogoh kantongnya untuk mengambil ponselnya tapi tidak ada.


" Kemana ponselku " gumam Leon.


Risky yang melihat Leom seperti mencari sesuatu pun bertanya.


" Lo lagi cari sesuatu?" tanya Risky pada Leon.


" Iya " jawab Leon.


" Apa yang lo cari ?" tanya Dareen.


" Ponsel " jawab Leon.


" Coba lo tinggalin di kelas " ucap Risky.


Kemudian berdiri dan menuju kelas untuk mencari ponsel miliknya. Tapi saat hendak masuk ke kelas dia melihat Tya sedang tersenyum bersama Ardi. Ardi diam sebentar di depan pintu dan masih memperhatikan mereka.


" Mereka sepertinya semakin dekat" batin Leon.


Dia merasakan dadanya sesak melihat Tya tersenyum jika sedang bersama Ardi.


" Kenapa sesak begini? Apa aku cemburu? Tidak boleh, aku tidak boleh cemburu. Biar Tya bersama Ardi dan aku hanya akan menjaganya " batin Leon lagi.

__ADS_1


Tapi saat dia hendak berbalik, sudah ada Cintia di belakangnya.


Leon pun terkejut. " Kenapa lo disini?" ucap Leon.


" Gue mau bicara sama lo" ucap Cintia.


" Mau bicara apa?" tanya Leon malas.


" Ayo lo ikut gue" ucap Cintia lalu pergi menuju taman sekolah.


Leon pun mengikuti Cintia di belakangnya. Sesampainya di taman Cintia duduk di bangku yang ada di taman lalu disusul Leon.


" Langsung aja lo mau bicara apa?" tanya Leon to the poin.


" Gue liat tadi lo merhatiin Ardi sama Tya banget, lo cemburu? Atau jangan-jangan lo suka sama Tya"ucap Cintia.


" Bukan urusan lo" ucap Leon ketus.


" Jelas urusan gue. Kalo lo suka sama Tya si cewek lumpuh itu kita bisa kerja sama buat misahin Ardi sama cewek itu dan setelah mereka berpisah. Lo bisa sama cewek lumpuh itu dan gue sama Ardi" ucap Cintia.


" Hey jaga omongan lo" ucap Leon mulai emosi.


" Tunggu bukannya lo suka dan sayang sama Tya. Kenapa gak mau kerja sama sama gue?" ucap Cintia pada Leon.


" Karna gue gak kaya lo. Gue tulus sama Tya dan yang penting dia bahagia. Awas aja lo sampe berani macem-macem sama Tya. Lo bakal tau akibatnya" ucap Leon lalu pergi meninggalkan Cintia.


Cintia mengepalkan tangannya, dia sangat marah Leon menolak bekerja sama dengannya.


" Berani beraninya dia malah ngancem gue" ucap Cintia kesal.


Sedangkan Leon ke kantin menghampiri teman-temannya. Dia duduk dan langsung minum minuman milik Dareen. Dia melupakan ponselnya karena Cintia yang membuatnya marah.


" Eh buset, itu minuman gue" ucap Dareen kesal karena minumannya diminum oleh Leon.


Tapi Leon tidak menghiraukan Dareen, dia diam sambil memikirkan sesuatu. Risky yang merasa aneh dengan sikap Leon pun bertanya.


" Lo kenapa dan kemana lo kok lama banget?" tanya Risky.

__ADS_1


" Gue tadi ke taman dulu" jawab Leon.


" Ngapain lo ke taman?" tanya Dareen.


" Tadi gue bicara sama Cintia" jawab Leon.


" Hah?" pekik Risky dan Dareen bersamaan.


" Lo bicara apa sama nenek lampir itu" ucap Dareen.


Leon menghembus napasnya kasar.


" Dia ngajak gue kerja sama buat misahin Ardi sama Tya" ucap Leon.


" Terus lo gimana?" tanya Risky.


" Gue gak mau. Kalo memang Tya suka sama Ardi sama aja gue nyakitin dia. Dia bakal sedih kalo pisah sama Ardi dan gue gak mau itu terjadi. Gue bisa aja milikin raganya tapi gak hatinya" ucap Leon.


" Gue setuju, gue dukung lo" ucap Risky sambi menepuk bahu Leon.


" Gue juga" sambung Dareen.


Setelah itu mereka pun kembali ke kelas karena jam istirahat sudah habis.


Sesampainya di kelas Leon langsung mencari ponselnya di tas maupun di sekitar mejanya namun tidak ditemukannya.


Terlihat seseorang menghampirinya. Leon pun mendongakkan kepalanya. Ternyata itu adalah Yeni.


" Ni ponsel lo kan?" ucap Yeni menunjukkan ponsel yang berada di tangannya.


Leon pun langsung mengambilnya dari tangan Yeni. " Kenapa bisa di lo? " ucap Leon pada Yeni.


" Tadi gue nemuin di depan kelas " jawab Yeni.


" Makasih " ucap Leon pada Yeni.


" Iya sama-sama" jawab Yeni.

__ADS_1


Kemudian Yeni kembali ke tempat duduknya karena pelajaran akan dimulai.


__ADS_2