
Di tengah perjalanan, rasa sakit di perut Yeni makin terasa. Tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu yang mengalir di pangkal pahanya. Yeni melihat ada cairan putih kekuningan yang tak lain adalah air ketuban yang sudah pecah.
" Ma, air ketuban aku pecah " ucap Yeni pada Mama Rita.
" Hah air ketubannya pecah? " ucap Leon yang sedang menyetir semakin panik.
" Kamu jangan panik Leon. Kamu fokus aja nyetir mobilnya dan lebih cepet " ucap Mama Rita pada Leon.
Yeni mencengkeram erat kursi penumpang saat perutnya semakin sakit.
" Sakit Ma " ucap Yeni.
" Sabar ya sayang. Sekarang coba kamu tarik napas lalu keluarin pelan-pelan " ucap Mama Rita pada Yeni.
Yeni pun menuruti apa yang dikatakan oleh Mama Rita. Mama Rita juga mencoba membantu mengurangi rasa sakit yang dirasakan Yeni dengan mengusap pinggang Yeni.
" Makin sakit Ma. Aku gak tahan " ucap Yeni saat merasa perutnya semakin sakit.
" Leon cepet. Ini nanti anak kamu lahir di mobil " ucap Mama Rita pada Leon.
" Iya Ma " jawab Leon semakin panik.
Leon menambah kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai rumah sakit. Ia tidak ingin anak-anaknya nanti lahir di dalam mobil.
Sesampainya di rumah sakit, Leon langsung menggendong Yeni keluar dari mobil. Leon berteriak memanggil para dokter untuk cepat menangani Yeni.
" Dokter, cepat. Istri saya mau melahirkan " teriak Leon.
Para perawat datang dengan membawa brankar untuk Yeni. Leon meletakkan Yeni di atas brankar itu.
Dokter Sinta yang baru saja sampai di rumah sakit langsung menghampiri mereka.
" Nona Yeni sudah akan melahirkan? " tanya Dokter Sinta memastikan.
" Iya Dok " jawab Mama Rita.
" Suster tolong langsung bawa ke ruang bersalin " ucap Dokter Sinta pada perawat yang ada disana.
Mereka membawa Yeni ke dalam ruang bersalin dengan Leon yang ikut masuk. Sedangkan Mama Rita menunggu di luar.
" Biar saja periksa pembukaannya " ucap Dokter Sinta setelah memakai sarung tangan steril.
Dokter Sinta membuka ****** ***** Yeni dan coba memeriksa pembukaan jalan lahir itu.
__ADS_1
" Ini sudah pembukaan sepuluh. Nona Yeni bisa melahirkan sekarang " ucap Dokter Sinta.
Dokter Sinta menyiapkan semua peralatan untuk membantu Yeni melahirkan kedua anak kembarnya.
" Sakit banget Mas. Aku gak kuat " ucap Yeni saat merasakan rasa sakit itu hampir pada batasnya.
" Kamu harus kuat sayang. Demi aku dan anak-anak kita kamu harus kuat. Kamu mau lihat anak-anak kita kan, sebentar lagi mereka lahir sayang. Jadi kamu harus semangat " ucap Leon memberikan semangat pada Leon.
Leon mengusap kening Yeni yang sudah penuh dengan keringat dan mengecupnya beberapa kali.
" Baiklah Nona Yeni tolong ikuti arahan saya " ucap Dokter Sinta pada Yeni.
" Iya Dok " jawab Yeni.
" Sekarang tarik napas panjang dan buang pelan-pelan " ucap Dokter Sinta memberikan arahan pada Yeni.
Yeni mengikuti arahan Dokter Sinta dan melakukannya beberapa kali.
" Ayo lagi Nona, kepala bayi sudah terlihat " ucap Dokter Sinta.
" Semangat sayang " ucap Leon pada Yeni.
Yeni menarik napasnya lagi dan membuangnya perlahan.
Yeni menarik napasnya panjang dan bersiap untuk mengejan.
" Eghhhhhh " teriak Yeni dengan seluruh tenaganya.
" Oek oek oek " terdengar suara bayi menangis.
" Selamat Nona. Bayi pertama sudah lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki " ucap Dokter Sinta mengangkat seorang bayi laki-laki di kedua tangannya.
Yeni menitikkan air matanya saat melihat bayi laki-laki itu lahir dengan selamat. Begitu juga dengan Leon.
" Anak kita sudah lahir sayang " ucap Leon mencium kening Yeni.
" Iya Mas " jawab Yeni tersenyum.
Dokter Sinta memberikan bayi laki-laki itu pada seorang perawat untuk dibersihkan.
" Ayo Nona Yeni. Masih ada satu bayi lagi " ucap Dokter Sinta.
" Ayo sayang. Kamu pasti bisa " bisik Leon di telinga Yeni.
__ADS_1
Yeni pun mulai mengatur napasnya kembali dan melakukannya seperti tadi. Tapi setelah beberapa kali mengejan tapi bayi kedua belum juga lahir. Yeni bahkan sudah hampir kehabisan tenaga.
" Kamu pasti bisa sayang. Aku cinta sama kamu " ucap Leon pada Yeni.
" Tarik napas lagi Nona dan mengejan lagi " ucap Dokter Sinta.
Yeni mencobanya lalu walau tenaganya sudah hampir habis dan ia sudah sangat lemas.
" Eghhhh " teriak Yeni mengeluarkan seluruh tenaganya yang tersisa.
Bertepatan dengan itu terdengar suara tangis bayi.
" Oek oek oek " suara tangi bayi itu.
" Makasih sayang " ucap Leon menciumi seluruh wajah Yeni saat Yeni berhasil melahirkan kedua anak mereka secara normal.
Dokter Sinta mengangkat bayi itu dan menunjukkannya pada Leon dan Yeni.
" Bayi kedua perempuan dan juga lahir dengan selamat " ucap Dokter Sinta.
" Selamat atas kelahiran sepasang anak kembar kalian " lanjutnya tersenyum.
Yeni tersenyum saat merasa perjuangan antara hidup melahirkan kedua anaknya sudah berakhir. Yeni merasa tubuh sangat lemas tidak bertenaga. Tak lama kemudian Yeni pun memejamkan matanya.
" Dok, istri saya kenapa dok? " ucap Leon panik saat Yeni memejamkan matanya.
Dokter Sinta segera memberikan bayi perempuan itu pada perawat dan mencoba memeriksa Yeni.
" Tuan tolong keluar dulu biar saya bisa memeriksa Nona Yeni " ucap Dokter Sinta pada Leon.
" Tapi istri saya ini kenapa Dok? " tanya Leon tidak ingin meninggalkan Yeni.
" Saya mohon Anda keluar terlebih dahulu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk Nona Yeni " ucap Dokter Sinta.
Dengan terpaksa Leon pun pergi keluar dari ruangan itu dengan perasaan khawatir karena Yeni yang tidak sadarkan diri.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1