
Leon memarkirkan motornya di garasi rumahnya. Dia melihat mobil yang juga terparkir di garasi rumahnya. Kemudian dia memasuki rumahnya.
" Ma" panggil Ardi saat melihat Mama Rita duduk di sofa.
" Sayang? Kamu udah pulang?" ucap Mama Rita tersenyum.
" Iya Ma. Itu mobil siapa di depan?" tanya Leon.
" Mobil sepupumu" jawab Mama Rita.
Leon hanya ber oh ria tidak terlalu memperdulikannya. " Leon ke kamar dulu" ucap Leon kemudian menaiki tangga untuk menuju kamarnya di lantai dua.
Leon melempar tasnya ke sembarang arah kemudian membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Lalu Leon memejamkan matanya.
Terdengar suara pintu kamar dibuka.
Ceklek.
Leon membuka matanya untuk melihat siapa yang membuka pintu kamarnya.
" Ngapain lo ke kamar gue?" tanya Leon saat orang itu sudah memasuki kamarnya.
" Lo ni ya sepupu dateng seharusnya disambut" ucap Siska kemudian duduk di sofa yang berada di kamar Leon. Siska adalah anak dari kakak Mama Rita.
" Udah jawab aja gak mungkin lo kesini jauh-jauh kalo gak ada yang penting " ucap Leon pada Siska.
" Gue mau nemuin mantan gue" jawab Siska.
" Yang mutusin lo gara-gara gak direstuin?" tanya Leon sambil tersenyum mengejek.
Siska pun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.
" Udah putus kan kenapa masih mau lo temuin?" tanya Leon.
" Gue pengen buat dia kembali sama gue " ucap Siska.
" Kalo dia gak mau?" ucap Leon.
" Gue bakal terima " jawab Siska.
Leon kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Siska melihat-lihat isi kamar Leon. Siska melihat ada foto seorang gadis di nakas dan gadis itu adalah Tya.
" Apa ini pacar Leon ?" tanya Siska pada dirinya sendiri.
Terlihat Leon keluar dari kamar mandi. Dia menggunakan celana pendek dan kaos berwarna hitam.
" Ini pacar lo?" tanya Siska sambil menunjukkan foto itu pada Leon.
" Bukan " ucap Leon kemudian langsung merebut foto itu dari tangan Siska.
" Cewek yang lo suka?" ucap Siska tersenyum.
" Bukan" jawab Leon singkat.
Leon mencoba menutupi rasa gugupnya karena ketahuan menyimpan foto Tya.
" Terus?" ucap Siska.
" Bukan urusan lo. Sana keluar " ucap Leon kemudian mendorong Siska keluar kamarnya.
" Tante Leon punya pacar" teriak Siska.
" Diam lo " ucap Leon kesal kemudian langsung menutup pintu kamarnya saat Siska sudah keluar dari kamarnya.
Siska tertawa melihat reaksi Leon saat digodanya. Kemudian dia menuruni tangga untuk ke kamar yang ditempatinya di lantai bawah.
Pagi harinya, Leon turun untuk sarapan. Di meja makan sudah ada Mama Rita, Papa Axcel dan Siska.
__ADS_1
Leon duduk di sebelah Mama Rita. " Ini sayang" ucap Mama Rita memberikan roti pada Leon.
" Leon gue ikut ke sekolah lo ya " ucap Siska.
" Ngapain lo ikut ke sekolah gue?" ucap Leon dingin.
" Mau nemuin seseorang. Ternyata dia satu sekolah sama lo" jawab Siska.
Leon diam tidak menjawab. " Siapa mantan Siska?" batin Leon.
" Emang siapa yang mau kamu temuin Sis?" tanya Mama Rita pada Siska.
" Hmm ada deh " ucap Siska.
" Boleh ya " ucap Siska memohon pada Leon.
" Leon turuti permintaan Siska " ucap Papa Axcel.
" Ya udah ayok " ucap Leon kemudian menghabiskan susunya.
" Leon berangkat Ma Pa " pamit Leon.
" Siska juga Om Tante " sambung Siska.
" Kalian hati-hati " ucap Mama Rita.
Leon dan Siska pun menganggukkan kepalanya kemudian menuju keluar. Mereka menaiki motor Leon untuk pergi ke sekolah.
Sedangkan Yeni baru sampai di sekolah dan menghampiri teman-temannya yang sedang berada di parkiran. Tak lama Ardi dan Tya pun datang.
" Kalian baru sampe?" tanya Tya pada teman-temannya saat sudah berada di kursi rodanya.
" Iya" jawab Lisa mewakili yang lain.
Ketika mereka hendak beranjak pergi menuju kelas ada seseorang memanggil Ardi.
Mereka semua pun menoleh ke arah suara. " Siska ?" gumam Ardi terkejut.
Siska berlari ke arah Ardi kemudian langsung memeluknya.
" Sayang aku kangen banget sama kamu" ucap Siska sambil memeluk Ardi.
" Sayang? Siapa perempuan itu?" gumam Tya.
Hatinya terasa sakit saat ada perempuan yang memanggil Ardi dengan sebutan sayang dan memeluknya.
Ardi langsung melepas pelukan Siska. Kemudian dia melirik ke Tya melihat wajah Tya, Ardi takut Tya salah paham melihat itu.
