
Sudah seminggu Yeni koma, Leon pun terus menjaga Yeni sepanjang hari. Tapi hari ini ia memutuskan untuk melakukan aktivitasnya lagi. Ia tidak boleh terus terpuruk dan kehidupan juga terus berjalan. Leon juga terus bertemu dengan Nadia setiap hari di jam yang sama. Ia belum menemui Yeni karena sanga ayah masih sibuk bekerja. Ayah Nadia tidak mengizinkan Nadia ikut dengan orang yang belum ia kenal. Ayah Nadia akan menemaninya menemui Yeni nanti.
" Sayang aku kuliah dulu ya " ucap Leon mencium kening Yeni.
Leon pun keluar dari ruang perawatan Yeni. Kebetulan Mama Rita baru saja datang.
" Leon berangkat dulu ya ma. Titip Yeni " ucap Leon mencium tangan mamanya.
" Iya sayang. Kamu gak usah khawatir " jawab Mama Rita.
Leon pun pergi meninggalkan rumah sakit setelah mengucapkan salam.
Mama Rita dan Bu Yosi bergantian untuk menjaga Yeni selagi Leon pergi. Sedangkan Papa Axcel dan Ayah Yendi kembali ke Surabaya karena harus bekerja. Bu Yosi tinggal bersama Yola selama berada di Jakarta.
Proses hukum Intan dan Rizal juga sudah selesai karena kekuasaan Paman Smith. Sekarang mereka sudah mendekam dipenjara. Jaminan dari orang tua mereka hanya mengurangi masa hukuman saja.
Sesampainya di kampus, Leon langsung keluar dari mobilnya.
" Huh, aku harus bisa. Aku harus kelihatan baik-baik aja " ucap Leon pada dirinya sendiri.
Leon melangkahkan kakinya menuju ke kelas akan yang akan ia ikuti. Disana sudah ada Risky dan Dareen.
" Lo udah masuk aja. Lo gak papa? " tanya Risky saat Leon duduk di sebelahnya.
__ADS_1
" Gak papa " jawab Leon.
" Bagus deh kalo lo udah bangkit lagi " ucap Risky tersenyum menepuk bahu Leon.
Risky ikut senang melihat Leon yang sudah terlihat baik-baik saja. Selama berteman dengan Leon, ia tidak pernah melihat Leon hancur seperti kemarin.
" Kalo lo udah gak sedih lagi berarti udah bisa traktir gue lagi dong. Duit bulan gue nipis nih buat modif mobil kemarin " ucap Dareen.
" Elo tu ya traktir mulu. Kemarin juga lo minta traktiran gue " ucap Riskya melempar Dareen dengan gumpalan kertas.
" Ist kan gue lagi boke. Ayo lah bersedekah sama teman kalian ini " ucap Dareen.
" Males, traktir lo bikin bangkrut. Makan lo banyak " jawab Risky.
Leon sedikit terhibur melihat keributan Risky dan Dareen. Setidaknya dengan mereka Leon bisa mengusir sedikit kesepiannya tanpa Yeni.
" Gimana keadaan kafe? " tanya Leon pada orang kepercayaannya.
" Semua baik, gak ada masalah " jawab orang itu.
" Gue mau liat laporan keuangan bulan ini. Anterin ke ruangan gue " ucap Leon.
Leon pun langsung pergi ke ruangannya di kafe itu. Leon memetik laporan keuangan pada bulan itu. Ia benar-benar memfokuskan diri pada pekerjaannya.
__ADS_1
Setelah cukup lama berada di kafe, Leon pun kembali ke rumah sakit karena hari sudah semakin sore. Saat Leon baru saja memarkirkan mobilnya, Nadia menghampirinya bersama perawatnya. Nadia sudah bisa berjalan tanpa kursi roda karena keadaan sudah membaik.
" Assalamualaikum Kak Leon " salam Nadia.
" Walaikumsalam " jawab Leon tersenyum.
" Kenapa kakak gak ke taman hari ini? " tanya Nadia.
" Maaf ya Nadia, kakak hari ini mulai kuliah. Kakak juga harus kerja tadi " jawab Leon.
" Iya gak papa kak. Oh iya, besok ayah gak kerja jadi Nadia bisa ketemu sama Kak Yeni " ucap Nadia senang.
Leon menceritakan sedikit tentang Yeni pada Nadia, jadi Nadia cukup memiliki gambaran tentang Yeni.
" Baiklah. Besok setelah kakak kuliah, kakak jemput Nadia di ruang perawatan Nadia ya " ucap Leon.
Nadia pun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Leon pergi untuk bergantian dengan Mama Rita menjaga Yeni. Ia juga sangat merindukan istrinya itu
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