Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
49. Berangkat Bersama


__ADS_3

Yeni pun menuju kamarnya setelah menemui kedua orang tuanya. Yeni membuka pintu kamar lalu langsung masuk. Yeni meletakkan tasnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Yeni langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Dia memeluk guling kesayangannya itu.


" Kok bisa sih aku meluk Leon gitu. Tapi meluk dia tu memang nyaman banget sih. Merasa aman jadinya " ucap Yeni tersenyum.


Dia terus mengingat waktunya yang dihabiskan bersama Leon tadi dan tanpa sadar Yeni pun tertidur.


Hari pun berganti. Yeni pagi ini akan berangkat lebih pagi karena motornya akan dipakai ayahnya ke sekolah untuk mengajar. Sedangkan motor ayahnya masih berada di bengkel.


Setelah mengoleskan lipbalm pada bibirnya dan menyemprotkan parfum pada tubuhnya Yeni pun langsung keluar kamar. Yeni pergi meja makan untuk mengambil sarapannya dan berpamitan pada kedua orang tuanya.


Yeni meminum susunya dan mengambil satu buah apel untuk sarapan.


" Ayah ibu Yeni berangkat dulu " ucap Yeni mencium tangan Ayah Yendi dan Bu Yosi.


" Gak di makan dulu sarapanmu sayang ?" tanya Bu Yosi pada Yeni.


" Enggak bu. Yeni buru-buru" jawab Yeni.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi.


Kemudian Yeni pun langsung keluar dari rumah. Setelah memasang sepatunya Yeni langsung berlari ke depan kompleks untuk menghampiri tukang ojek.


Sesampainya disana terlihat sudah ada beberapa tukang ojek yang sedang mangkal.


" Mang anterin saya ke sekolah ya " ucap Yeni pada tukang ojek tersebut.


" Siap neng Yeni " jawab tukang ojek tersebut yang memang terkadang mengantarkan Yeni ke sekolah.


Yeni pun memakai helm yang diberikan tukang ojek tersebut. Kemudian Yeni pun naik di belakang tukang ojek. Motor itu melaju menuju sekolah Yeni.


Tapi saat di tengah jalan tiba-tiba saja tukang ojek tersebut berhenti.


" Kenapa berhenti mang?" tanya Yeni.


" Kayanya mah ini mogok neng " jawab si tukang ojek.


" Aduh gimana dong mang " ucap Yeni.


Tiba-tiba ada sebuah motor berhenti di samping mereka. Motor yang sangat Yeni kenali yaitu motor milik Leon. Leon pun membuka helmnya.


" Leon ?" gumam Yeni.


" Kenapa bang?" tanya Leon.


" Mogok ini mas " jawab tukang ojek tersebut.


" Lo mau bareng gue gak?" tanya Leon pada Yeni.


" Tapi mamangnya gimana?" ucap Yeni.


" Gak papa neng. Neng Yeni berangkat aja dulu sama masnya ini daripada dihukum nanti karena terlambat " ucap tukang ojek itu.

__ADS_1


" Kalo lo gak mau ya udah. Gue duluan " ucap Leon.


" Iya gue mau " jawab Yeni.


Leon pun tersenyum tipis. Awalnya dia disuruh Mama Rita mengantarkan kue pada temannya yang rumahnya searah dengan Yeni. Tapi saat dia akan melanjutkan perjalanan ke sekolah Leon melihat Yeni sedang berdiri di pinggir jalan bersama tukang ojek.


" Mang ini uangnya. Yeni duluan ya " ucap Yeni memberikan uang ongkos pada tukang ojek itu.


" Terima kasih ya neng padahal mamang gak nganterin eneng sampe sekolah " ucap tukang ojek itu.


" Gak papa mang " jawab Yeni.


Kemudian Yeni pun mendekati motornya Leon.


" Mana helmnya ?" tanya Yeni pada Leon.


" Gak ada " jawab Leon.


" Kok gak ada ? Buat gue apa dong " ucap Yeni.


" Ya kan gue gak tahu kalo ketemu lo disini. Ya gue gak bawa helm buat lo lah " ucap Leon.


" Cepet naik atau gue tinggal " lanjutnya.


Yeni pun naik ke motor Leon. " Pegangan " ucap Leon.


Yeni yang mendengar Leon menyuruhnya berpegangan pun tersenyum. Dengan senang hati Yeni berpegangan pada pinggang Leon.


