Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
26. Pupusnya Harapan


__ADS_3

Hari telah berganti malam. Yeni membantu Tya bersiap-siap. Setelah selesai Yeni berencana akan berangkat terlebih dahulu ke tempat acara.


" Mba, aku berangkat duluan gak papa ya. Soalnya ada yang mau beli dulu" ucap Yeni beralasan.


" Terus mba masa berdua sama Ardi" ucap Tya.


" Iyaa, maaf ya mba" ucap Yeni menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Yeni sengaja berangkat terlebih dahulu supaya Ardi dan Tya dapat memilik waktu berdua.


" Ya udah aku berangkat ya. Dadah" ucap Yeni lalu keluar dari kamar.


Yeni berpamitan dahulu pada Paman Nadi dan Bibi Sari sebelum berangkat.


" Paman bibi, Yeni berangkat dulu " ucap Yeni.


" Loh kamu gak bareng Tya?" tanya Bibi Sari.


" Enggak bi. Mba Tya kan nanti Ardi yang jemput. Yeni mau pake motor aja " jawab Yeni.


" Ya sudah kamu hati-hati " ucap Paman Nadi.


" Iya paman. Assalamualaikum " ucap Yeni sambil menyalami Paman Nadi dan Bibi Sari.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Yeni pun pergi dengan mengendarai motornya. Sekitar tiga puluh menit ia sudah sampai. Yeni langsung menghampiri teman-temannya yang sudah sampai terlebih dahulu.


" Gimana ? Udah siap semua?" tanya Yeni pada teman-temannya.


" Udah. Kita tinggal nunggu Ardi sama Tya datang aja" jawab Aska.


" Bagus " ucap Yeni tersenyum.


" Semoga aja semua berjalan lancar " ucap Nisa dan diangguki oleh semuanya.


Sedangkan Leon memarkirkan mobilnya tidak jauh dari taman. Dia menunggu kedua temannya itu. Tak lama terlihat motor Risky dan Dareen berhenti di dekat Leon.


" Dah sampe aja lo " ucap Risky.


" Hmm " jawab Leon singkat.


" Eh itu bukannya anak-anak. Ngapain disana?" ucap Dareen menunjuk Yeni dan teman-temannya.


Risky dan Leon pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Dareen.


"Oh iya itu anak-anak" ucap Risky.


" Ngapain mereka?" batin Leon penasaran.


Leon pun melangkahkan kakinya menghampiri mereka.


" Lo mau kemana?" tanya Risky.


" Liat mereka" jawab Leon.


Risky dan Dareen pun mengikuti langkah Leon menghampiri mereka.


" Hai " ucap Dareen pada mereka semua.

__ADS_1


" Hai " jawab mereka.


" Kalian ngapain disini?" tanya Dareen.


" Kumpul-kumpul aja sih dan mau buat kejutan untuk Tya" jawab Lisa.


" Kejutan untuk Tya?" gumam Leon.


" Kita boleh gabung?" tanya Risky.


" Boleh " jawab Aska.


Sedangkan Yeni memperhatikan Leon yang sangat tampan malam itu.


" Ngapain aku liatin dia sih ?" gumamnya setelah sadar.


Tak berapa lama terlihat Ardi dan Tya menghampiri mereka.


" Kalian semua udah disini" ucap Tya pada teman-temannya.


" Iya dari tadi" jawab Lisa.


" Kita telat dong " ucap Tya merasa tidak enak hati karena terlambat datang.


" Nggak kok, kita juga belum lama" ucap Aska.


Kemudian Ardi pun membawa ke tengah-tengah mereka. Seketika lampu padam dan hanya menyisakan satu lampu yang menerangi Tya dan Ardi.


" Mau ngapain mereka?" batin Leon saat melihat itu.


" Ardi kita ngapain?" tanya Tya bingung. " Kenapa juga lampunya pada mati" lanjut Tya.


" Ardi kamu ngapain?" tanya Tya tambah bingung.


" Tya, mungkin ini terlalu cepet, tapi aku gak bisa nahannya lagi, kalo sejak pertama aku ketemu kamu gak sengaja di rumah dekat rumah kakakku saat aku nangkep kamu yang hampir jatuh, aku udah tertarik sama kamu Tya. Semakin lama aku kenal kamu, semakin kita deket aku yakin kalo aku udah bener-bener jatuh cinta sama kamu, aku pengen kita lebih dari sekedar temen, jadi apa kamu mau jalin hubungan bareng aku" ucap Ardi sambil terus menatap mata Tya.


