
Leon dan Yeni pun keluar dari rumah dan menuju motor Leon. Leon menaiki motornya lalu memakai helmnya. Kemudian Leon memberikan helm pada Yeni. Yeni pun menerimanya lalu memakai helm itu.
" Naik " ucap Leon dingin.
Tanpa menjawab Yeni pun langsung menuruti apa yang Leon katakan. Dia naik ke motor Leon.
" Pegangan gue bakal ngebut " ucap Leon pada Yeni.
" Berarti gue boleh pegangan di pinggang lo lagi " ucap Leon.
" Hmm " jawab Leon.
Entah dorongam dari mana Leon memegang tangan Yemi dan menaruhnya pada pinggangnya agar bisa memeluknya.
Deg deg deg.
" Aduh jantung gue " batin Yeni saat posisinya sudah memeluk Leon.
Kemudian Leon pun mulai melajukan motornya menuju tempat dimana pasar malam itu berada. Yeni mempererat pelukannya saat Leon menambah kecepatan motornya.
" Kenapa aku merasa nyaman dipeluk cewek ceroboh itu " batin Leon.
Leon tersenyum saat melihat tangan Yeni melingkar di pinggangnya.
Setelah empat puluh lima menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah pasar malam. Leon pun memakirkan motornya.
Yeni pun melepaskan pelukannya lalu turun dari motor Leon. Yeni melepaskan helm lalu memberikannya pada Leon.
" Leon ayo kita masuk " ucap Yeni menarik tangan Leon.
" Sabar. Gak usah narik-narik juga " ucap Leon.
__ADS_1
Yeni tidak mendengarkan Leon. Dia menarik tangan Leon untuk masuk ke pasar malam. Leon pun hanya mengikuti Yeni memasuki pasar malam.
Setelah memberikan tiket pada penjaga pasar malam mereka pun masuk. Yeni begitu antusias dan mengajak Leon untuk mencoba beberapa permainan yang ada di sana.
Leon tersenyum saat melihat Yeni tertawa bahagia walau hanya dengan menaiki permainan yang ada di pasar malam tersebut.
" Lo gak capek apa dari tadi? Kita duduk aja sekarang. Gue capek banget " ucap Leon menarik tangan Leon menuju sebuah bangku di sekitar sana.
Yeni pun mengikuti Leon. Yeni tersenyum melihat tangannya yang dari tadi terus digenggam oleh Leon. Leon mendudukkan dirinya di sebuah bangku.
" Gue beli minuman dulu " ucap Yeni pada Leon.
" Jangan lama-lama. Nanti lo ilang gue yang repot " ucap Leon.
" Iya " jawab Yeni.
Yeni pun pergi membeli minuman untuk Leon dan juga untuk dirinya sendiri. Kemudian dia kembali menghampiri Leon yang masih duduk di bangku.
" Terima kasih " ucap Leon menerima minuman tersebut.
Leon membuka kaleng tersebut dan meminumnya. Yeni duduk di sebelah Leon lalu meminum minuman kaleng miliknya.
" Leon " panggil Yeni.
" Hmm " jawab Leon.
" Makasih ya udah ajak gue ke pasar malam ini. Gue seneng banget " ucap Yeni tersenyum.
" Iya " jawab Leon singkat.
" Hmm apa gue masih belum kesempatan di hati lo " ucap Yeni pada Leon.
__ADS_1
Leon pun menoleh ke arah Yeni dan melihat ke wajahnya.
" Gue bakal kasih kesempatan buat lo " ucap Leon.
" Beneran ?" ucap Yeni seakan tak percaya.
" Hmm " jawab Leon.
Yeni pun tersenyum. Akhirnya dia punya kesempatan untuk berada di hati Leon.
" Tapi gue boleh minta satu hal gak sama lo " ucap Yeni.
" Apa?" tanya Leon pada Yeni.
" Bisa gak kita pakai aku kamu bukan lo gue lagi " jawab Yeni.
" Mungkin bisa " ucap Leon.
" Ayo kita pulang. Sudah malam " ucap Leon menarik tangan Yeni.
Yeni pun mengikuti langkah Leon. Senyumnya tidak pernah memudar. Hatinya begitu bahagia.
Leon mengantarkan Yeni sampai rumah dengan selamat. Leon memutuskan untuk langsung pulang karena hari memang sudah cukup larut malam.
" A-aku pulang dulu " ucap Leon canggung.
"Makasih ya. Kamu hati-hati di jalan "ucap Yeni tersenyum.
Leon pun menganggukkan kepalanya lalu melajukan motornya meninggalkan rumah Yeni. Di sepanjang perjalanan Leon selalu tersenyum.
" Semoga ini bukan hal yang salah. Aku cukup nyaman bersamanya " gumam Leon.
__ADS_1
Mungkin dengan memberikan kesempatan pada dirinya sendiri dan juga Yeni dia akan bisa melupakan Tya dan mencintai Yeni.