Kemudian Leon pun melajukan motornya ke sekolah dengan kecepatan kencang seperti kemarin. Sesampainya di sekolah Leon langsung menuju perkiraan khusus murid. Yeni pun turun dari motor Leon.


" Hmm " jawab Leon.


" Udah sana ke kelas " ucap Leon pada Yeni.


" Iya " jawab Yeni.


Kemudian Yeni pun melangkahkan kakinya menuju kelas meninggalkan Leon. Leon yang hendak ke kelas tuba tiba ditarik oleh Risky dan Dareen.


" Lo ikut kita sekarang " ucap Dareen menarik Leon ke kantin dan diikuti Risky di belakang mereka.


Setelah mereka sampai kantin Dareen pun langsung menginterogasi Leon.


" Lo jujur sama kita. Lo ada hubungan apa sama Yeni?" tanya Dareen to the poin pada Leon.


" Gak ada " jawab Leon datar.


" Tapi kita liat lo kemarin jalan sama Yeni dan tadi lo sama Yeni berangkat bareng " ucap Risky.


Leon pun terkejut karena tidak menyangka bahwa Risky dan Dareen akan melihatnya bersama Yeni.


" Cuma kebetulan gue berangkat bareng dia. Terus kemarin Mama gue nyuruh gue nganterin Yeni " jawab Leon jujur.


" Hah? Mama lo? Tu kan pasti kalian punya hubungan lebih sampai tante Rita nyuruh lo nganterin Yeni " ucap Dareen.


" Apaam sih kalian rempong banget " ucap Leon lalu berdiri meninggalkan mereka.

__ADS_1


Kemudian Risky pun ikut berdiri meninggalkan kantin.


" Kok gue ditinggal sendiri " ucap Dareen lalu mengikuti mereka.


Sedangkan Yeni saat hendak menuju kelasnya dia bertemu dengan teman-temannya lalu menuju ke kelas mereka bersama-sama. Saat hendak memasuki kelas mereka melihat Ardi yang pergi.


" Mau kemana tu Ardi"ucap Reno.


" Entah " jawab Yeni.


Kemudian mereka pun memasuki kelas. Terlihat Tya sendiri berada di dalam kelas. Mereka pun menghampiri Tya.


" Ardi tadi mau kemana Tya?" tanya Reno pada Tya.


" Jemput Aska, motornya mogok " jawab Tya.


" Kasian banget tu anak " ucap Ilham.


Kemudian mereka menuju meja masing-masing. Yeni juga duduk di sebelah Tya.


" Mba sekarang tanggal berapa ?" tanya Yeni sambil menulis jurnal hariannya.


" Tanggal 21 " jawab Tya.


Kemudian Tya teringat sesuatu saat setelah menjawab pertanyaan Yeni.


" Astagfirullah. Kok aku bisa sampai lupa " ucap Tya.


" Kenapa mba ?" tanya Yeni.


" Dek, mba lupa banget kalo besok Ardi ulang tahun " jawab Tya.


" Tapi masih besok juga mba, mba mau bikin kejutan buat Ardi " ucap Yeni.


" Mba sih pengen buatin kue buat dia, terus rayainnya cukup berdua aja " ucap Tya tersenyum.


" Tapi dia kan susah banget buat keluar cuma sekedar jalan. Setiap hari dia latihan " lanjut Tya menjadi sedih.


" Gimana kalo mba dateng ke rumahnya aja, tapi jangan kasih tahu dia biar surprise " ucap Yeni memberi saran.


" Nanti aku yang anter mba deh " ucap Yeni lagi.


" Beneran?" ucap Tya dengan mata berbinar dia sangat senang Yeni mau membantunya dan Yeni pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Besok malam aja ya kita ke rumahnya. Besok mba mau bikin kue buat dia. Nanti kamu anterin mba ke mall ya. Mba mau beliin kado buat dia sekalian beli bahan-bahan buat bikin kue " ucap Tya pada Yeni.


" Siap mba. Aku bakal bantuin mba deh nanti " jawab Yeni.


" Makasih ya dek. Nanti mba traktir deh " ucap Tya pada Yeni.


" Wah kalo gitu aku lebih semangat bantuin mba " ucap Yeni tertawa.


" Kamu mah. Tapi gak papa deh mumpung lagi seneng " ucap Tya.


Mereka pun tertawa berdua sambil terus membicarakan rencana untuk kejutan ulang tahun Ardi.

__ADS_1


__ADS_2