
Setelah dua minggu melakukan pemulihan di rumah sakit, Yeni pun akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Ia juga sudah bisa berjalan walaupun belum untuk jarak yang terlalu jauh. Teman-teman mereka juga beberapa kali menjenguk Yeni di rumah sakit, begitu juga dengan Ardi dan Tya.
" Ayo sayang " ucap Leon pada Yeni.
Leon membantu Yeni untuk duduk di kursi roda. Yeni sempat menolaknya karena ia ingin berjalan tapi Leon melarangnya karena jarak ruang perawatannya dan lobi rumah sakit cukup jauh. Akhirnya ia pun pasrah duduk di kursi roda sekarang.
" Kita pulang sekarang " ucap Leon.
Leon mendorong kursi roda Yeni menuju lobi.
Mereka hanya pulang berdua karena kedua orang tua dan mertuanya sudah menunggu di apartemen.
Leon sudah meminta security rumah sakit untuk membawa mobilnya ke rumah sakit sehingga mereka tidak perlu pergi ke parkiran.
" Makasih pak " ucap Leon pada seorang security.
" Sama-sama Tuan " jawab security itu.
Leon membuka pintu mobil dan membantu Yeni untuk memasuki mobil.
" Kamu tunggu sebentar ya sayang " ucap Leon pada Yeni.
" Iya Mas " jawab Yeni.
Leon pun menutup pintu mobil itu.
Kemudian Leon memasukkan tas dan kursi roda yang dipakai Yeni ke bagasi mobil.
__ADS_1
Setelah itu Leon pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Leon melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya.
Leon membuka pintu untuk Yeni setelah mereka sampai di lobi apartemen. Ia menyuruh seseorang untuk memarkirkan mobilnya.
" Ayo sayang, duduk " ucap Leon menyuruh Yeni untuk duduk di kursi roda.
" Mas, aku jalan aja ya " ucap Yeni.
" Tapi nanti kaki kamu sakit dan kamu capek sayang " ucap Leon.
" Enggak kok mas. Aku gak mau pakai kursi roda " jawab Yeni.
" Ya sudah, biar aku gendong " ucap Leon mengangkat tubuh Yeni.
Yeni pun terkejut karena Leon menggendongnya tiba-tiba. " Eh kok malah kamu gendong aku sih " ucap Yeni.
" Tapi Mas... " belum sempat Yeni berbicara Leon sudah memotongnya.
" Gak ada protes lagi " ucap Leon.
Yeni pun menghela napasnya pasrah Leon menggendongnya.
Leon menggendong Yeni hingga sampai di apartemen miliknya. Leon membawa Yeni masuk setelah Mama Rita membuka pintu.
" Kamu duduk disini dulu. Aku mau ambil tas sama kursi roda di bawah " ucap Leon setelah membawa Yeni di ruang keluarga.
Yeni pun menganggukkan kepalanya. Leon pergi ke lantai bawah untuk mengambil tas dan kursi roda.
__ADS_1
" Kamu mau makan apa sayang? Biar Mama masakin " tawar Mama Rita pada Yeni.
" Aku pengen makan sup ayam Ma " jawab Yeni dengan mata berbinar membayangkan betapa hangatnya sup ayam saat memasuki tenggorokannya.
" Baiklah, Mama akan buatkan " ucap Mama Rita.
" Makasih Ma " jawab Yeni.
Mama Rita pun menganggukkan kepalanya.
Mama Rita pergi ke dapur untuk memasak sup ayam permintaan Yeni. Sedangkan Bu Yosi sedang merapikan kamar Leon dan Yeni setelah sebelumnya tidak ditinggali. Papa Axcel dan Ayah Yendi sedang mengobrol di ruang tamu.
Leon kembali dengan membawa tas dan kursi roda. Leon menaruh tas di atas meja lalu duduk di sebelah Yeni.
" Sayang " ucap Leon dan langsung memeluk Yeni.
" Kenapa sih Mas? Jangan peluk-peluk dulu. Ada Papa sama Mama, Ayah sama Ibu juga. Malu kalo sampai dilihat mereka " ucap Yeni mencoba melepaskan pelukan Leon.
" Sebentar aja sayang. Aku kangen sama kamu " ucap Leon membenamkan wajahnya di leher Yeni.
Akhirnya Yeni pun membiarkan Leon untuk memeluknya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