Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
181. Rumah Baru


__ADS_3

Saat sudah puas dengan adegan peluk-pelukan di pagi hari, Leon dan Yeni pun langsung pergi ke tempat yang tidak Yeni ketahui. Leon ingin membuat sebuah kejutan untuk Yeni.


Mereka berdua pergi menggunakan mobil. Leon bahkan melajukan mobilnya dengan pelan karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Yeni dan anak mereka. Kecelakaan yang membuat Yeni koma itu menjadi trauma tersendiri untuk Leon. Ia tidak ingin itu terjadi lagi. Hal itu juga yang membuat Leon begitu posesif pada Yeni, bahkan Leon tidak mengizinkan Yeni pergi dengan siapapun jika tidak bersama dirinya. Termasuk dengan Mama Rita.


" Kita mau kemana sih Mas? Dari tadi gak sampai-sampai, mana mobilnya lambat banget jalannya " tanya Yeni di dalam mobil.


Mereka berdua sudah berada di jalan sekitar setengah jam tapi mereka tidak juga sampai.


" Nanti juga kamu tahu sayang. Kan kejutan " jawab Leon tersenyum.


" Kamu juga kenapa sih lambat banget jalanin mobilnya " ucap Yeni yang sudah bosan.


" Biar aman sayang. Aku gak mau kamu dan anak-anak kita kenapa-napa " jawab Leon.


" Tapi gak sepelan ini juga Mas. Aku tu sudah bosen Mas " ucap Yeni mengerucutkan bibirnya.


" Iya sayang, ini aku lebih cepet ya " jawab Leon.


Leon pun menambah sedikit kecepatan mobilnya. Ia tidak ingin membuat istrinya itu kesal.


Dua puluh menit kemudian, mereka pun sampai di sebuah rumah yang cukup besar dengan dua lantai.


Leon turun terlebih dahulu dari mobil lalu membukakan pintu untuk Yeni. Ia juga membantu Yeni untuk keluar dari mobil.

__ADS_1


" Ayo sayang " ajak Leon menggandeng tangan Yeni.


Yeni pun mengikuti Leon yang membawanya menuju pintu rumah itu.


" Ini rumah siapa Mas? " tanya Yeni pada Leon.


" Ini rumah kita sayang " jawab Leon.


Yeni pun terkejut mendengar itu. " Rumah kita? " tanya Yeni memastikan.


" Iya sayang " jawab Leon tersenyum.


" Kita kan bakal punya anak, dua sekaligus lagi. Jadi lebih baik kita punya rumah yang lebih luas buat anak-anak kita. Gak mungkin kan kita tinggal di apartemen terus " ucap Leon pada Yeni.


" Kan biar kejutan sayang " jawab Leon.


" Sekarang kita masuk ya ke dalam. Kamu harus liat rumah kita jadi kalo ada yang kamu kurang suka bisa kamu ganti " ucap Leon.


Leon membuka kunci pintu rumah itu. Leon menggandeng tangan Yeni masuk ke dalam rumah. Yeni begitu takjub saat melihat keadaan di dalam rumah. Rumah itu di desain sesuai apa yang diinginkannya.


" Disini ada dua lantai dan enam kamar. Ada dua kamar pelayan di belakang. Kamar kita di lantai bawah biar kamu gak perlu naik turun tangga " ucap Leon.


" Kamu kapan siapin ini semua Mas? " tanya Yeni.

__ADS_1


" Sejak kamu keluar dari rumah sakit. Aku beli rumah ini terus di renovasi selama satu bulan ini. Ini juga baru selesai dua hari yang lalu " jawab Leon.


Setelah itu mereka pun berkeliling untuk melihat-lihat rumah tersebut.


" Sekarang ke kamar kita ya " ucap Leon.


Leon membawa Yeni ke kamar mereka. Leon membuka pintu kamar itu. Lagi-lagi Yeni dibuat takjub. Kamar yang luar dengan ranjang yang besar berukuran king size.


" Gimana sayang? Kamu suka? " tanya Leon pada Yeni.


" Iya Mas, aku suka banget " jawab Yeni tersenyum.


" Syukurlah. Tapi kalo ada sesuatu yang mau kamu ganti, kamu bilang aja sama aku " ucap Leon.


" Enggak Mas. Aku suka semuanya " jawab Yeni.


Leon sangat senang karena istrinya sangat menyukai rumah yang ia siapkan untuk Yeni dan anak-anak mereka nanti.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2