
Sesampainya di rumah, Leon dan Yeni langsung disambut oleh Mama Rita dengan wajah yang sangat cemas. Mama Rita langsung menghampiri Leon yang sedang menuntun Yeni untuk masuk ke dalam rumah.
" Gimana keadaan Yeni? Kata Bi Inah perut Yeni sakit " tanya Mama Rita pada Leon dan Yeni.
Mama Rita sangat khawatir karena saat pulang ia langsung mendapatkan kabar bahwa perut menantunya itu sakit. Ia takut menantu dan calon cucunya itu kenapa-napa.
" Kita masuk dulu ya Ma " ucap Leon membawa Yeni masuk ke dalam rumah.
Mama Rita pun mengikuti Leon dan Yeni dari belakang.
Leon membantu Yeni untuk duduk di sofa ruang tamu.
" Jadi gimana? " tanya Mama Rita setelah duduk di samping Yeni.
" Yeni gak papa kok Ma. Kata Dokter Sinta cuma kontraksi palsu " ucap Yeni tersenyum agar Mama Rita tidak khawatir.
Mama Rita pun langsung menatap Leon tajam setelah mendengar ucapan Yeni.
" Ini pasti gara-gara kamu ya " ucap Mama Rita pada Leon.
" Kok aku sih Ma " ucap Yeni merasa disalahkan.
" Ya iya lah kamu. Pasti kami ngajak Yeni olahraga malam terus kan jadi dia kayak gini " ucap Mama Rita pada Leon.
Wajah Yeni pun menjadi merah lagi setelah mendengar ucapan Mama Rita.
" Kok Mama tau sih " ucap Leon.
" Jadi bener kan. Kamu tu ya bener-bener sama kayak Papa kamu. Mama dulu bahkan hampir keguguran saat hamil kamu " ucap Mama Rita memukul Leon dengan bantal.
" Tapi kan gak sepenuhnya salah aku Ma. Yeni juga kadang minta duluan kok " jawab Leon tidak mau disalahkan.
Wajah Yeni semakin memerah karena Leon berkata seperti itu pada Mama Rita.
" Tapi kamu seharusnya bisa nahan. Nanti kalo kamu buat Yeni kayak gitu lagi, biar Yeni tidur sama Mama " ancam Mama Rita.
__ADS_1
Leon dan Yeni pun terkejut. " Gak bisa dong Ma. Yeni tu istri Leon, kenapa harus tidur sama Mama " tolak Leon mentah-mentah.
Leon tidak akan bisa tidur tanpa memeluk tubuh Yeni. Begitu juga dengan Yeni.
" Yeni gak papa kok Ma. Kata Dokter juga gak ada yang perlu dikhawatirkan " ucap Yeni pada Mama Rita.
Yeni tidak ingin jika harus tidur terpisah dengan Leon.
" Ya sudah, sekarang kamu bawa istri kamu istirahat " ucap Mama Rita.
" Iya Ma " jawab Leon.
Leon membantu Yeni untuk berdiri lalu membawanya ke kamar mereka.
" Kamu istirahat ya " ucap Leon setelah menaiki kaki Yeni ke atas tempat tidur.
" Aku mau mandi dulu, panas banget " lanjut Leon.
Yeni pun menganggukkan kepalanya.
Lima belas menit kemudian, Leon sudah menyelesaikan mandinya. Leon keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Yeni yang melihat itu pun menelan salivanya dengan susah payah. Dada bidang Leon terlihat sangat menggoda di matanya. Yeni turun dari tempat tidur dan menghampiri Leon yang sedang mengeringkan rambutnya.
Yeni memeluk Leon dari belakang dan mengusap perut kotak-kotak milik Leon.
" Mas, main yuk " ucap Yeni dengan nada sensual.
Leon yang mengerti maksud Yeni pun langsung membalik badannya setelah meletakkan handuk kecil di kursi meja rias.
" Sayang, kan gak boleh dulu kata Dokter Sinta " ucap Leon.
" Tapi aku pengen Mas " jawab Yeni.
Yeni memeluk Leon dan membenamkan wajahnya di dada bidang Leon.
__ADS_1
" Sekali aja Mas " ucap Yeni.
" Enggak sayang. Nanti kalo kamu kenapa-napa gimana. Libur dulu ya sayang " tolak Leon.
" Ayo lah Mas " bujuk Yeni.
Tangan Yeni turun ke bawah dan menyentuh junior milik Leon yang berada di balik handuk. Leon berusaha keras menahan hasratnya agar tidak terpancing oleh Yeni yang mulai memainkan juniornya.
" Jangan sayang " ucap Leon menyingkirkan tangan Yeni dari bawah sana.
Yeni yang mendapatkan penolakan dari Leon pun langsung melepaskan pelukannya. Ia naik ke atas tempat tidur dengan rasa kesal. Disaat ia menginginkannya malah Leon menolaknya.
Leon menghembuskan napasnya panjang. Ia bukannya tidak mau menuruti mau Yeni, bahkan ia pun sangat ingin menyentuh Yeni tapi ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Yeni dan anak-anak mereka.
Kemudian Leon masuk ke dalam ruang ganti dan memakai pakaiannya lalu ia menyusul Yeni ke atas tempat tidur. Yeni memeluk tubuh Yeni yang membelakanginya.
" Sayang " panggil Leon.
Yeni hanya diam tidak menjawab panggilan Leon.
" Sayang, jangan marah. Aku bukannya gak mau tapi aku takut kamu sama anak-anak kita kenapa-napa. Kamu gak mau kan buat aku khawatir dan terjadi apa-apa sama anak-anak kita kan. Jadi kita libur dulu ya mainnya " ucap Leon pada Yeni.
Yeni pun akhirnya luluh setelah mendengar ucapan Leon. Yeni membalik tubuhnya menghadap Leon.
" Tapi peluk. Aku mau tidur " ucap Yeni pada Leon.
Leon pun tersenyum. " Sini aku peluk " ucap Leon menarik Yeni dalam pelukannya.
Yeni pun akhirnya tertidur dalam pelukan Leon.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