Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
204. Mengantar ke Bandara


__ADS_3

Sore ini, Leon akan mengantarkan kedua mertuanya pergi ke bandara untuk pulang ke Surabaya bersama dengan Papa Axcel. Papa Axcel sedang berada di kantor Paman Smith dan akan langsung ke bandara dari sana.


" Sayang, Ibu pulang dulu ya. Kamu baik-baik di sini dan gak boleh stres nanti berdampak sama kedua anak kamu. Ingat kamu sudah menjadi seorang ibu jadi pikirkan mereka " ucap Bu Yosi pada Yeni.


" Iya Bu " jawab Yeni.


" Ayah dan Ibu juga jaga kesehatan di sana " ucap Yeni.


" Iya sayang. Pasti " jawab Bu Yosi.


Yeni memeluk Ayah Yendi dan Bu Yosi bergantian sebelum mereka berangkat ke bandara.


" Saya titip Yeni ya Bu " ucap Bu Yosi pada Mama Rita.


" Iya Bu. Yeni itu juga putri saya " jawab Mama Rita yang sedang menggendong Adelio.


Sedangkan Adelia digendong oleh Bi Inah.


Ayah Yendi dan Bu Yosi juga berpamitan pada kedua cucu mereka itu.


" Kita pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Ayah Yendi.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Kemudian Ayah Yendi dan Bu Yosi berangkat ke bandara diantar oleh Leon. Walaupun mereka akan menggunakan pesawat jet milik keluarga Leon tapi mereka tidak ingin membuat Papa Axcel menunggu mereka.

__ADS_1


Sesampainya di bandara, mereka menghampiri Papa Axcel yang sudah di depan pesawat jet itu.


" Kalian hati-hati di jalan. Kabari kami jika sudah sampai " ucap Leon pada Papa Axcel dan juga kedua mertuanya.


" Iya Nak Leon " jawab Ayah Yendi.


" Pesawatnya sudah siap. Kalian bisa masuk sekarang " ucap Papa Axcel pada Ayah Yendi dan Bu Yosi.


Ayah Yendi dan Bu Yosi pun masuk ke dalam pesawat jet itu. Sedangkan Papa Axcel ingin berbicara pada Leon terlebih dahulu.


" Kapan kamu kembali bekerja di kantor Kak Ipar? " tanya Papa Axcel pada Leon.


" Besok Pa. Setelah selesai kuliah aku langsung pergi ke kantor " jawab Leon.


" Bekerja dan belajar lah dengan benar. Papa ingin kamu membantu Papa di perusahaan saat kamu menyelesaikan kuliahmu itu " ucap Papa Axcel.


" Papa pergi dulu. Papa akan ke Jakarta mungkin dua minggu lagi. Papa sedang menangani proyek besar saat ini " ucap Papa Axcel.


" Iya Pa " jawab Leon.


Setelah itu, Papa Axcel pun masuk ke dalam pesawat jet itu. Leon akan menunggu pesawat itu benar-benar lepas landas baru ia akan pergi dari sana.


Leon pergi dari sana setelah pesawat jet itu lepas landas. Saat akan keluar dari bandara Leon melihat Aska yang ada di sana, Aska pun juga begitu. Aska dengan segera menghampiri Leon.


" Lo ngapain di sini? " tanya Aska setelah berada di dekat Leon.

__ADS_1


" Nganterin bokap sama mertua gue balik ke Surabaya " jawab Leon datar.


" Oh sama dong. Gue juga habis anterin bokap nyokap gue balik ke Surabaya " ucap Aska.


" Gak nanya " ucap Leon ketus.


" Ya ampun, papa mertua judes amat " ucap Aska.


Leon pun melototkan matanya saat mendengar Aska memanggilnya papa mertua.


" Apa maksud lo panggil gue papa mertua? " ucap Leon menatap tajam Aska.


" Ya kan lo itu ayah dari calon istri gue " jawab Aska.


" Jangan mimpi, gue gak sudi punya menantu kayak lo " ucap Leon.


Leon pergi meninggalkan Aska dengan perasaan yang sangat kesal di hatinya. Ia saja masih cemburu jika Aska dekat-dekat dengan istrinya dan sekarang ia ingin menjadikan putrinya sebagai calon istri.


" Gak akan aku biarin Aska deket-deket sama Yeni ataupun Adelia " ucap Leon kesal.


Sedangkan Aska tertawa melihat Leon yang kesal dan ia sangat menyukai itu. Leon masih saja cemburu dengannya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2