Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
106. Kesedihan Aska


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Leon dan Yeni terus berlanjut. Para tamu undangan dan juga keluarga dihibur oleh band dan penyanyi yang cukup terkenal.


Disaat semua sedang bergembira karena pernikahan Leon dan Yeni, Aska masih saja terdiam. Ia seperti tak memiliki harapan lagi.


" Gue ke toilet dulu " pamit Aska pada teman-temannya.


Aska pun beranjak pergi dan menuju toilet. Aska membasuh wajahnya dengan air dingin.


" Lo harus kuat Ka. Yeni itu memang bukan jodoh lo. Lo harus terima itu " ucap Aska pada dirinya sendiri di depan cermin yang ada di toilet tersebut.


Kemudian Aska keluar dari toilet. Ia tak berniat lagi kembali ke dalam ballroom itu. Hatinya begitu perih saat melihat Yeni tersenyum bahagia bersanding dengan Leon. Aska pun memutuskan untuk keluar dari hotel tersebut. Aska duduk di sebuat bangku yang ada di taman dekat hotel diadakan pernikahan Leon dan Yeni.


" Heh Lebih baik gue disini sambil nunggu Reno " ucap Aska menghela napasnya.


Cukup lama Aska duduk di sana sendirian sampai ada seseorang yang duduk di sampingnya. Aska pun menoleh untuk melihat siapa orang tersebut.


" Khaya?" ucap Aska saat melihat ternyata orang itu adalah Khaya, adik dari Tya.


" Hai Kak Aska" ucap Khaya tersenyum pada Aska.


" Kak Aska ngapain disini sendirian ?" tanya Khaya.


" Kakak cuma cari angin. Di dalam terlalu banyak orang " jawab Aska.


" Kamu sendiri ngapain disini?" tanya Aska.


" Aku bosan di dalam " jawab Khaya.


Aska pun kembali terdiam dan melihat lurus ke depan.

__ADS_1


" Kak Aska kenapa? Kakak sedih ya karena Kak Yeni menikah sama Kak Leon?" tanya Khaya.


Aska pun melihat ke arah Khaya. " Kamu itu masih kecil jangan sok tahu " ucap Aska mengusap kepala Khaya.


" Aku bukan sok tahu. Kakak kan suka sama Kak Yeni " jawab Khaya.


" Kalo kakak sedih kakak cerita aja sama aku " lanjutnya.


" Memangnya kamu bakal ngerti? Kamu kan masih kecil " ucap Aska tersenyum.


" Aku sudah besar kak. Aku sudah lima belas tahun " jawab Khaya.


" Hmm sudah besar ya. Bagaimana kalo kamu jadi pacar kakak supaya kakak tidak sedih lagi " ucap Aska bercanda.


" Baiklah. Tapi kakak harus izin sama ayah " jawab Khaya.


Tiba-tiba Khaya mendapatkan pesan dari seseorang.


" Baiklah " jawab Aska.


" Aku tunggu ya kakak izin pada ayah untuk menjadi pacarku " ucap Khaya mengedipkan sebelah matanya.


Setelah itu Khaya pun langsung pergi meninggalkan Aska. Aska hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tingkah Khaya.


Hari sudah menjelang malam. Para tamu undangan pun satu persatu sudah pulang. Para keluarga dan teman-teman semua menginap di hotel tersebut. Tapi tidak dengan Ardi dan Tya. Tya merengek pada suaminya untuk pulang saja ke rumah orang tuanya.


" Ini kunci rumah " ucap Ayah Nadi memberikan kunci rumah pada Ardi.


" Terima kasih yah " ucap Ardi.

__ADS_1


" Dek ini kado dari mba " ucap Tya memberikan sebuah paper bag.


" Apa ini mba?" ucap Yeni hendak membuka paper bag itu.


" Nanti aja bukanya. Jangan lupa dipakai malam ini. Kalo enggak mba bakal marah nanti " ucap Tya tersenyum.


" Iya mba. Terima kasih ya " jawab Yeni.


Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Kami pamit dulu " ucap Ardi pada semua orang yang ada disana.


Kemudian Ardi dan Tya pun mencium tangan para orang tua. Ardi mendekat pada Leon dan berbisik padanya.


" Semangat tempurnya malam ini " bisik Ardi.


Leon hanya bisa mendengus kesal saat mendengar itu.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Setelah kepergian Ardi dan Tya, Mama Rita menyuruh Leon dan Yeni pergi ke kamar mereka.


" Kalian pergilah ke kamar dan beristirahat " ucap Mama Rita.


" Iya ma " jawab Leon.


Kemudian Leon dan Yeni pun pergi menuju kamar mereka.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05😘


__ADS_2