Mata Tya mulai berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika Ardi akan menyatakan perasaannya.


" Ardi, aku gak mau kamu nantinya nyesel, kamu tau sendiri keadaanku, aku.... " belum sempat Tya melanjutkan kata-katanya Ardi sudah menahan bibir Tya dengan jarinya.


" Aku gak peduli, aku tulus sama kamu, aku bakal terima semua kekurangan dan kelebihan kamu" ucap Ardi meyakinkan Tya.


" Jadi kamu tinggal jawab ya atau gak"ucap Ardi.


" Ya Ar, aku mau" jawab Tya tersenyum.


Akhinya semua yang disana pun bersorak memdengar jawaban Tya.


" Kamu serius?" tanya Ardi.


Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Serasa tersayat oleh pisau hati Leon saat menyaksikan itu. Cinta pertamanya telah dimiliki orang lain.


" Harapanku pupus. Harusnya dari awal aku sudah siap dengan ini" batin Leon menatap Ardi dan Tya.


Kemudian Ardi mengeluarkan kalung yang sudah disiapkannya untuk hari ini. Kemudian Ardi memasangkannya pada leher Tya.


" Kamu suka?" tanya Ardi melihat kalung itu sudah terpasang di leher Tya.

__ADS_1


" Iya, aku suka banget" jawab Tya tersenyum.


" Itu bakal jadi pengingat kamu kalo kamu sekarang milik aku. Jaga kalung itu, sama kaya kamu jaga gelang ini" ucap Ardi sambil memegang tangan Tya yang ada gelang couple dengannya.


" Pasti akan aku jaga" ucap Tya yang terlihat sangat bahagia.


Kemudian lampu pun kembali menyala, kemudian teman-teman mereka menghampiri ke tengah.


" Akhirnya Ar rencana lo berhasil dapetin hati Tya" ucap Aska merangkul Ardi.


" Selamat ya mba" ucap Yeni langsung memeluk Tya. Tya pun hanya tersenyum.


" Langgeng ya kalian, doain gue ya supaya nyusul punya pacar" ucap Reno dengan cengir kudanya.


" Emang ada yang mau sama lo?" ucap Ilham.


" Ada, tapi itu si penghuni kebun binatang" celetuk Lisa.


Mereka pun tertawa mendengar celetukan Lisa, sedangkan Reno hanya menunjukan bibirnya yang mengerucut.


" Udah-udah, ayok mending kita makan" ucap Ardi.


Kemudian mereka menuju meja yang sudah terhidang makanan.


Di meja lain, Leon memperhatikan sepasang sejoli yang baru saja jadian.


" Lo gak papa kan?" tanya Dareen pada Leon.


" Gue gak papa" jawab Leon.


" Hati lo gak sakit gitu liat Ardi sama Tya udah jadian" ucap Risky. Risky tau bahwa perasaan Leon untuk Tya masih ada.


"Nggak" jawab Leon dingin. Dia membohongi dirinya sendiri tidak merasakan sakit ketika melihat Ardi dan Tya bersama.


" Lo gak bisa bohongin kita, kita tau lo masih suka sama Tya" ucap Risky.


" Iya gue suka sama dia. Tapi dia gak suka sama gue. Selama ini juga kita gak pernah deket. Jadi biar gue pendem rasa ini sendiri" ucap Ardi lalu beranjak pergi meninggalkan taman.


" Bro kita duluan" ucap Risky pamit pada semuanya.


Diangguki oleh semuanya sekarang hubungan pertemanan mereka cukup membaik dan tidak seperti dulu.Kemudian Risky mengikuti Leon pergi dan begitu pun dengan Dareen.


" Kayanya dia masih punya perasaan sama Tya " batin Ardi.


" Kamu kenapa? " tanya Tya yang melihat Ardi melamun.


" Gak papa kok" ucap Ardi setelah tersadar. " Kita pulang yuk, udah malam juga" ucap Ardi kemudian melihat jam di tangannya.


Tya pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.


" Kita pulang duluan ya" ucap Ardi pada teman-temannya.


" Iya yang baru jadian sana" ucap Reno.


" Apaan sih Ren" ucap Tya salah tingkah.


" Kamu gak pulang dek? " tanya Tya pada Yeni.


" Mba duluan aja, aku mau anterin Lisa dulu " ucap Yeni.

__ADS_1


Tak lama mereka pun bubar. Yeni mengantarkan Lisa pulang sampai rumahnya. Setelah itu ia melajukan motornya menuju rumah Tya.


__ADS_2