Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
7. Rasa Penasaran Leon


__ADS_3

Sesampainya dirumah Yeni meletakan kue yang dibelinya di dapur kemudian menuju kamarnya. Setelah berada di kamar Yeni membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


" Ibunya baik dan lembut. Tapi kenapa anaknya datar dan dingin gitu " gumam Yeni mengingat pertemuannya dengan Mama Rita dan Leon.


Keesokan paginya, Yeni telah bersiap hendak ke sekolah. Dia sudah ada di meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.


" Dek nanti mampir ke rumah Bibi Sari dulu. Antar kue ini " ucap Bu Yosi.


" Iya bu " jawab Yeni.


Setelah selesai sarapan Yeni berpamitan untuk pergi ke sekolah. Kemudian dia melajukan motornya ke rumah Tya terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Tya, Yeni langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum" ucap Yeni.


" Walaikumsalam" jawab mereka dari dalam.


Terlihat Khaya yang membukakan pintu.


" Kak Yeni. Ayo masuk kak " ucap Khaya.


Yeni pun memasuki rumah Tya bersama Khaya. Terlihat mereka sedang sarapan.


" Eh Yeni" Ucap Bu Sari.


" Hehe iya Bi" Ucap Yeni sambil tersenyum. " Oh iya bi, ini ada kue" lanjut Yeni sambil memberikan kue kepada Bu Sari.


Bu Sari mengambil kue dari Yeni dan mengucapkan terima kasih. " Terima kasih ya, ayok sarapan bareng" ucap Bu Sari.


" Iya bi"jawab Yeni karena dirinya masih lapar.

__ADS_1


Setelah sarapan mereka pun melaksanakan kegiatan masing-masing. Yeni berangkat sekolah bersama Bu Sari dan Tya.


Setelah sampai dikelas Yeni pun duduk di depan Tya, tak lama teman-teman mereka pun datang.


" Ey, Selamat Pagi"sapa Reno.


" Pagi" jawab Tya dan Yeni.


"Kalian berangkat bareng?" tanya Lisa.


" Iya, tadi aku kerumah mba Tya dulu, jadi bareng deh" jawab Yeni.


Nisa dan Sasa hanya ber oh ria menanggapi perbincangan temannya.


" Yeni" panggil Aska dia memang senang menggoda Yeni dan terlebih lagi dia menyukai Yeni.


" Apa ?" jawab Yeni jutek.


" Apaan mba, yang ada malah pangeran kecebong" seloroh Yeni yang membuat mereka semua tertawa. Sedangkan Aska hanya memanyukan bibirnya.


Tak lama lonceng masuk berbunyi. Mereka bubar ke meja masing-masing. Mereka melewati dua jam yang pusing karena ini jam perlajaran yang mereka hindari yaitu matematika. Guru pelajaran ini juga adalah guru killer. Jadi ini adalah jam pelajaran yang paling dibenci mereka.


Setelah lonceng istirahat berbunyi mereka pun sangat senang. Mereka keluar kelas untuk mengisi perut mereka.


Leon dan gengnya memasuki kelas setelah kembali dari kantin dan melihat mereka tertawa.


" Kenapa kalian tertawa sampai begitu?" tanya Dareen penasaran.


" Kepo deh" jawab Yeni.


Leon yang melihat wajah Tya yang kesal pun lali bertanya. " Kenapa wajah dia kesel gitu"ucap Leon sambil menunjuk Tya. Tya pun hanya diam karena dia masih kesal.

__ADS_1


Teng teng teng.


Obrolan mereka terhenti saat jam masuk berbunyi. Mereka menuju meja mereka masing-masing. Leon yang belum mendapat jawaban pun masih penasaran.


Jam pulang sekolah pun tiba, hari ini Yeni tidak dapat menemani Tya karena dia harus menjemput kakanya yang baru datang dari luar kota.


" Mba aku duluan ya, maaf ya mba gak bisa nemenin" ucap Yeni merasa tak enak hati.


" Gak papa dek, mba bisa kok sendiri" jawab Tya sambil tersenyum.


Yeni pun melangkah menuju motornya sambil tersenyum. Leon yang melihat Tya sendiri pun menghampiri. Dia jua masih penasaran kenapa tadi Tya sangat kesal.


" Ehem"dehem Leon sambil berdiri disebelah Tya.


Tya yang mendengar langsung melihat ke samping. " Ada apa? Kenapa belum pulang?"tanya Tya.


Bukannya menjawab Leon malah memberi Tya pertanyaan. " Kenapa tadi kamu kelihatan kesal?" tanya Leon.


" Gak papa" jawab Tya.


Mereka pun diam tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Tapi Leon berniat menemani Tya sampai ibunya datang.


Ardi yang baru saja keluar dari toilet, ia melihat Tya bersama Leon. Ardi pun menghampiri mereka.


" Kalian ngapain berdua?" tanya Ardi.


Tya dan Leon pun melihat ke arah Ardi. " Bukan urusan lo" jawab ketus Leon. Kemudian Leon meninggalkan Mereka berdua. Leon malas bercengkerama dengan saingannya itu. Padahal Leon malah memberikan kesempatan Ardi mendekati Tya dengan meninggalkan mereka berdua.


Leon berjalan menuju parkiran dimana motornya berada. Leon baru menyadari kebodohannya membiarkan Ardi dan Tya hanya berdua saja.


" Lo bodoh banget sih Leon. Dengan lo ninggalin mereka tu murid baru punya kesempatan deketin Tya " umpat Leon pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Akkhirnya Leon pun pulang dengan keadaan kesal karena membiarkan Ardi dan Tya hanya berdua.


__ADS_2