Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
63. Kuliah di Jakarta


__ADS_3

Langit sudah menjadi gelap dan matahari pun sudah pergi dari penglihatan. Yeni terbangun dan mulai mengerjapkan kedua matanya. Yeni terkejut saat melihat jam dinding yang ada di kamarnya sudah menujukan pukul enam. Yeni pun langsung mendudukkan tubuhnya.


" Astagfirullah. Aku lama banget ini tidurnya sampai lupa waktu " ucap Yeni.


Kemudian Yeni beranjak pergi kamar mandi dan mengambil air wudhu. Setelah itu dia langsung melaksanakan sholat magrib.


Yeni langsung keluar dari kamar setelah menyelesaikan sholat magrib. Terlihat ibu dan ayahnya sedang bersiap akan makan malam. Yeni pun langsung duduk di kursi sebelah ibunya.


" Kok kamu lama banget keluarnya dek?" tanya Bu Yosi pada Yeni.


" Maaf bu. Yeni tadi ketiduran terus ini baru bangun " jawab Yeni.


Kemudian mereka pun memulai makan malam mereka dengan tenang.


Sementara Leon juga sedang makan malam bersama Papa Axcel dan Mama Rita di rumahnya. Setelah selesai makan malam Leon pergi ke ruang keluarga bersama Papa Axcel sedangkan Mama Rita membersihkan meja makan bersama Bi Inah.


Tak lama Mama Rita pun menyusul Leon dan Papa Axcel di ruang keluarga.


" Pa Leon tidak bisa kuliah di luar negeri. Leon akan kuliah di Jakarta bersama Siska " ucap Leon pada Papa Axcel.


" Apa kamu yakin?" tanya Papa Axcel.

__ADS_1


" Iya pa. Leon yakin " jawab Leon.


" Tapi Leon ingin tinggal sendiri di Jakarta. Leon tidak mau tinggal bersama keluarga Paman Smith " lanjut Leon.


" Baiklah. Papa akan menyiapkan sebuah apartemen untuk kamu tinggal " ucap Papa Axcel.


Mama Rita yang mendengarnya menjadi sedih. Dia tidak ingin berpisah dengan putra semata wayangnya itu.


" Jadi kamu akan pergi meninggalkan mama?" tanya Mama Rita pada Leon.


" Leon tidak meninggalkan mama. Leon hanya ke Jakarta untuk kuliah ma " jawab Leon.


" Tapi kamu tidak tinggal di rumah ini lagi. Mama akam sangat merindukanmu sayang " ucap Mama Rita memegang pipi Leon.


Mama Rita pun mulai meneteskan air matanya dan memeluk Leon. Leon pun membalas pelukan Mama Rita. Sedangkan Papa Axcel hanya diam melihat itu. Dia juga merasa berat harus berpisah dengan putra tunggalnya itu.


" Sudah ma jangan menangis lagi " ucap Leon melepaskan pelukan itu.


" Aku akan sering-sering pulang dan menemui mama" lanjutnya.


" Baiklah " ucap Mama Rita.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun pergi ke kamar masing-masing karena hari sudah menjelang larut malam. Leon menaiki tangga dan memasuki kamarnya.


Leon menaiki tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.


" Sebaiknya tidak aku beri tahu dia. Supaya jadi kejutan " ucap Leon tersenyum tipis.


Kemudian Leon pun memejamkan matanya dan mulai tertidur.


Sedangkan Yeni sedang berada di kamarnya. Dia tidak bisa memejamkan matanya.


" Ah ini mah gara-gara kebanyakan tidur tadi jadi sekarang malah gak bisa tidur " ucap Yeni.


" Harus ngapain aku kalo gini. Apa aku telpon Leon aja ya " lanjut Yeni.


Yeni pun mengambil ponselnya di atas nakas lalu mencari nomor Leon.


" Ah aku kan lagi menghindari dia. Kalau telpon nanti malah aku gak bisa melepaskan dia pergi ke luar negeri " ucap Yeni meletakkan ponselnya kembali di atas nakas.


" Tapi aku kangen banget sama dia. Leon kenapa sih kamu harus pergi keluar negeri " lanjut Yeni mulai menangis.


Yeni terus menangis hingga akhirnya lelah dan tertidur dengan mata yang sembab.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2