
Setibanya di depan kamar pengantin mereka, Leon langsung membuka pintu. Ia masuk diikuti Yeni di belakangnya. Terlihat kamar itu sudah dihias dengan begitu indah. Banyak sekali rangkaian bunga mawar di sekitar tempat tidur.
" Bagus sekali " gumam Yeni saat memasuki kamar tersebut.
Leon mengambil handuk yang sudah disiapkan pegawai hotel lalu langsung masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan Yeni.
" Dasar ya sudah jadi suami masih aja kaya kulkas " gerutu Yeni merasa tidak dihiraukan oleh Leon.
Yeni lalu menuju ke meja rias yang ada di kamar tersebut. Ia melepaskan semua asesoris yang melekat pada tubuhnya kecuali cincin pernikahannya.
Yeni tersenyum melihat cincin itu melingkar di jarinya. " Gak nyangka aku bisa nikah secepat ini sama Leon " ucap Yeni.
Beberapa saat kemudian Leon keluar hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Yeni yang melihat itu pun langsung membulatkan matanya. Ini adalah hal yang baru untuknya.
" Biasa saja melihatnya " ucap Leon sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk.
Yeni pun langsung mendengus kesal. " Siapa juga yang melihat " ucap Yeni.
Kemudian Yeni berdiri dari duduknya. Ia mengambil handuk dan baju ganti yang memang sudah ada di kamar tersebut. Saat hendak memasuki kamar mandi tiba-tiba Leon menarik tubuhnya. Leon memeluk Yeni dari belakang.
" Mau kemana?" bisik Leon di telinga Yeni.
__ADS_1
Yeni begitu terkejut. Saat hembusan napas Leon mengenai leher Yeni tubuhnya pun tiba-tiba meremang. Jantung berdegub tak karuan.
" Hmm aku mau mandi " ucap Yeni berusaha melepaskan pelukan Leon.
" Nanti saja. Sekarang kita pemanasan untuk nanti malam " ucap Leon masih memeluk Yeni.
" Pemanasan ?" ucap Yeni.
" Iya " jawab Leon tersenyum smirk.
Leon menggiring Yeni menuju tempat tidur. Leon mendudukkan Yeni lalu ia ikut duduk di depan Yeni.
" Kamu mau apa?" tanya Yeni gugup saat Leon mulai mendekatkan tubuhnya.
Wajah Yeni pun memerah mendengar itu. Ia merasa sangat gugup.
" Hmm ini sudah hampir zuhur. Aku mandi dulu " ucap Yeni mendorong dada Leon.
Tapi Leon tidak bergerak sama sekali. Sekarang malah ia sudah mengungkung tubuh Yeni. Leon mendekatkan wajahnya ke wajah Yeni. Yeni melihat itu langsung memejamkan matanya.
Leon yang merasa tidak ada perlawanan dan penolakan dari Yeni pun langsung mencium bibir tipis itu. Yeni membuka matanya saat bibir Leon menempel pada bibirnya. Leon terus ******* dan menghisap bibir yang menurutnya sangat manis itu. Yeni hanya diam tidak membalas ciuman Leon lalu Leon mengigit pelan bibir Yeni agar dia mau membuka mulutnya. Saat sudah berbuka Leon langsung menyusuri mulut Yeni.
__ADS_1
Leon melepaskan ciuman itu saat mereka sudah hampir kehabisan napas.
" Huh huh huh " mereka berdua berdua berebut oksigen.
" Leon " ucap Yeni sambil menundukkan wajahnya.
" Apa? Kamu mau lagi ?" ucap Leon.
Tanpa menunggu jawaban Yeni ia pun langsung menyerang Yeni lagi. Ia mulai menciumi bagian tubuh Yeni yang lain tapi tidak sampai meninggalkan tanda kepemilikan disana.
Kemudian tangan Leon tidak tinggal diam. Tangan itu kini sudah meraih reseleting kebaya Yeni dan menurunkannya hingga batas pinggang.
Kini terlihatlah pemandangan yang sangat indah bagi Leon yang coba Yeni tutupi dengan kedua tangannya. Yeni menundukkan wajahnya karena sekarang dia merasa sangat malu.
Saat Leon hendak menyerangnya kembali terdengar suara azan zuhur berkumandang.
" Hmm aku mandi dulu. Ini sudah zuhur " ucap Yeni lalu pergi menuju kamar mandi.
Leon pun tersenyum melihat Yeni. " Kamu akan menjadi milikku seutuhnya " ucap Leon.
Kemudian Leon pergi untuk mengambil dan memakai bajunya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