
Keesokan paginya Yeni langsung berangkat sekolah dari rumah Tya bersama dengan Tya. Yeni melajukan motornya menuju sekolah mereka.
Setelah sampai mereka langsung menuju ke kelas. Di kelas terlihat sudah ramai dengan para murid yang sudah berdatangan. Yeni mendorong kursi roda Tya menuju tempat duduk mereka.
Tak lama Leon datang bersama Dareen dan Risky. Setelah meletakkan tasnya, Leon menghampiri Yeni dan teman-temannya.
" Lo ikut gue sekarang " ucap Leon pada Yeni.
Yeni pun langsung berdiri dari duduknya. " Kemana?" tanya Yeni.
" Ikut aja " ucap Leon lalu pergi keluar kelas.
" Temen-temen aku keluar sebentar " ucap Yeni pada teman-temannya.
Mereka pun menganggukkan kepalanya mengiyakan. Yeni pun melangkahkan kakinya mengikuti Leon yang sudah pergi terlebih dahulu.
Yeni mengikuti Leon hingga mereka sampai di taman sekolah. Leon mendudukkan dirinya di salah satu kursi lalu Yeni ikut duduk di sebelahnya.
" Nih " ucap Leon memberikan selembar kertas pada Yeni.
" Apa ini?" tanya Yeni pada Leon.
" Lo liat aja sendiri " jawab Leon.
Yeni pun mengambilnya dari tangan Leon dan melihatnya. Ternyata itu adalah tiket untuk mengunjungi sebuah pasar malam.
" Tiket pasar malam?" ucap Yeni.
" Mama ngasih gue dua tiket ke pasar malam. Sayang kalo gak digunain. Gue gak mungkin ajak Risky atau Dareen. Salah satu dari mereka pasti iri kalo gue cuka ajak salah satu aja" ucap Leon.
" Jadi lo ajak gue ke pasar malam ?" ucap Yeni tersenyum senang.
" Iya. Tapi kalo lo gak mau gue bisa kasih ke orang lain " ucap Leon.
" Jangan. Gue mau kok " jawab Yeni cepat.
Leon pun tersenyum tipis saat Yeni menerima ajakannya untuk pergi ke pasar malam. Saat Mama Rita memberikan dua tiket untuk mengunjungi pasar malam hanya Yeni yang terlintas di otak Leon.
" Gue jemput lo nanti malam jam tujuh " ucap Leon lalu berdiri dari duduknya.
Kemudian Leon pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yeni di taman. Sedangkan Yeni langsung melompat senang karena Leon mengajaknya pergi ke pasar malam.
" Aaaaa. Mimpi apa aku. Leon ngajak aku ke pasar malam " ucap Yeni senang.
" Ini bukan mimpi kan?" lanjutnya.
Kemudian Yeni pun mencubit pipinya dan merasakan sakit.
" Aw ini sakit berarti aku gak mimpi. Ini nyata " ucap Yeni tersenyum memeluk tiket itu.
Teng teng teng.
Terdengar suara lonceng pertanda masuk berbunyi. Yeni pun langsung beranjak dari duduknya lalu pergi ke kelasnya.
Sesampainya di kelas Yeni langsung menuju tempat duduknya sebelum guru mata pelajaran pertama memasuki kelas. Yeni melihat ke arah Leon sebentar lalu mendudukkan dirinya di tempat duduknya.
" Dek, Leon ngapain ngajak kamu keluar?" tanya Tya pada Yeni.
" Nanti aku ceritain mba " jawab Yeni.
__ADS_1
Guru mata pelajaran pertama pun memasuki kelas dan pelajaran segera di mulai. Setelah melalui tiga jam pelajaran akhirnya lonceng pertanda jam istirahat istirahat pun berbunyi.
Seperti biasanya semua murid akan berhamburan untuk pergi ke kantin termasuk Yeni. Saat Yeni hendak berdiri tangannya ditahan oleh Tya.
" Kamu hutang cerita sama aku dek " ucap Tya pada Yeni.
" Hehe aku lupa mba " ucap Yeni dengan cengirannya.
" Sekarang ceritain sama aku. Ngapain tadi Leon ngajak kamu keluar ?" tanya Tya.
" Leom ngajak aku ke pasar malam mba. Dia bakal jemput aku nanti malam" jawab Tya tersenyum.
" Wah bagus dong " ucap Tya ikut senang.
" Ngedate pertama dong kalian dong " lanjut Tya.
