
Keesokan harinya, Leon sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Tak lupa juga dia akan menjemput Yeni terlebih dahulu. Leon menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Kemudian dia mengambil tas miliknya lalu pergi keluar dari apartemennya.
Leon mengendarai mobilnya menuju rumah milik kakak Yeni. Tidak membutuhkan waktu lama ia pun sampai. Satpam rumah itu langsung membukakan gerbang karena sudah hapal dengan mobil Leon.
Leon turun dari mobil dan pergi menuju pintu rumah tersebut lalu langsung mengetuk dan mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum " ucap Leon.
" Walaikumsalam " terdengar jawaban dari dalam.
Tak lama pintu pun terbuka. " Eh Leon. Mau jemput Yeni ya " ucap Gilang yang membukakan pintu saat itu.
" Iya kak " jawab Leon.
" Ayo masuk dulu. Yeni masih siap-siap " ucap Gilang.
Kemudian Leon pun masuk ke dalam rumah itu mengikuti Gilang.
" Ayo duduk dulu " ucap Gilang pada Leon.
" Iya kak. Terima kasih" jawab Leon lalu duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Yeni cepet. Ini Leon udah jemput " teriak Gilang.
" Tunggu sebentar ya. Kakak tinggal dulu mau siap-siap ke kantor " ucap Gilang.
" Iya kak " jawab Leon.
__ADS_1
Gilang pun meninggalkan Leon di ruang tamu. Tak lama Yeni pun keluar dengan penampilan yang sudah rapi. Yeni menggunakan celana jeans berwarna grey serta kaos polos berwarna putih serta cardigan rajut. Rambutnya ia kuncir ke atas seperti kuncir kuda.
" Kita langsung berangkat aja ya " ucap Yeni saat sudah berada di dekat Leon.
Leon pun berdiri dari duduknya. " Pamit dulu " ucap Leon.
" Gak usah lah. Mereka udah tahu juga. Aku ada kelas pagi hari ini " jawab Yeni.
" Ayo " ucap Yeni menarik tangan Leon keluar rumah.
Mereka berdua pun memasuki mobil Leon. Saat Yeni sedang memasang self belt Leon melihat tangan Yeni yang memerah.
" Tanganmu kenapa?" tanya Leon meraih tangan Yeni.
" Oh ini kena minyak panas saat sedang masak " jawab Yeni.
" Kenapa bisa sampai seperti ini. Dasar ceroboh " ucap Leon.
" Sudah diobati?" tanya Leon.
" Sudah kemarin " jawab Yeni.
" Jika hanya diobati sekali bagaimana bisa cepat sembuh " ucap Leon.
Kemudian Leon mengambil kotak P3K yang selalu dia bawa kemana-mana. Leon mengoleskan salep untuk luka bakar pada tangan Yeni dengan hati-hati.
Yeni tersenyum melihat Leon yang begitu telalen mengobati lukanya.
" Sudah " ucap Leon sambil membereskan kotak tersebut.
__ADS_1
" Makasih ya " ucap Yeni tersenyum.
" Hmm " jawab Leon.
" Ternyata pacarku yang dinginnya seperti kulkas ini sangat perhatian " ucap Yeni tersenyum.
" Biasa saja " jawab Leon dingin.
Tapi dilubuk hatinya Leon sangat senang dipuji seperti itu oleh Yeni.
" Ya sudah kita berangkat nanti terlambat " ucap Leon menyalakan mesin mobilnya.
Mobil itu pun melaju meninggalkan daerah tempat tinggal Yeni. Sesampainya di kampus mereka pun langsung berpisah karena Yeni harus masuk ke kelasnya.
Sedangkan Leon pergi ke kantin untuk menemui kedua sahabatnya yaitu Risky dan Dareen. Leon duduk di meja yang sudah ada Risky dan Dareen.
" Baru dateng lo?" tanya Risky pada Leon.
" Hmm " jawab Leon.
" Nanti malem nongkrong yuk. Lama kita gak nongkrong bareng. Apa lagi sekarang Leon sibuk sama Yeni " ajak Dareen.
" Gue sih oke aja " ucap Risky.
" Lo gimana?" tanya Dareen pada Leon.
" Oke " jawab Leon.
Setelah cukup lama mengobrol akhirnya mereka pun pergi ke kelas karena kelas mereka akan segera dimulai.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 😘