
" Yeni " teriak Leon.
Leon terbangun dari tidurnya dengan wajah yang penuh dengan keringat. Ia melihat ke arah brankar Yeni. Disana Yeni masih terbaring dengan banyak alat bantu di tubuhnya.
Leon memegang kepalanya dengan kedua tangan. Ia mengucapkan banyak kata syukur karena tadi itu hanya mimpi. Ia tidak bisa membayangkan jika itu kenyataan. Ia akan benar-benar hancur jika Yeni benar-benar pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Setelah bisa mengendalikan dirinya, Leon bangkit dari duduknya. Ia berjalan mendekati brankar Yeni. Ia memegang tangan Yeni dan mengecupnya.
" Aku bersyukur banget itu cuma mimpi. Aku gak bisa bayangin kalo kamu dan anak-anak kita pergi ninggalin aku untuk selama sayang. Aku pasti bakal hancur banget. Aku gak bisa hidup tanpa kamu sayang " ucap Leon mengecupi punggung tangan Yeni.
Terdengar suara pintu diketuk dari luar.
Tok tok tok.
Leon pun berdiri lalu membuka pintu tersebut. Ia melihat ada Reno dan Nadia disana.
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Nadia tersenyum.
" Walaikumsalam " jawab Leon.
" Ayo masuk " ajak Leon membuka pintu itu lebih lebar.
__ADS_1
Reno dan Nadia pun masuk ke ruangan itu. Leon menyusul mereka setelah menutup pintu itu kembali.
" Assalamualaikum Kak Yeni " ucap Nadia setelah duduk di kursi sebelah brankar Yeni.
" Maaf ya Kak, Nadia gak dateng jengukin kakak beberapa hari ini soalnya ayah sibuk terus. Oh iya Kak, Kakak harus tau kalo aku sekarang sudah sembuh dan sudah pulang ke rumah jadi mungkin aku gak bisa ke sini tiap hari kayak dulu. Kakak juga cepet sadar ya, biar cepet sembuh juga dan bisa pulang ke rumah. Nanti Nadia ajak Kakak ke rumah Nadia deh " lanjut Nadia bercerita pada Yeni.
" Silahkan duduk bang " ucap Leon pada Reno.
Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Kamu kenapa? Keliatan lesu banget " tanya Reno saat melihat wajah lesu Leon.
Kemudian Leon pun menceritakan apa yang dia mimpikan saat tidur siang tadi pada Reno.
" Tapi aku bersyukur itu cuma mimpi, Bang. Aku gak bisa bayangin kalo Yeni pergi ninggalin aku selamanya " ucap Leon.
Reno pun menepuk bahu Leon. " Jangan terlalu dipikirkan, mimpi itu bunga tidur. Kamu sekarang lebih perbanyak doa agar Yeni cepat sadar. Kamu jangan menyerah. Kamu liat kan sekarang Nadia sudah sembuh dari penyakit yang hampir merenggut nyawanya. Tapi lihat sekarang Nadia bisa aktif lagi, bisa ceria lagi. Itu semua bisa aja terjadi " ucap Reno pada Leon.
" Iya bang " jawab Leon.
Setelah itu, Leon pamit untuk melaksanakan sholat dzuhur karena ia belum sholat dzuhur. Ia menitipkan Yeni pada Reno dan Nadia.
__ADS_1
" Ya Allah, Tuhan yang maha pengasih dan penyayang. Saya mohon berikan kesembuhan pada istri saya. Tolong sadarkanlah istri saya, saya tidak bisa tanpanya, Ya Allah. Tolong juga beri saya terus kekuatan untuk menghadapi ini semua " ucap Leon dalam doanya.
Setelah selesai sholat Leon langsung kembali ke ruang perawatan Yeni. Saat membuka pintu, ia melihat sudah ada Siska disana.
" Lo dateng Sis " ucap Leon pada Siska.
" Iya, gua anterin makanan buat lo dari ibu " jawab Siska.
" Kalo gitu kita makan siang bareng aja, Bang Reno dan Nadia belum makan siang kan. Lo bawa banyak kan Sis? " ucap Leon.
" Iya, gue bawa banyak kok " jawab Siska.
Mereka pun makan siang bersama dengan makanan yang dibawa oleh Siska.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1