
Sepanjang malam Leon tidak tidur. Ia terus berada di depan ruang ICU. Leon hanya pergi untuk sholat. Ia bahkan belum makan apa pun dari kemarin.
Di rumah sakit, Leon hanya ditemani oleh dua orang anak buahnya. Leon menyuruh Papa Axcel dan Mama Rita untuk pulang ke apartemen. Walau sempat menolak akhirnya Mama Rita pun bersedia untuk pulang.
Leon sempat tertidur sebentar sampai akhirnya terbangun karena mendengar suara azan subuh. Leon membuka matanya dan melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul lima pagi.
" Kalian tetap jaga disini. Saya pergi sebentar " ucap Leon pada kedua anak buahnya.
" Baik tuan muda " jawab mereka berdua.
Leon pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh.
" Ya Allah, Tuhan yang memberikan kami kehidupan. Hamba mohon sadarkanlah istri hamba. Hamba sangat mencintainya. Izinkanlah kami untuk tetap bersama. Dia sedang mengandung anak kami. Hamba mohon selamatkanlah mereka, Ya Allah " ucap Leon dalam doanya.
Leon menghapus air matanya. Ia bangkit berdiri untuk kembali ke ruang ICU.
" Kalian pulang lah dan kirim dua orang lain untuk ke sini. Kalian akan bergantian setiap pagi dan sore " ucap Leon.
" Baik tuan muda. Kami permisi " jawab mereka.
Leon menganggukkan kepalanya.
Setelah kedua anak buahnya pergi, Leon mendekati kaca ruang ICU untuk melihat Yeni.
" Sayang ayo bangun. Aku disini nunggu kamu " ucap Leon kembali tak bisa menahan air matanya melihat Yeni yang tidak berdaya dan penuh luka.
Tak lama Papa Axcel dan Mama Rita datang bersama orang tua Yeni yang juga baru datang. Cuaca sangat buruk sehingga mereka baru bisa berangkat dari Surabaya pukul dua malam.
Mereka pun langsung menghampiri Leon. Leon menyalami kedua orang tua dan mertuanya.
" Gimana Yeni? " tanya Papa Axcel.
" Belum tahu pa. Dokter Diki belum memeriksa Yeni " jawab Leon.
Bu Yosi menangis saat melihat keadaan putrinya dari balik kaca.
__ADS_1
" Yeni kenapa kamu bisa seperti ini " ucap Bu Yosi dalam tangisnya.
" Sudah bu. Yeni pasti akan baik-baik saja " ucap Ayah Yendi yang lebih tegar.
Leon yang melihat itu pun merasa sangat bersalah. Leon berlutut di hadapan Ayah Yendi dan Bu Yosi.
" Maafkan Leon ayah ibu. Ini salah Leon yang lalai menjaga Yeni dan calon anak kami. Leon mohon maaf "ucap Leon.
Bu Yosi yang melihat itu menjadi tidak tega. Ia tidak menyalahkan Leon. Ia tahu Leon pasti sangat terpukul dengan kejadian ini.
" Sudahlah Nak Leon. Ini sudah takdir. Sekarang kita harus banyak-banyak berdoa untuk keselamatan Yeni dan calon anak kalian " ucap Bu Yosi membawa Leon untuk berdiri.
Ayah Yendi hanya menepuk bahu Leon untuk saling menguatkan.
Tak lama Dokter Diki datang bersama beberapa perawat.
" Permisi. Saya akan mengecek keadaan pasien " ucap Dokter Diki.
" Silahkan dok " jawab Papa Axcel.
Mereka semua harap-harap cemas menanti kabar keadaan Yeni. Disana juga sudah ada kakak Yeni, Yola bersama suaminya serta Aska dan Ardi yang baru saja sampai.
Setelah cukup lama, akhirnya Dokter Diki pun keluar.
" Bagaimana dok? " tanya Leon.
" Keadaan pasien sudah stabil dan melewati masa kritisnya tapi mohon maaf pasien sekarang mengalami koma " jawab Dokter Diki menyampaikan keadaan Yeni.
Kabar itu menjadi hantaman besar untuk Leon. Baru saja ingin bernapas lega karena Yeni sudah melewati masa kritis tapi malah sekarang Yeni dinyatakan koma.
Mama Rita dan Bu Yosi menangis dalam pelukan suami mereka masing-masing. Sedangkan Ardi mencoba menenangkan Leon yang dari tadi hanya diam.
" Lo harus sabar. Lo harus kuat. Gue yakin Yeni pasti sadar lagi " ucap Ardi merangkul Leon.
" Akh " teriak Leon sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
" Lo harus tenang " ucap Ardi.
" Pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan. Kalian bisa menemuinya setelah dua jam itu pun hanya boleb dua orang " ucap Dokter Diki.
" Baik dok. Terima kasih " jawab Papa Axcel.
Dokter Diki pun pergi menyiapkan ruang perawatan dan alat-alat untuk Yeni.
Leon masih diam dengan tatapan kosong. Ia masih bisa belum menerima jika Yeni dinyatakan koma.
" Sayang. ganti baju dulu ya. Mama bawakan kamu baju ganti. Setelah itu kamu makan. Dari kemarin kamu belum makan " ucap Mama Rita pada Leon.
" Leon gak laper ma " jawab Leon.
Leon mengambil baju gantinya dan pergi ke kamar mandi rumah sakit.
" Ayo kita pergi sekarang " ucap Leon pada Ardi.
" Oke. Gue hubungin Kak Angga dulu " jawab Ardi.
Aska sudah pergi karena ia ada kuliah pagi itu.
" Kamu mau kemana? " tanya Mama Rita.
" Leon pergi sebentar ma. Ada urusan " jawab Leon.
Setelah Ardi menelepon Kak Angga, Leon pun pergi bersama Ardi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1