
Ditengah jalan tiba-tiba motor Yeni berhenti. Yeni pun membuka helmya dan turun.
" Kenapa sih ni motor " ucap Yeni.
Yeni mau mencoba menghidupkannya kembali tapi tidak mau hidup. Yeni mau mendorongnya sambil mencari bengkel terdekat. Tapi sudah cukup jauh Yeni mendorong motor tapi tidak ditemukan bengkel.
" Huh capek banget " ucap Yeni mengusap keringat di dahinya.
Yeni pun mendudukkan dirinya di trotoar jalan. Dia sangat lelah mendorong motor cukup jauh.
" Kenapa juga ni motor harus mogok, mana udah malem, sendirian lagi " gerutu Yeni.
Jalanan itu cukup sepi sehingga Yeni kesulitan mencari bantuan. Tiba-tiba ada mobil yang berhenti disamping motor Yeni. Yeni langsung berdiri takut orang itu berniat jahat kepadanya.
Pemilik mobil itu pun keluar dan ternyata dia Leon.
" Ngapain lo duduk disitu sendirian?" tanya Leon datar saat sudah berada dihadapan Yeni.
" Motor gue mogok. Gue mau ke rumah mba Tya. Gue nginep disana " jawab Yeni jutek, dia memang tidak suka dengan Leon yang menurutnya terlalu dingin dan kaku.
" Oh " ucap Leon singkat kemudian hendak melangkah pergi.
Yeni terkejut. Dia mengira Leon akan membantunya tapi ternyata hanya berhenti untuk bertanya.
" Eh lo gak mau ngebantuin gue gitu? Gue cewek lo sendirian lagi, mana ini udah malam lo gak kasian sama gue" ucap Yeni kesal.
" Lah lo gak minta bantuan gue kok " ucap Leon.
" Dasar cowok kulkas, gak peka gitu dia" gerutu Yeni.
Yeni sangat kesal dengan Leon, tapi dia tak ada pilihan lain. Dia tidak mau semalaman ada di jalan. Yeni pun menurunkan gengsinya untuk meminta bantuan pada Leon.
" Leon, bantuin gue plis. Lo tega sama gue kalo harus semaleman disini? " ucap Yeni dengan nada memelas. Padahal di hatinya sedang merutuki Leon.
Leon pun tampak berpikir. Yeni merasa tambah kesal dengan Leon karena seperti sedang mengerjainya.
" Oke, gue anterin lo ke rumah Tya" ucap Leon. " Biar nanti motor lo supir gue yang bawa ke bengkel " lanjut Leon.
Kemudian Leon pun melangkah memasuki mobilnya. Sedangkan Yeni dia masih diam ditempatnya. Dia mencoba menetralisir kekesalannya pada Leon.
" Ngapain masih disitu, cepet masuk " ucap Leon di kursi kemudi.
__ADS_1
Yeni pun masuk ke dalam mobil. Tapi sebelum dia benar-benar masuk kakinya tersandung dan akhinya dia jatuh tetap didepan Leon.
Seketika mata Leon membulat sempurna, begitu pun dengan Yeni. Mereka bertatapan beberapa detik kemudian tersadar.
" Minggir " ucap Leon singkat.
Yeni pun menjauh dari Leon dan membenarkan posisi duduknya.
" Maaf, gue kesandung tadi " ucap Yeni setelah duduk disamping Leon.
Jantung Yeni berdetak kencang, seketika pipinya menjadi merah.
Leon tidak menjawab Yeni, dia diam dan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi diantara keduanya. Hingga akhirnya mereka sampai di rumah Tya.
" Makasih, gue turun " ucap Yeni kemudian keluar dari mobil Leon.
Leon pun langsung melaju meninggalkan rumah Tya. Yeni pun menghela nafasnya panjang.
" Dasar cowok kulkas" gumam Yeni.
" Kok baru sampe?" tanya Tya saat Yeni sudah memasuki kamar.
" Motorku mogok mba jadi lama sampe rumahnya" ucap Yeni kemudian duduk di tepi ranjang.
" La terus kamu pulang sama gimana?" ucap Tya.
" Dianterin Leon" jawab Yeni.
" Hah? Leon?Kok bisa ?" ucap Tya terkejut karena Leon yang dikenalnya itu tak pernah akur dengan Yeni.
Kemudian Yeni pun menceritakan semuanya pada Tya.
" Tapi syukur lah ada Leon jadi kamu gak semalaman di jalan" ucap Tya.
" Iya mba" ucap Yeni kemudian membaringkan tubuhnya disamping Tya.
Drt drt.
Terdengar suara ponsel Tya berbunyi. Dia pun langsung meraihnya dari atas nakas. Yeni yang melihat Tya tersenyum pun bisa menebak jika yang mengirimi pesan itu adalah Ardi.
__ADS_1
" Cie pasti dari Ardi ya " goda Yeni yang melihat Tya tersenyum setelah membaca pesan itu.
Tya pun mengangguk dan masih tersenyum.
" Iya deh yang baru jadian " ucap Yeni tersenyum menggoda Tya.
" Apaan sih" ucap Tya malu. " Oh iya dek jangan kasih tau ke ayah ibu ya. Biar nanti aku sendiri yang bilang " lanjut Tya.
" Siap " ucap Yeni sambil mengangkat tangannya di dahi seperti sedang hormat.
" Ya udah ayok kita tidur " ucap Tya.
Kemudian mereka pun tidur karena hari sudah cukup larut setelah mengganti pakaian mereka.
Sedangkan Leon baru saja sampai di rumahnya. Dia melihat Pak Diman juga baru sampai. Leon pun menghampiri Pak Diman.
" Gimana pak? Motornya udah bapak taruh di bengkel ?" tanya Leon pada Pak Diman.
" Sudah tuan muda " jawab Pak Diman.
" Baiklah. Sekarang bapak istirahat " ucap Leon.
" Baik tuan " jawab Pak Diman.
Leon pun melangkahkan kakinya memasuki rumah. Terlihat Papa Axcel dan Mama Rita masih berada di ruang keluarga.
" Ma Pa " ucap Leon.
" Dari mana kamu?" tanya Papa Axcel pada Leon.
" Ke taman dengan teman-teman " jawab Leon.
" Leon ke kamar dulu. Selamat malam ma pa" lanjut Leon pada kedua orang tuanya.
" Selamat malam sayang " ucap Mama Rita.
Kemudian Leon pun menaiki tangga menuju kamarnya. Leon membuka pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Leon meraih sebuah buku yang di dalamnya ada foto Tya. Leon memperhatikan foto itu. Terlihat Tya yang sedang tersenyum.Leon mengambil foto itu secara diam-diam.
" Semoga kamu selalu bahagia " ucap Leon.
Leon kembali meletakkan foto itu. Dia beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Leon langsung beranjak untuk tidur.
__ADS_1