Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
178. Lebih Lembut


__ADS_3

Keesokkan harinya, Yeni terbangun lebih dulu saat mendengar suara azan subuh berkumandang. Ia mendudukkan tubuhnya dengan memegang selimut yang menutupi tubuh polosnya. Ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul lima pagi.


Yeni pun segera membangunkan Leon yang masih tertidur di sampingnya.


" Mas, bangun " ucap Yeni menggoyangkan tubuhnya Leon.


" Hmm " gumam Leon berusaha membuka matanya.


" Kenapa sayang? " tanya Leon setelah membuka matanya.


" Sudah subuh mas. Aku mau mandi tapi aku males banget ke kamar mandi. Gendong aku ke kamar mandi ya " ucap Yeni pada Leon.


Yeni sekarang memang sangat malas untuk bergerak apalagi dengan perutnya yang besar. Ia bahkan kadang kesulitan untuk berdiri dari posisi duduk.


Leon pun bangkit dari posisi tidurnya. Ia berdiri dengan masih tidak memakai apapun. Ia berdiri di samping Yeni.


" Mas pake celananya dulu " ucap Yeni yang melihat Leon tidak memakai apapun.


" Biarin aja lah. Lagian habis ini mandi juga " jawab Leon menarik selimut yang menutupi tubuh polos Yeni.


Kemudian setelah itu Leon pun langsung mengangkat tubuh Yeni dan membawanya ke kamar mandi. Mereka pun mandi bersama tapi mereka benar-benar hanya mandi karena Leon tidak ingin Yeni kelelahan jika harus melakukan yang lebih dari mandi.


Leon membantu Yeni untuk mengeringkan rambutnya setelah mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Setelah selesai membantu Yeni mengerikan rambut, Leon pun merapikan tempat tidur mereka setelah pertempuran panas mereka tadi malam.

__ADS_1


" Biar aku aja yang beresin tempat tidurnya Mas " ucap Yeni saat melihat Leon membereskan tempat tidur.


" Ets kamu duduk aja disana. Biar aku aja ya yang beresin tempat tidurnya sayang " cegah Leon lembut saat melihat Yeni berdiri.


Yeni pun mendudukkan tubuhnya kembali di depan meja rias dan memperlihatkan Leon yang sedang merapikan tempat tidur mereka. Leon juga mengganti seprai dengan seprai yang baru.


" Aku kirim ini ke laundry dulu " ucap Leon membawa sekantung pakaian kotor mereka dan seprai di tangannya.


" Kan aku bisa nyucinya Mas, gak usah ke laundry " ucap Yeni.


" Kamu tu gak boleh capek-capek sayang. Jadi biar aku kirim aja ya ke laundry " ucap Leon.


Yeni pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Ayo sayang kamu istirahat dulu " ucap Leon menuntun Yeni ke tempat tidur.


Leon membantu Yeni naik ke tempat tidur dan memastikan posisinya sudah nyaman. Leon memperlakukan Yeni dengan begitu lembut setelah Yeni sadar dari koma. Ia benar-benar akan selalu menjaga Yeni.


Yeni pun sangat senang dengan perlakuan Leon yang lembut. Leon memperlakukan seperti ratu sekarang.


" Aku keluar dulu mau masak sarapan buat kamu " ucap Leon.


" Makasih ya Mas " ucap Yeni tersenyum.


" Kamu gak perlu bilang makasih sayang. Kamu kan istri aku " jawab Leon mencium puncak kepala Yeni lalu pergi keluar kamar.

__ADS_1


Karena mereka bosan terus berada di dalam kamar, Yeni pun memutar untuk keluar dan melihat Leon yang sedang memasak. Kakinya juga sudah terasa lebih baik. Ia sudah bisa berjalan untuk sekedar keluar dari kamar.


Yeni tersenyum saat melihat Leon sedang memasak dengan apron di tubuhnya.


" Lucu banget sih suami aku " gumam Yeni tersenyum.


Leon yang berbalik badan terkejut dengan Yeni yang sudah berdiri di samping meja makan.


" Loh sayang, kamu bukannya istirahat malah disini " ucap Leon mendekati Yeni.


" Aku bosen di kamar terus Mas " jawab Yeni.


" Ya sudah, kamu duduk disini. Sebentar lagi sarapannya matang " ucap Leon menyuruh Yeni untuk duduk di kursi yang ada di meja makan.


Yeni pun menganggukkan kepalanya. Ia duduk di kursi dengan dibantu oleh Leon.


Setelah masakan Leon matang mereka pun sarapan bersama dengan Leon yang menyuapi Yeni.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2