Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
194. Melahirkan


__ADS_3

Di tengah perjalanan, rasa sakit di perut Yeni makin terasa. Tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu yang mengalir di pangkal pahanya. Yeni melihat ada cairan putih kekuningan yang tak lain adalah air ketuban yang sudah pecah.


" Ma, air ketuban aku pecah " ucap Yeni pada Mama Rita.


" Hah air ketubannya pecah? " ucap Leon yang sedang menyetir semakin panik.


" Kamu jangan panik Leon. Kamu fokus aja nyetir mobilnya dan lebih cepet " ucap Mama Rita pada Leon.


Yeni mencengkeram erat kursi penumpang saat perutnya semakin sakit.


" Sakit Ma " ucap Yeni.


" Sabar ya sayang. Sekarang coba kamu tarik napas lalu keluarin pelan-pelan " ucap Mama Rita pada Yeni.


Yeni pun menuruti apa yang dikatakan oleh Mama Rita. Mama Rita juga mencoba membantu mengurangi rasa sakit yang dirasakan Yeni dengan mengusap pinggang Yeni.


" Makin sakit Ma. Aku gak tahan " ucap Yeni saat merasa perutnya semakin sakit.


" Leon cepet. Ini nanti anak kamu lahir di mobil " ucap Mama Rita pada Leon.


" Iya Ma " jawab Leon semakin panik.


Leon menambah kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai rumah sakit. Ia tidak ingin anak-anaknya nanti lahir di dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit, Leon langsung menggendong Yeni keluar dari mobil. Leon berteriak memanggil para dokter untuk cepat menangani Yeni.


" Dokter, cepat. Istri saya mau melahirkan " teriak Leon.


Para perawat datang dengan membawa brankar untuk Yeni. Leon meletakkan Yeni di atas brankar itu.


Dokter Sinta yang baru saja sampai di rumah sakit langsung menghampiri mereka.


" Nona Yeni sudah akan melahirkan? " tanya Dokter Sinta memastikan.


" Iya Dok " jawab Mama Rita.


" Suster tolong langsung bawa ke ruang bersalin " ucap Dokter Sinta pada perawat yang ada disana.


Mereka membawa Yeni ke dalam ruang bersalin dengan Leon yang ikut masuk. Sedangkan Mama Rita menunggu di luar.


" Biar saja periksa pembukaannya " ucap Dokter Sinta setelah memakai sarung tangan steril.


Dokter Sinta membuka ****** ***** Yeni dan coba memeriksa pembukaan jalan lahir itu.

__ADS_1


" Ini sudah pembukaan sepuluh. Nona Yeni bisa melahirkan sekarang " ucap Dokter Sinta.


Dokter Sinta menyiapkan semua peralatan untuk membantu Yeni melahirkan kedua anak kembarnya.


" Sakit banget Mas. Aku gak kuat " ucap Yeni saat merasakan rasa sakit itu hampir pada batasnya.


" Kamu harus kuat sayang. Demi aku dan anak-anak kita kamu harus kuat. Kamu mau lihat anak-anak kita kan, sebentar lagi mereka lahir sayang. Jadi kamu harus semangat " ucap Leon memberikan semangat pada Leon.


Leon mengusap kening Yeni yang sudah penuh dengan keringat dan mengecupnya beberapa kali.


" Baiklah Nona Yeni tolong ikuti arahan saya " ucap Dokter Sinta pada Yeni.


" Iya Dok " jawab Yeni.


" Sekarang tarik napas panjang dan buang pelan-pelan " ucap Dokter Sinta memberikan arahan pada Yeni.


Yeni mengikuti arahan Dokter Sinta dan melakukannya beberapa kali.


" Ayo lagi Nona, kepala bayi sudah terlihat " ucap Dokter Sinta.


" Semangat sayang " ucap Leon pada Yeni.


Yeni menarik napasnya lagi dan membuangnya perlahan.


Yeni menarik napasnya panjang dan bersiap untuk mengejan.


" Eghhhhhh " teriak Yeni dengan seluruh tenaganya.


" Oek oek oek " terdengar suara bayi menangis.


" Selamat Nona. Bayi pertama sudah lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki " ucap Dokter Sinta mengangkat seorang bayi laki-laki di kedua tangannya.


Yeni menitikkan air matanya saat melihat bayi laki-laki itu lahir dengan selamat. Begitu juga dengan Leon.


" Anak kita sudah lahir sayang " ucap Leon mencium kening Yeni.


" Iya Mas " jawab Yeni tersenyum.


Dokter Sinta memberikan bayi laki-laki itu pada seorang perawat untuk dibersihkan.


" Ayo Nona Yeni. Masih ada satu bayi lagi " ucap Dokter Sinta.


" Ayo sayang. Kamu pasti bisa " bisik Leon di telinga Yeni.

__ADS_1


Yeni pun mulai mengatur napasnya kembali dan melakukannya seperti tadi. Tapi setelah beberapa kali mengejan tapi bayi kedua belum juga lahir. Yeni bahkan sudah hampir kehabisan tenaga.


" Kamu pasti bisa sayang. Aku cinta sama kamu " ucap Leon pada Yeni.


" Tarik napas lagi Nona dan mengejan lagi " ucap Dokter Sinta.


Yeni mencobanya lalu walau tenaganya sudah hampir habis dan ia sudah sangat lemas.


" Eghhhh " teriak Yeni mengeluarkan seluruh tenaganya yang tersisa.


Bertepatan dengan itu terdengar suara tangis bayi.


" Oek oek oek " suara tangi bayi itu.


" Makasih sayang " ucap Leon menciumi seluruh wajah Yeni saat Yeni berhasil melahirkan kedua anak mereka secara normal.


Dokter Sinta mengangkat bayi itu dan menunjukkannya pada Leon dan Yeni.


" Bayi kedua perempuan dan juga lahir dengan selamat " ucap Dokter Sinta.


" Selamat atas kelahiran sepasang anak kembar kalian " lanjutnya tersenyum.


Yeni tersenyum saat merasa perjuangan antara hidup melahirkan kedua anaknya sudah berakhir. Yeni merasa tubuh sangat lemas tidak bertenaga. Tak lama kemudian Yeni pun memejamkan matanya.


" Dok, istri saya kenapa dok? " ucap Leon panik saat Yeni memejamkan matanya.


Dokter Sinta segera memberikan bayi perempuan itu pada perawat dan mencoba memeriksa Yeni.


" Tuan tolong keluar dulu biar saya bisa memeriksa Nona Yeni " ucap Dokter Sinta pada Leon.


" Tapi istri saya ini kenapa Dok? " tanya Leon tidak ingin meninggalkan Yeni.


" Saya mohon Anda keluar terlebih dahulu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk Nona Yeni " ucap Dokter Sinta.


Dengan terpaksa Leon pun pergi keluar dari ruangan itu dengan perasaan khawatir karena Yeni yang tidak sadarkan diri.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2