" Apa-apaan sih kamu?" ucap Ardi marah.
" Ar, aku masih sayang sama kamu. Aku mohon kamu balik lagi sama aku " ucap Siska memohon.
" Cukup Sis. Cerita udah berakhir sejak penghinaan keluargamu sama aku" ucap Ardi cukup keras.
" Tolong Sis kita sekarang cukup jadi temen aja dan tolong jangan ganggu aku lagi. Aku takut ada yang salah paham. Sekarang udah ada hati yang harus aku jaga" ucap Ardi kemudian menggenggam tangan Tya.
Tya menatap Ardi, dia melihat Ardi bersungguh-sungguh. Tya menjadi lebih yakin bahwa Ardi memang sangat. menyayanginya.
" Sekali lagi aku mohon Sis jangan minta aku balik lagi sama kamu " ucap Ardi.
Siska menangis mendengar ucapan Ardi. Sekarang dia tidak ada harapan lagi untuk kembali bersama Ardi.
Kemudian Ardi mendorong kursi roda Tya. Kemudian diikuti oleh teman-teman yang lain.
Disana hanya tertinggal Siska, Leon serta Yeni yang dari tadi memperhatikan sikap Leon yang seperti sudah tahu semuanya.
Leon menghampiri Siska yang masih terisak dalam tangisnya.
__ADS_1
" Ayo ikut gue " ucap Leon sambil menarik Siska tanpa memperdulikan Yeni yang dari tadi menatapnya.
" Leon kenal sama cewek itu?" gumam Yeni kemudian mengikuti Leon dan Siska.
Leon membawa Siska ke taman sekolah. Kemudian menyuruh Siska duduk di bangku taman lalu dia duduk di sampingnya.
Sementara Yeni dia bersembunyi dibalik pohon yang tidak jauh dari mereka sehingga masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Saat Siska sudah tenang dan berhenti menangis, Leon mulai berbicara padanya.
" Jadi cowok itu Ardi?" tanya Leon.
" Iya " jawab Siska.
" Terus lo masih mau ngejar dia?" ucap Leon.
"Udah cukup. Lo liat sendiri kan dia udah nolak gue. Lagian dia juga udah punya pacar" ucap Siska sedih.
" Lo harus bisa ikhlasin dia. Kalo ngelupain dia mungkin lo gak bisa tapi ikhlaskan biar dia bahagis sama yang lain. Lagian keluarga kita terutama paman sama bibi gak setuju juga kan. Pada akhirnya juga gak akan bisa bareng-bareng juga" ucap Leon pada Siska.
" Gue bakal berusaha buat ikhlas " jawab Siska.
" Bagus lah itu baru sepupu gue " ucap Leon tersenyum tipis.
Siska pun tertawa jarang sekali Leon berkata seperti itu karena Leon lebih sering terlihat dingin dan tidak peduli padanya.
" Jadi cewek itu sepupunya" batin Yeni masih terus menguping.
" Lo jangan kaya gue. Kejar tu cewek yang lo suka " ucap Siska.
" Dia udah milik orang lain" jawab Leon.
" Seriusan lo?" tanya Siska.
" Pacar Ardi. Dia cewek yang gue suka" jawab Leon sendu.
" Hah? Jadi cewek yang di kursi roda itu cewek yang lo suka" ucap Siska dan Leon menganggukkan kepalanya.
Yeni yang mendengar itu sangat terkejut. " Jadi selama ini Leon suka sama mba Tya " gumam Yeni.
Hatinya tersasa sakit mendengar orang yang telah menarik perhatiannya menyukai perempuan lain dan itu adalah Tya.
" Kenapa kisah percintaan kita gini banget sih " ucap Siska sambil tersenyum masam.
" Dia tahu lo suka sama dia?" tanya Siska.
" Enggak" jawab Leon.
" Awalnya gue gengsi suka sama sama dia. Tapi lama-lama gue sadar kalo cinta tu memang gak tau dimana bakal berlabuh dan gue memang suka sama dia" ucap lanjut Leon. Wajahnya menunjukkan apa yang sedang dia rasakan saat ini.
" Masih banyak cewek yang mau sama lo tenang aja. Kaya yang lo bilang ke gue harus bisa ikhlas" ucap Siska sambil menghibur Leon.
" Gue tahu itu. Gue lagi berusaha " jawab Leon.
Siska pun tersenyum mendengar jawaban Leon. " Lo mau tetep disini? Gue mau ke kelas bentar lagi masuk" ucap Leon kemudian berdiri.
Siska pun ikut berdiri. " Gue mau jalan-jalan dulu. Sambil menyegarkan pikiran " ucap Siska.
" Lo naik apa?" tanya Leon.
" Gue naik taksi " jawab Siska.
Terdengar suara lonceng telah berbunyi kemudian Leon pun melangkah menuju kelas. Sedangkan Siska pergi untuk mencari taksi.
Yeni juga keluar dari persembunyiannya saat Leon dan Siska sudah pergi.
" Apa aku masih ada kesempatan buat ada di hati Leon menggantikan mba Tya?" gumam Yeni.
__ADS_1
" Setidaknya aku bisa mencobanya " ucap Yeni tersenyum kemudian pergi menuju kelasnya karena lonceng sudah berbunyi beberapa kali.