Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
59. Pergi Bersama


__ADS_3

Setelah acara kelulusan selesai, mereka satu per satu pulang ke rumah masing-masing. Saat Yeni dan kedua orang tuanya keluar dari aula ada sebuah suara yang memanggil namanya.


" Yeni " panggil orang tersebut.


Yeni dan kedua orang tuanya pun menoleh ke arah suara. Terlihat Mama Rita bersama Papa Axcel dan Leon menghampiri mereka.


" Assalamualaikum " ucap Mereka.


" Walaikumsalam " jawab Yeni dan kedua orang tuanya.


Yeni pun mencium tangan Mama Rita dan Axcel. Begitu juga dengan Leon mencium tangan Ayah Yendi dan Bu Yosi.


" Ini orang tuamu sayang ?" tanya Mama Rita pada Yeni.


" Iya tante. Ini orang tua Yeni " jawab Yeni.


Para orang tua pun saling berkenalan dan berjabat tangan. Sedangkan Leon memperhatikan Yeni.


" Dia cantik banget hari ini. Beda dari biasanya " batin Leon.


" Kalian mau pulang?" tanya Mama Rita.


" Iya kami mau pulang " jawab Ayah Yendi.


" Kalian naik apa?" tanya Mama Rita lagi.


" Kami naik taksi " jawab Ayah Yendi.


" Biar Leon yang mengantarkan kalian sampai ke rumah " ucap Mama Rita.


" Tidak usah bu. Kami tidak ingin merepotkan " tolak Ayah Yeni.


" Kami tidak menerima penolakan. Yeni sudah kami anggap seperti putri kami sendiri. Lagi pula dia adalah teman dekat Leon anak kami " ucap Papa Axcel tersenyum.


" Baiklah. Terima kasih banyak pak " ucap Ayah Yendi.


Papa Axcel pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Leon antar mereka sampai rumah " ucap Papa Axcel pada Leon.


" Baik pa " jawab Leon.


" Mari om tante " ucap Leon pada Ayah Yendi dan Bu Yosi.


" Kami permisi dulu. Assalamualaikum " ucap Ayah Yendi.


" Walaikumsalam " jawab Papa Axcel dan Mama Rita.


Mereka pun berjalan menuju mobil Leon yang ada di parkiran.

__ADS_1


" Silahkan om tante " ucap Leon membukakan pintu mobil.


" Terima kasih " ucap Ayah Yendi lalu masuk ke dalam mobil Leon.


Kemudian Leon pun memasuki mobil diikuti oleh Yeni yang duduk di sampingnya. Leon menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju rumah Yeni.


Sesampainya di rumah Yeni mereka pun turun dari mobil Leon.


" Nak Leon terima kasih sudah mengantarkan kami sampai rumah " ucap Ayah Yendi pada Leon.


" Sama-sama om" jawab Leon.


" Ya sudah kami masuk dulu " ucap Ayah Yendi.


Leon pun menganggukkan kepalanya.


" Aku masuk ya " ucap Yeni pada Leon.


" Tunggu " ucap Leon.


" Ada apa?" tanya Yeni pada Leon.


" Aku akan menjemputmu nanti malam " ucap Leon.


" Baiklah " jawab Yeni.


Yeni pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan memasuki rumah.


Setelah Yeni memasuki rumahnya Leon pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya sendiri.


Hari pun berganti malam. Leon sudah siap untuk pergi menjemput Yeni. Dia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.


" Kamu mau kemana sayang kok udah rapi banget?" tanya Mama Rita pada Leon.


" Teman Leon ada yang mau melamar kekasih ma dan Leon diundang " jawab Leon.


" Leon berangkat dulu " ucap Leon.


" Baiklah. Hati-hati sayang " ucap Mama Rita.


" Iya ma " jawab Leon mencium pipi Mama Rita.


Leon pun langsung keluar dari rumahnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Yeni.


Sedangkan Yeni sudah menunggu Leon di depan rumahnya. Tak lama terlihat mobil Leon memasuki halaman rumahnya.


Terlihat Leon pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Yeni.


" Kita langsung berangkat aja ya " ucap Tya pada Leon.

__ADS_1


" Hmm " jawab Leon.


Kemudian mereka pun memasuki mobil milik Leon. Setelah itu Leon langsung melajukannya menuju tempat tujuan. Tidak ada, percakapan diantara mereka selama perjalanan.


Setelah sampai mereka pun langsung turun. Terlihat Ardi dan Tya yang menghampiri mereka.


" Dek " panggil Tya.


" Eh mba " ucap Yeni tersenyum kaku.


Tya memang tahu jika dirinya menyukai Leon. Tapi Tya tidak tahu jika mereka sudah sering jalan berdua.


" Kalian dateng bareng ?" tanya Tya.


" Iyy-iya mba " jawab Yeni gugup sedangkan Leon hanya terdian dan menunjukkan wajah dinginnya.


" Mba mending kita kesana temen-temen yang lain ada disana" ucap Yeni supaya Tya tidak menanyakan sesuatu lagi.


" Iya sayang kita kesana aja. Tapi kamu tutup mata ya " ucap Ardi.


" Kenapa harus tutup mata?" tanya Tya bingung.


"Udah tutup aja sampe aku bilang buka kamu baru boleh buka " jawab Ardi.


Kemudian Tya pun menutup matanya lalu Ardi membawanya ke suatu tempat diikuti Yeni dan Leon di belakang mereka.


" Sekarang buka " ucap Ardi saat sudah sampai ditempat itu.


Ternyata disana ada keluarganya dan keluarga Ardi berserta teman-temannya.


" Tya " panggil Ardi.


Tya pun langsung melihat ke arah Ardi. Ardi berjongkok dihadapannya.


" Aku gak bisa merangkai kata-kata yang indah. Tapi yang kamu harus tahu aku sangat mencintaimu kamu. Kita sudah menjalin hubungan ini cukup lama. Jadi hari ini aku ingin bertanya sesuatu padamu. Maukah kamu Tya Ningrum Wulandari menjadi istriku, ibu dari anak-anakku kelak dan menemani hari-hariku hingga kita tua nanti " ucap Ardi yang membuat Tya meneteskan air mata.


Tya melihat ke arah ayah dan ibunya, mereka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bu Sari dan Bu Dewi juga meneteskan air mata bahagia.


" Aku mau " jawab Tya yang disambut tepuk tangan semuanya.


Ardi merasa sangat bahagia, Ardi berdiri dan mengambil sebuah kotak berisi cincin bermata berlian. Ardi memasangkannya ke jari manis tya.


" Ardi romantis banget. Kapan aku juga bisa diperlakuin gitu " ucap Yeni melirik ke arah Leon.


Leon hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Yeni.


Kebahagiaan menyelimuti mereka. Para orang tua juga sibuk menentukan tanggal pernikahan untuk Ardi dan Tya.


Mohon bantuan vote, like, dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2