Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
173. Nyata


__ADS_3

Leon bangun dari tidurnya setelah mendengar suara azan subuh berkumandang. Ia langsung mendudukkan tubuhnya dan mengumpulkan nyawanya. Ia tidur di sofa tadi malam.


Leon mendekati brankar Yeni sebelum dirinya pergi ke mushola rumah sakit untuk sholat subuh.


" Ayo ke mushola dulu sayang " ucap Leon mencium kening Yeni.


Leon pergi ke kamar mandi dan setelah itu ia langsung pergi ke mushola rumah sakit.


Leon melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama para staf rumah sakit dan ada juga dari mereka yang merupakan keluarga dari pasien yang dirawat di rumah sakit itu.


" Tuan Leon bagaimana keadaan Nona Yeni selama dua hari ini? " tanya Dokter Diki yang juga ikut sholat subuh berjamaah.


" Keadaannya masih sama dan tetap stabil dok " jawab Leon.


Dokter Diki tidak mengecek keadaan Yeni dan menugaskan dokter lain untuk menggantikannya karena ia menghadiri seminar selama dua hari di luar kota.


" Nanti sebelum pulang saya akan ke ruangan Nona Yeni " ucap Dokter Diki.


" Baik dok " jawab Leon.


Dokter Diki berada di rumah sakit sepagi ini karena ia baru saja menyelesaikan sebuah operasi besar.


Kemudian Leon pun kembali ke ruang perawatan Yeni setelah mengobrol sebentar bersama Dokter Diki.


Saat membuka pintu, Leon dibuat sangat terkejut dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Leon terdiam dan kaki terasa sangat berat untuk bergerak. Tubuhnya juga terasa sangat lemas.


" Mas Leon " ucap seorang wanita memanggilnya dengan suara yang sangat lemah tapi ia masih bisa mendengarnya.


Deg.


Air mata Leon tiba-tiba saja terjatuh mendengar itu. Leon melangkahkan kakinya pelan memasuki ruangan itu. Ia melihat Yeni yang sudah membuka matanya dan mengangkat tangannya, memintanya untuk mendekat. Ia benar-benar terkejut dan sangat bersyukur Yeni sudah sadar setelah tiga bulan koma.


" Sayang, kamu sadar " ucap Leon dengan suara bergetar.


Yeni hanya menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


" Aku panggil Dokter Diki " ucap Leon.


Leon memencet tombol yang ada di sebelah brankar Yeni untuk memanggil Dokter. Leon masih belum percaya Yeni sudah sadar saat ini. Ia pun menghapus air mata yang terus mengalir. Perjuangannya menunggu Yeni selama tiga bulan ini tidak sia-sia.


Tak lama Dokter Diki dan beberapa perawat masuk ke dalam ruangan itu. Mereka juga terkejut melihat Yeni yang sudah membuka matanya.


" Dokter, istri saya sadar " ucap Leon pada Dokter Diki.


Dokter Diki pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Biar saya periksa keadaan Nona Yeni " ucap Dokter Diki.


Leon pun sedikit menjauh dari brankar Yeni dan memberikan ruang pada Dokter Diki untuk memeriksa keadaan Yeni.


Dokter Diki tersenyum pada Leon setelah memeriksa keadaan Yeni. " Keadaan Nona Yeni sangat baik saat ini. Hanya butuh waktu untuk proses penyembuhannya dan adaptasi kembali dengan tubuhnya karena Nona Yeni mengalami koma selama tiga bulan ini " ucap Dokter Diki.


" Terima kasih banyak dok " ucap Leon tersenyum senang.


Dokter pun menganggukkan kepalanya.


" Kami permisi dulu " pamit Dokter Diki.


Yeni pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


Setelah Dokter Diki dan perawat keluar dari ruangan itu, Leon langsung mendekati Yeni.


" Ini nyata kan sayang. Kamu sudah sadar " ucap Leon.


" Iya mas, ini nyata. Aku sudah sadar, aku disini sama kamu " jawab Yeni pelan.


" Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah " ucap Leon menangkupkan kedua tangan di wajahnya.


" Emang berapa lama aku gak sadar mas? " tanya Yeni pada Leon.


" Tiga bulan sayang " jawab Leon.

__ADS_1


" Tingga bulan? " ucap Yeni terkejut.


" Iya sayang " jawab Leon.


" Maaf ya mas selama tiga bulan ini aku gak bisa nemenin kamu dan malah ngerepotin kamu " ucap Yeni sedih.


" Kamu ngomong apa sih sayang. Sudah gak usah dipikirin lagi, yang penting sekarang kamu sudah sadar dan anak-anak kita baik-baik aja " ucap Leon.


" Anak kita? " ucap Yeni.


Ia sempat lupa jika dirinya sedang mengandung karena baru beberapa hari ia tahu sedang mengandung dan kecelakaan itu terjadi.


Yeni memegang perutnya yang sudah besar. " Mas perut aku sudah besar " ucap Yeni senang.


Ia memang ingin sekali merasakan perutnya yang besar karena mengandung anaknya dan Leon.


" Iya sayang. Mereka sehat dan tumbuh dengan baik di perut kamu. Sekarang mereka sudah lima bulan " jawab Leon.


Leon pun ikut mengusap perut Yeni dan merasakan tendangan dari dalam. Sepertinya mereka juga senang karena ibu mereka sudah sadar sekarang.


" Mas " panggil Yeni.


" Iya sayang, kenapa? " tanya Leon.


" Aku mau dipeluk. Aku kangen pelukan kamu " ucap Yeni manja.


Leon pun tersenyum. " Sini aku peluk sampai kamu puas " ucap Leon.


Leon naik di tepi brankar Yeni dan langsung memeluknya. Sesekali ia memberikan kecupan di puncak kepala Yeni sampai Yeni tertidur.


Setelah Yeni tertidur, Leon langsung menghubungi kedua orang tuanya dan mertuanya dan mengabarkan bahwa Yeni sudah sadar. Ia juga memberi tahu Ardi dan Tya serta Reno dan Nadia tentang kabar bahagia itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2