Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
31. Ingin Lebih Dekat


__ADS_3

Sesampainya di rumah Yeni langsung melangkahkan kakinya menuju kamar. Dia tidak melihat motor ayahnya mungkin saja tidak ada orang di rumah.


Yeni merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya melayang ke Leon. Bayang-bayang Leon selalu memenuhi otaknya.


" Aaaa kenapa aku mikirin Leon sih " ucap Yeni.


" Kenapa aku jadi pengen lebih tahu banyak tentang dia" lanjut Yeni.


Yeni mencoba menghampus bayang-bayang Leon dari pikirannya tapi tidak bisa. Setelah lama berperang dengan pikirannya sendiri Yeni pun tertidur.


Hari telah berganti pagi. Hari ini Yeni akan mulai masuk sekolah. Setelah sarapan Yeni langsung berpamitan pada kedua orang tuanya untuk berangkat ke sekolah.


" Yeni berangkat sekolah dulu " ucap Yeni pada kedua orang tuanya.


" Iya sayang " jawab Bu Yosi.


" Assalamualaikum " ucap Yeni mencium tangan Ayah Yendi dan Bu Yosi.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi.


Yeni menaiki motornya dan melajukannya menuju sekolah. Setelah sampai Yeni langsung memarkirkan motornya di parkiran. Dia parkiran dia bertemu Lisa dan Nisa lalu mereka menuju ke kelas bersama.


Setelah sampai di kelas mereka melihat Sasa yang sedang memeluk Tya. Mereka pun langsung mau menghampirinya.


" Hey kalian kok gak ajak-ajak pelukannya " ucap Lisa yang baru datang bersama Nisa dan Yeni.


Tya dan Sasa pun meoleh ke arah mereka.


" Ya udah sini peluk" ucap Tya sambil merentangkan tangannya.


Mereka berlima pun berpelukan sampai akhirnya Ardi dan Aska the geng pun datang.


" Mau peluk juga dong " ucap Reno sambil berjalan ke arah mereka tapi dihadang oleh Lisa.


" Enak aja mau peluk-peluk " ucap Lisa pada Reno saat tangannya berada di wajah Reno saat menghadangnya.


" Ini tangan lo Lis" ucap Reno menepis tangan Lisa dari wajahnya.


" Salah lo sendiri mau peluk-peluk aja " ucap Nisa.


" Iya dasar buaya " seloroh Yeni.


Kemudian semua tertawa karena ucapan Yeni.


Leon dan gengnya pun memasuki kelas berjalan melewati mereka ke meja paling belakang. Yeni terus memperhatikan Leon. Dia masih penasaran sedang apa dia di tempat kemarin.


" Yen lo liatin apa sih ?" tanya Aska menyadarkan Yeni.

__ADS_1


" Gak liat apa-apa " jawab Yeni.


" Ya udah sekarang lo liatin gue aja" ucap Aska tersenyum.


" Ogah " jawab Yeni kemudian duduk di sebelah Tya.


Mereka kembali tertawa karena Yeni dan Aska. Kemudian mereka menuju tempat yang akan duduki mereka.


Karena ini hari pertama setelah libur semester jadi tidak ada pelajaran. Yeni melihat Ardi yang menghampiri Tya dan duduk di atas meja milik Tya.


" Kenapa kamu duduk disitu?" tanya Yeni saat melihat Ardi yang duduk di meja di depan Tya.


" Biar lebih enak aja lihatin wajah pacar aku " ucap Ardi tersenyum. Wajah Tya langsung memerah karena ulah Ardi.


"Dasar mentang-mentang punya pacar" ucap Yeni dan Ardi hanya tersenyum.


" Turun ih gak enak diliatin yang lain " ucap Tya pada Ardi.


" Gak mau. Biarin aja lagi " jawab Ardi.


" Malu tau" ucap Tya pelan sambil mencubit paha Ardi.


" Aw suka banget sih nyubit aku " ucap Ardi memegang tangan Tya supaya tidak mencubitnya lagi.


" Salah kamu sendiri disuruh turun gak mau " ucap Tya dengan ekpresi kesalnya.


" Aku kan pengen disini" ucap Ardi.


Yeni hanya mendengarkan pembicaraan antara Tya dan Ardi. Diotaknya masih ada Leon melayang-layang.


" Perasaan ini? Kok aku ngerasa gini ya ke Leon. Apa aku suka sama dia ya " batin Yeni.


" Tapi kalo gue suka sama dia masa gue yang harus bilang ke dia " lanjutnya.


Sedangkan Leon dari tadi memperhatikan interaksi antara Ardi dan Tya. Hatinya masih saja merasa sakit jika melihat Ardi dan Tya bersama. Kemudian ia berdiri hendak pergi.


" Mau kemana lo ?" tanya Risky saat melihat Leon berdiri.


" Keluar " jawab Leon singkat kemudian melangkah keluar.


Yeni yang melihat Leon keluar pun menjadi penasaran dan ingin mengikutinya.


" Mau kemana dek ?" tanya Tya saat Yeni hendak meninggalkan mereka.


" Em ketoilet mba " jawab Yeni beralasan kemudian melangkah keluar.


Yeni terus mengikuti Leon. Semenjak kejadian malam itu Yeni seperti mulai tertarik pada Leon dan menyukainya. Dia ingin lebih dekat dan mengetahui semua tentang Leon. Jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat berada dekat Leon. Dia menyadari perasaannya itu tapi dia gengsi untuk mengakuinya.

__ADS_1


Sampai akhirnya Leon sudah berada di taman dan duduk di kursi kemudian memasang earphone di telinganya.


Yeni pun menghampiri Leon dan ikut duduk disampingnya. Leon yang menyadari ada seseorang yang duduk disampingnya langsung menoleh dan melepaskan earphonenya.


" Ngapain lo? Lo ngikutin gue ya" ucap Leon ketus.


" Nggak ngapain juga gue ngikutin lo. Gue cuma mau cari angin aja disini " jawab Yeni berbohong.


Leon tidak menjawab. Dia kembali memasang earphone pada telinganya.


" Dasar cowok kulkas. Pantes aja gak ada cewek yang deket sama dia lagian dingin banget sih " gerutu Yeni.


" Gak usah ngerutu kek gitu " ucap Leon, dia mendengar semua yang diucapkan Yeni karena dia tidak menyalakan musik pada earphonenya.


" Lo denger gue?" tanya Yeni tapi Leon acuh dan berdiri hendak pergi.


" Hey jawab " ucap Yeni menarik tangan Leon dengan kuat.


Leon kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh diatas tubuh Yeni yang duduk diatas kursi.


Yeni membulatkan matanya sempurna dan begitu juga dengan Leon. Mereka sama-sama membisu dan dalam posisi yang sama.


" Jantung gue kenapa? Kok lebih kaya diskoan gini. Lebih cepet dari saat gue deket Tya " batin Leon.


" Leon sampe kapan posisi kita kaya gini " ucap Yeni menyadarkan Leon.


Leon bangkit dari tubuh Yeni kemudian dia pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.


" Kenapa aku jadi gini? Apa aku beneran udah suka sama dia? " gumam Yeni masih duduk di kursi taman. Dia selalu merasakan debaran saat berada dekat Leon.


Tanpa dia sadari ada dua pasang mata yang dari tadi memperhatikan mereka.


" Sejak kapan mereka menjadi dekat " ucap Tya.


Ya mereka adalah Ardi dan Tya. Mereka memang hendak ke taman tetapi saat mereka sampai taman mereka melihat Yeni sedang bersama Leon.


" Mungkin mereka punya hubungan " jawab Ardi.


" Tapi Ar Yeni tu gak suka banget sama Leon, mereka malah terkesan kaya musuh " ucap Tya yang masih bingung.


" Udah gak usah terlalu mikirin mereka. Sekarang kita mau kemana lanjut ke taman atau balik ke kelas " ucap Ardi.


" Balik ke kelas aja ya" jawab Tya.


" Oke sayang " ucap Ardi.


Wajah Tya masih saja memerah saat Ardi memanggilnya sayang. Padahal ini bukan pertama kalinya.

__ADS_1


Kemudian Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kelas kembali.


Sedangkan Yeni dia pun beranjak pergi dari taman pergi kembali ke kelas mengikuti langkah Leon.


__ADS_2