" Ya bisa dibilang gitu mba " jawab Yeni.
" Emang hubungan kalian udah sampai mana ?" tanya Tya pada Yeni.
" Ya masih gitu. Tapi setidaknya dia udah gak terlalu dingin sama aku " jawab Yeni.
Waktu pun terus berlalu. Hingga akhirnya waktu pulang sekolah pun tiba. Yeni akan langsung pulang menuju rumahnya karena Tya akan pulang bersama Ardi.
Saat di parkiran Yeni melihat Leon yang sudah melajukan motornya meninggalkan sekolah diikuti Risky dan Dareen di belakang dengan motor masing-masing.
" Aku jadi gak sabar nunggu malam " gumam Yeni tersenyum.
Kemudian Yeni mengambil helm di motor dan memakainya. Setelah itu Yeni langsung melajukan motornya menuju rumah.
Sesampainya di rumah Yeni langsung memasuki kamarnya setelah mengucapkan salam dan menyalami kedua orang tuanya.
Hari pun berganti malam. Setelah melaksanakan sholat magrib Yeni dan kedua orang tuanya pun makan malam bersama.
" Ayah ibu nanti Yeni izin keluar ya " ucap Yeni setelah selesai makan malam.
" Memangnya kamu mau kemana?" tanya Bu Yosi pada Yeni.
" Yeni mau pergi pasar malam " jawab Yeni.
" Sama siapa pergi ke pasar malamnya ?" tanya Ayah Yeni.
" Hmm sama Leon yah " jawab Yeni sedikit takut.
" Leon yang mengantarmu saat hujan itu ?" ucap Ayah Yendi.
" Iya yah " jawab Yeni.
" Baiklah tapi jangan terlalu malam pulangnya " ucap Ayah Yendi.
" Terima kasih yah " ucap Yeni tersenyum senang.
Setelah membantu ibunya merapikan meja makan Yeni langsung pergi ke kamarnya. Yeni langsung melaksanakan sholat isya karena adzan sudah berkumandang.
Setelah melaksanakan sholat isya Yeni langsung bersiap-siap sebelum Leon datang menjemputnya.
Sedangkan Leon sudah siap dan keluar dari kamarnya. Leon menghampiri kedua orang tuanya yang berada di ruang keluarga untuk berpamitan.
" Ma pa aku keluar dulu " ucap Leon pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Kamu jadi ke pasar malam sayang " ucap Mama Rita.
" Iya ma " jawab Leon.
" Siapa yang kamu ajak?" tanya Mama Rita.
" Cewek ceroboh kesayangan mama " jawab Leon.
" Maksud kamu Yeni?" ucap Mama Rita.
" Iya ma. Aku berangkat dulu " ucap Leon mencium pipi Mama Rita.
" Hati-hati ya sayang. Jaga anak gadis orang baik-baik " ucap Mama Rita tersenyum.
" Iya ma. Assalamualaikum " ucap Leon.
" Walaikumsalam "jawab Papa Axcel dan Mama Rita.
Leon pun keluar rumah dan menuju motornya. Kemudian Leon pun melajukan motornya menuju rumah Yeni.
Sesampainya di sana Leon langsung turun dari motornya lalu Leon mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum " ucap Leon.
Kemudian pintu pun terbuka dan terlihat Ayah Yendi yang membuka pintu.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi.
Leon pun langsung menyalami Ayah Yendi.
" Eh nak Leon. Silakan masuk " ucap Ayah Yendi.
" Terima kasih om " ucap Leon.
Kemudian Ayah Yendi pun memasuki rumah dan diikuti oleh Leon di belakang. Terlihat Yeni kebetulan baru keluar dari kamarnya.
" Nah itu Yeni " ucap Ayah Yendi.
Leon pun langsung menoleh ke arah Yeni. Leon terpaku melihat Yeni yang begitu cantik malam ini.
" Ternyata dia cantik juga " batin Leon.
" Kita berangkat sekarang ? " tanya Yeni pada Leon.
Leon pun menganggukkan kepalanya.
" Om saya izin mengajak Yeni keluar " ucap Leon pada Ayah Yeni.
" Baiklah tolong jaga putri om " ucap Ayah Yendi.
" Baik om " Jawab Leon.
" Kita berangkat dulu yah " ucap Yeni.
Kemudian Yeni pun mencium tangan Ayah Yendi diikuti oleh Leon.
" Assalamualaikum " ucap Yeni dan Leon.
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi.